YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, secara resmi meluncurkan Batik Suara Muhammadiyah Spesial Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah dalam acara Resepsi Milad ke-111 Suara Muhammadiyah di Ballroom SM Tower Malioboro, Kamis (13/8).
Dalam momentum tersebut, Haedar Nashir mengajak seluruh warga persyarikatan untuk turut menyemarakkan agenda Tanwir dan Milad dengan mengenakan batik khusus ini sebagai simbol identitas dan semangat gerakan.
Batik ini hadir dengan motif daun kelor yang sarat akan makna filosofis. Daun kelor dipilih sebagai gambaran Islam Berkemajuan yang membumi, sederhana, namun memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat, layaknya tanaman kelor yang hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan.

Mengenakan batik ini bukan sekadar urusan fesyen, melainkan bentuk syiar dan penegasan jati diri Muhammadiyah yang bergerak secara utuh dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hingga dakwah.
Peluncuran ini juga menjadi rangkaian persiapan menyambut Tanwir Muhammadiyah 2026 yang akan diselenggarakan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada 18-21 November 2026. Batik hasil kolaborasi dengan PWM Sulawesi Tengah dan Universitas Muhammadiyah Palu ini diharapkan menjadi medium untuk memperkenalkan kearifan lokal "Batik Kelor Palu" ke seluruh penjuru tanah air melalui jaringan persyarikatan.
Lebih lanjut, filosofi pohon kelor yang tumbuh teratur dengan struktur batang dan ranting yang rapi juga menjadi pengingat bagi warga Muhammadiyah akan pentingnya ketertiban organisasi.
Diharapkan semangat yang terkandung dalam motif kelor ini dapat "menjalar" dan menguatkan antar-anggota persyarikatan, sehingga Muhammadiyah semakin tangguh dalam menghadapi tantangan zaman serta konsisten menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi umat dan bangsa.

