JEMBER, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., mengajak seluruh warga persyarikatan untuk merevolusi cara pandang keagamaan terhadap dunia dan kekayaan. Hal ini ditegaskannya saat menghadiri Tabligh Akbar bertema "Jihad Ekonomi untuk Kemandirian Organisasi" di Komplek Perguruan Muhammadiyah Cabang Watukebo, Jember, pada Sabtu (1/8/2026).
Dalam pidato utamanya, Haedar menekankan bahwa hidup seorang Muslim tidak boleh sekadar hidup, melainkan harus memiliki makna yang mendalam. Salah satu makna tersebut adalah menjalankan fungsi sebagai khalifah di muka bumi yang bertugas untuk memakmurkan bumi melalui pengelolaan sumber daya dan ekonomi.
Haedar menyoroti adanya kecenderungan di sebagian kalangan umat yang masih memandang negatif terhadap urusan ekonomi dan kekayaan. Menurutnya, sikap "anti-dunia" yang ekstrem justru bisa merugikan umat Islam sendiri dalam percaturan global.
"Menguasai dunia itu bahkan wajib sebagai khalifah di muka bumi. Jangan biarkan dan jangan salahkan orang zalim yang berkuasa di dunia hanya karena kita merasa anti terhadap dunia," tegas Haedar di hadapan ribuan jamaah. Ia menjelaskan bahwa menjadi "agnia" (orang kaya) bukanlah hal buruk, asalkan kekayaan tersebut dikelola dengan cara yang benar dan digunakan untuk kemaslahatan umat.
Ekonomi sebagai Pilar Keempat Sejak Muktamar 2015, Muhammadiyah telah menetapkan ekonomi dan bisnis sebagai pilar keempat gerakan, bersanding dengan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. Haedar mengingatkan bahwa kekuatan ekonomi merupakan instrumen strategis untuk membangun kemandirian bangsa dan organisasi agar tidak terus bergantung pada pihak lain.
Haedar pun mendorong tumbuhnya etos wirausaha sejak dini, mencontoh sejarah awal Muhammadiyah yang tumbuh di lingkungan saudagar seperti di Kauman dan Kotagede. "Generasi muda harus dididik untuk tidak malu merintis usaha dari kecil, karena mentalitas wirausaha adalah kunci kekuatan kita di masa depan," imbuhnya.
Di sela-sela rangkaian Tabligh Akbar tersebut, Haedar Nashir secara simbolis meresmikan gerai Mentari Mart (Mentari Mumart) Cabang Watukebo. Gerai ini merupakan cabang kedelapan yang diresmikan dalam program pengembangan ekonomi Muhammadiyah di berbagai daerah.
Unit usaha yang bekerja sama dengan pihak Alfamart ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal sekaligus penyokong dana operasional bagi amal usaha sosial di sekitarnya, termasuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Selain Mentari Mart, PCM Watukebo juga telah memiliki amal usaha ekonomi lain seperti Rumah Makan Langon Asri.
Menutup pesannya, Haedar menekankan bahwa jihad ekonomi tidak bisa dilakukan sendiri. Ia mendorong adanya kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak melalui semangat silaturahmi yang luas.
"Mandiri bukan berarti menyendiri. Kita harus berkolaborasi dan berdiri di atas kaki sendiri untuk membawa manfaat bagi masyarakat luas," pungkasnya. Acara ini juga dihadiri oleh tokoh nasional lainnya, termasuk Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP, Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi ekonomi), serta jajaran PDM, PCM, PRM dan Amal Usaha Muhammadiyah.

