Perkuat Silaturahmi dan Kebersihan Hati
PPU, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Penajam Paser Utara menggelar kegiatan Halal Bihalal Warga Persyarikatan Muhammadiyah pada Sabtu, 4 April 2026 bertepatan dengan 15 Syawal 1447 H. Kegiatan berlangsung di Masjid Al-Ibroh, Pusat Dakwah Muhammadiyah PPU, Jalan Provinsi Km 2,5 Penajam.
Acara ini dihadiri oleh warga persyarikatan, pimpinan organisasi otonom, tokoh masyarakat, serta unsur pimpinan dan keluarga besar amal usaha Muhammadiyah se-Kabupaten Penajam Paser Utara. Hadir pula Ketua PDM Penajam Paser Utara, H. Abdul Jalal, yang memberikan semangat kebersamaan dan memperkuat suasana kekeluargaan di tengah warga Muhammadiyah.
Momentum halal bihalal kali ini menghadirkan tausiyah dari Dr. dr. H. Andi Sofyan Hasdam, Sp.N, anggota DPD RI perwakilan Kalimantan Timur. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa halal bihalal memiliki makna yang sangat mendalam, yakni sebagai sarana saling memaafkan, membersihkan hati dari dendam, dan mempererat tali silaturahmi antar sesama.
Menurutnya, tradisi halal bihalal tidak hanya menjadi agenda rutin pasca-Idul Fitri, tetapi juga harus dimaknai sebagai ruang introspeksi diri untuk memperbaiki sikap, menata hati, dan membuka lembaran baru dengan jiwa yang lebih bersih serta lapang. Dengan hati yang jernih, hubungan sosial di tengah masyarakat akan semakin harmonis, hangat, dan penuh semangat persaudaraan.
“Momentum ini mengajarkan kita untuk kembali kepada fitrah, meninggalkan prasangka, menghapus luka hati, dan memperkuat ukhuwah agar kehidupan bermasyarakat menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun penuh keakraban. Setelah rangkaian tausiyah, warga Muhammadiyah memanfaatkan momen tersebut untuk saling bersalaman, bermaafan, dan memperkokoh komitmen bersama dalam menguatkan dakwah persyarikatan di Penajam Paser Utara.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat Idulfitri di lingkungan Muhammadiyah tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi terus dihidupkan menjadi energi moral untuk mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan meneguhkan gerakan dakwah Islam berkemajuan. (Najih)
