Halal Terjamin, Instalasi Gizi PKU Palangka Raya Resmi Bersertifikat

Suara Muhammadiyah

16 March 2026

473
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Instalasi Gizi Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangkaraya, Resmi Bersertifikat Halal Perkuat Layanan Islami 

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah menjadi Rumah Sakit swasta pertama yang telah tersertifikasi halal dari Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halalan Thayyiban (LPH-KHT) Muhammadiyah pada 21 Februari 2026, dan sertifikat diserahkan secara langsung oleh tim halal center universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), pada, 16 Maret 2026, bertempat di Aula Syafi’i Ma’rif lantai III. Ini merupakan suatu wujud nyata RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya dalam melaksanakan komitmen terhadap konsep rumah sakit Muhammadiyah yang unggul dan Islami.

Konsep layanan yang berbasis Islami tidak hanya berfokus pada pelayanan medisnya saja. Tetapi juga pelayanan kebutuhan rohaniah bagi customer, pelayanan nutrisi terhadap customer yang juga menjadi penting untuk diperhatikan kehalalanya Mulai dari pemilihan bahan, kemudian cara mengolah/memasak, sampai pada perhitungan kebutuhan nutris harus dikelola secara syari’ah.

Disampaikan oleh direktur utama rumah sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, dr. Lia Indriana, Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah  Palangka Raya adalah rumah sakit swasta pertama di kota Palangka Raya bahkan di Kalimantan Tengah yang mengawali sertifikasi halal oleh Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halalan Thayyiban (LPH-KHT) Muhammadiyah, pada layanan instalasi gizinya yang berada rumah sakit. Konsep layanan gizi RS berkomitmen dalam memberikan nutrisi untuk pasien harus halal dan thoyib (baik). 

“Di dalam konteks pemberian nutrisi bagi pasien, yang perlu diperhatikan adalah halal dan thoyibah. Makanan yang dikonsumsi pasien harus halal, agar do’a yang dipanjatkan oleh pasien ini bisa diterima oleh Allah SWT. Sedangkan Thoyibah itu maksudnya adalah kebaikan dari makanan yang diberikan kepada pasien. Mulai dari pemilihan bahan, kemudian cara mengolah/memasak, sampai pada perhitungan kebutuhan nutrisi pasien, itu harus pas, Tidak boleh lebih atau bahkan kurang, agar makanan yang dikonsumsi pasien menjadi nutrisi yang membantu kesembuhan pasien,” ucapnya. 

Dalam acara serah terima sertifikat tersebut, turut di hadiri oleh dr. Widya Dewi Jayanti, Direktur Pelayanan dan Penunjang Medik, Drs. Mulyono, M.Pd, Direktur Keuangan dan Kemuhammadiyahan,  Kepala Instalasi Gizi, Lihaisa Lily, AMG, serta rombongan dari halal canter universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR). (mf)

 

 

 

 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Kabar membanggakan datang dari Program Studi D3 Sanitasi Politeknik M....

Suara Muhammadiyah

11 January 2024

Berita

MURUNGRAYA, Suara Muhammadiyah - Akar utama terwujudnya cita-cita Muhammadiyah, yaitu membangun masy....

Suara Muhammadiyah

16 April 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat Prof Dr H A....

Suara Muhammadiyah

19 October 2023

Berita

Khutbah Idul Fitri di Al-Muhajirin Soroti Krisis Moral Bangsa dan Peran Ramadhan sebagai Madrasah Ke....

Suara Muhammadiyah

24 March 2026

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Biro Keuangan dan Aset Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) me....

Suara Muhammadiyah

13 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah