Halalbihalal SD Muhammadiyah PK Solo Rajut Kebersamaan

Suara Muhammadiyah

28 March 2026

378
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SOLO, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 50 guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan halalbihalal yang digelar di Ruang Haji Isa sekolah setempat, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen kebersamaan pasca-Idulfitri.

Kegiatan diawali dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Wahyu Widodo, guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Dalam tausiyahnya, ia mengulas filosofi Idulfitri yang sarat makna dalam tradisi masyarakat Jawa.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Jawa mengenal istilah bakdan yang berarti telah selesai menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Tradisi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum refleksi diri dan saling memaafkan.

“Bakdan berasal dari makna selesai menunaikan puasa. Di momen ini dihadirkan kupat atau ketupat yang berarti ngaku lepat, yakni mengakui kesalahan. Kupat terbuat dari janur yang berasal dari kata nur atau cahaya, dengan isi beras putih yang melambangkan hati yang bersih. Hidangan kupat dengan sambal goreng krecek (kulit sapi) dan hati ayam juga mengandung filosofi lahir dan batin yang harus sama-sama bersih. Selain itu, kupat memiliki empat sisi, yakni lebar (membuka pintu maaf), labur (membersihkan diri), lebur (melebur dosa dan kesalahan), serta luber (melimpahkan kebaikan kepada sesama),” jelasnya.

Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf, baik secara pribadi maupun kelembagaan. Ia menegaskan pentingnya budaya saling memaafkan sebagai fondasi dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis.

“Saya mewakili pribadi dan lembaga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Saling memaafkan ini penting agar kita dapat mengikhlaskan setiap kekurangan dan kekhilafan. Dengan demikian, seluruh program sekolah yang telah direncanakan dapat berjalan optimal. Momentum Idulfitri ini juga menjadi penguat komitmen kita dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik dan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nursalam menyampaikan tiga poin utama yang menjadi penguatan dalam kegiatan halalbihalal tersebut, yaitu tasamuh (toleransi), husnuzan (berprasangka baik), dan doa.

Ia menjelaskan bahwa tasamuh menjadi kunci dalam menghadapi keberagaman karakter di lingkungan sekolah. Setiap guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu saling memahami, menghargai, serta mengelola ego masing-masing. Selain itu, sikap husnuzan perlu dikedepankan dengan membangun prasangka baik antar rekan kerja serta mengedepankan tabayun atau klarifikasi dalam menyikapi informasi.

Terakhir, ia mengajak seluruh warga sekolah untuk senantiasa saling mendoakan demi kebaikan bersama, sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan penuh keberkahan.

Kegiatan halalbihalal ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, menjadi peneguh semangat kebersamaan dalam mengawali aktivitas pasca-Ramadhan. (Muhamad Arifin)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Agrobisnis green house hidroponik budidaya Melon Golden Aroma di ....

Suara Muhammadiyah

16 February 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Shalat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah Klaten berlangsung di Stadion Tri....

Suara Muhammadiyah

21 March 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Ke....

Suara Muhammadiyah

8 October 2023

Berita

PASURUAN, Suara Muhammadiyah –  Adakah kalian mengira kalian akan masuk surga? Padahal Al....

Suara Muhammadiyah

7 April 2025

Berita

BAUBAU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) dengan gembira mengumumkan ba....

Suara Muhammadiyah

11 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah