Hidup Holistik, Kunci Menjaga Kesehatan Fisik dan Spiritual

Publish

15 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
391
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Bandung Sopaat Rahmat Selamet mengatakan bahwa pola hidup holistik saat ini begitu penting dan menjadi pendekatan dalam menjaga keseimbangan hidup manusia di tengah kompleksitas era modern.

Menurut Kang Sopaat—sapaan akrabnya—konsep holistik memandang manusia sebagai satu kesatuan utuh yang terdiri dari aspek fisik, mental, emosional, dan spiritual. “Manusia itu tidak bisa dipisahkan antara tubuh, pikiran, emosi, dan ruh. Semuanya saling terhubung dan memengaruhi,” ujarnya saat mengisi program GSM pada Senin (13/042026).

Dia menjelaskan bahwa penerapan pola hidup holistik dapat dilakukan melalui berbagai langkah sederhana. Misalnya saja seperti menjaga pola makan sehat, mengelola stres, hingga melatih kesadaran diri melalui mindfulness dan meditasi. Pendekatan ini dinilai mampu membantu seseorang mencapai keseimbangan hidup secara menyeluruh.

Dalam praktiknya, Sopaat juga menyoroti kekayaan kearifan lokal Sunda yang sejalan dengan konsep holistik. Tradisi seperti ngaleuhang, yakni terapi uap menggunakan rempah-rempah, dinilai efektif untuk relaksasi dan menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, praktik pijat dan seni bela diri seperti silat juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan fisik.

Tidak hanya itu, sejarawan Muhammadiyah ini mengungkapkan bahwa olah eling sebagai bentuk meditasi khas Nusantara memiliki peran penting dalam mengendalikan emosi dan menyucikan hati. “Olah eling ini bukan sekadar meditasi, melainkan sebagai upaya membersihkan hati agar manusia lebih tenang dan sadar,” jelasnya.

Lebih jauh, dalam perspektif Islam, Sopaat menjelaskan bahwa konsep holistik juga tercermin dalam berbagai ajaran, seperti tibun nabawi. Praktik bekam, zikir, serta konsumsi nutrisi sunah seperti madu dan habbatussauda menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan lahir dan batin umat Islam.

Dia menambahkan bahwa zikir dan doa tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi sebagai bentuk terapi spiritual yang mampu menenangkan jiwa. “Zikir itu merupakan bentuk mindfulness dalam Islam yang langsung terhubung dengan Allah, sehingga efeknya lebih dalam secara spiritual,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sopaat memaparkan pentingnya tingkat kesadaran dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Dengan mengutip pandangan David Hawkins dalam Power vs Force, Sopaat menjelaskan bahwa emosi negatif seperti marah dan takut dapat berdampak buruk pada kesehatan, sedangkan emosi positif seperti kasih sayang dan penerimaan justru memperkuat kondisi fisik dan mental.

Menutup pemaparannya, dia menekankan bahwa keseimbangan antara raga, jiwa, dan ruh merupakan kunci utama dalam mencapai kehidupan umat Islam yang berkualitas. “Kalau manusia mampu menjaga keseimbangan ini, maka dia akan lebih mudah menghadapi masalah dan menuju pada derajat insan kamil,” pungkasnya.***(FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka meningkatkan produktivitas UMKM di Desa Kembangkuning, ....

Suara Muhammadiyah

30 September 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad menceritakan seb....

Suara Muhammadiyah

6 March 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah -Tim dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhamm....

Suara Muhammadiyah

6 January 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Content creator sekaligus entrepreneur Jerome Polin mengajak mah....

Suara Muhammadiyah

27 September 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kader (MPK) 'Aisyiyah Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (P....

Suara Muhammadiyah

8 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah