Hidup Holistik, Kunci Menjaga Kesehatan Fisik dan Spiritual

Suara Muhammadiyah

15 April 2026

556
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Bandung Sopaat Rahmat Selamet mengatakan bahwa pola hidup holistik saat ini begitu penting dan menjadi pendekatan dalam menjaga keseimbangan hidup manusia di tengah kompleksitas era modern.

Menurut Kang Sopaat—sapaan akrabnya—konsep holistik memandang manusia sebagai satu kesatuan utuh yang terdiri dari aspek fisik, mental, emosional, dan spiritual. “Manusia itu tidak bisa dipisahkan antara tubuh, pikiran, emosi, dan ruh. Semuanya saling terhubung dan memengaruhi,” ujarnya saat mengisi program GSM pada Senin (13/042026).

Dia menjelaskan bahwa penerapan pola hidup holistik dapat dilakukan melalui berbagai langkah sederhana. Misalnya saja seperti menjaga pola makan sehat, mengelola stres, hingga melatih kesadaran diri melalui mindfulness dan meditasi. Pendekatan ini dinilai mampu membantu seseorang mencapai keseimbangan hidup secara menyeluruh.

Dalam praktiknya, Sopaat juga menyoroti kekayaan kearifan lokal Sunda yang sejalan dengan konsep holistik. Tradisi seperti ngaleuhang, yakni terapi uap menggunakan rempah-rempah, dinilai efektif untuk relaksasi dan menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, praktik pijat dan seni bela diri seperti silat juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan fisik.

Tidak hanya itu, sejarawan Muhammadiyah ini mengungkapkan bahwa olah eling sebagai bentuk meditasi khas Nusantara memiliki peran penting dalam mengendalikan emosi dan menyucikan hati. “Olah eling ini bukan sekadar meditasi, melainkan sebagai upaya membersihkan hati agar manusia lebih tenang dan sadar,” jelasnya.

Lebih jauh, dalam perspektif Islam, Sopaat menjelaskan bahwa konsep holistik juga tercermin dalam berbagai ajaran, seperti tibun nabawi. Praktik bekam, zikir, serta konsumsi nutrisi sunah seperti madu dan habbatussauda menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan lahir dan batin umat Islam.

Dia menambahkan bahwa zikir dan doa tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi sebagai bentuk terapi spiritual yang mampu menenangkan jiwa. “Zikir itu merupakan bentuk mindfulness dalam Islam yang langsung terhubung dengan Allah, sehingga efeknya lebih dalam secara spiritual,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sopaat memaparkan pentingnya tingkat kesadaran dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Dengan mengutip pandangan David Hawkins dalam Power vs Force, Sopaat menjelaskan bahwa emosi negatif seperti marah dan takut dapat berdampak buruk pada kesehatan, sedangkan emosi positif seperti kasih sayang dan penerimaan justru memperkuat kondisi fisik dan mental.

Menutup pemaparannya, dia menekankan bahwa keseimbangan antara raga, jiwa, dan ruh merupakan kunci utama dalam mencapai kehidupan umat Islam yang berkualitas. “Kalau manusia mampu menjaga keseimbangan ini, maka dia akan lebih mudah menghadapi masalah dan menuju pada derajat insan kamil,” pungkasnya.***(FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Demisioner IMM Telkom University IMMawan Muhammad Galih Wonos....

Suara Muhammadiyah

7 June 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang kembali mengembangkan kawasan baru yang....

Suara Muhammadiyah

13 November 2023

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Sur....

Suara Muhammadiyah

20 October 2023

Berita

Baitul Arqam Muballigh Muhammadiyah Makassar: Pencerahan Dakwah Berkemajuan MAKASSAR, Suara Muhamma....

Suara Muhammadiyah

24 November 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Aisyiyah (PPA) menggelar Konsolidasi Nasional Majelis ....

Suara Muhammadiyah

25 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah