Humanisme dalam Islam

Publish

20 May 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
2466
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Humanisme dalam Islam

Oleh Dr. Masud HMN, Dosen Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta

Agama Islam menganjurkan humanisme untuk umatnya agar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bergaul maupun bersikap lainnya seperti ekonomi dan politik. Tujuannya adalah agar hidup bersama antar sesama berlangsung baik.

Etimologi humanisme berasal dari kata "human" yang berarti manusia, digabungkan dengan "isme" yang berarti paham. Paham tentang manusia yang peduli dan empati kepada sesama manusia.

Secara terminologi, humanisme berarti kemanusiaan yang empati dan peduli terhadap semua urusan. Fokus pemahaman terkait masalahnya, apakah masalah pergaulan, ekonomi, politik, atau apa yang menjadi topik permasalahan, tergantung dari perspektif apa.

Demikianlah definisi etimologi dalam arti bahasa atau definisi terminologi dalam kerangka pembahasan terkait masalah tertentu. Hingga humanisme itu kita pahami. Maksudnya, humanisme supaya jelas kepentingannya dengan pokok persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

Ustadi Hamsah, seorang dosen ilmu perbandingan agama di Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat, Jakarta, membahas masalah humanisme dalam Islam. Dia menulis dalam Majalah Suara Muhammadiyah edisi 23 bulan Desember 2023. Menunjukkan perlunya perhatian para pemikir Islam terhadap humanisme ini.

Dengan mengutip Surat Al-An’am ayat 70 yang mengatakan dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya Kami muliakan anak dan cucu Adam dan Kami angkat mereka serta mengangkat mereka dan memberikan rezeki lebih baik dan Kami lebihkan dari makhluk lain dengan kebaikan sempurna.”

Penjelasan ayat ini menyebutkan bahwa manusia itu adalah makhluk mulia dibanding yang lain. Manusia adalah makhluk yang memberikan kebaikan kepada sesamanya. Demikian penjelasan dari Ustadi Hamsah.

Kita memahami kelebihan yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena kebaikannya memberikan manfaat. Manusia yang lebih itu adalah manusia yang memberi banyak kebaikan dan manfaat. Itulah kemanusiaan, perilaku yang memberikan manfaat pada manusia umumnya.

Sebaliknya, dengan kemanusiaan itu, kita dilarang untuk berbuat fasad di muka bumi. Perbuatan judi dan menyebarkan narkoba adalah dilarang karena perbuatan demikian merusak kemanusiaan, merusak akhlak manusia.

Hal yang sama di bidang lain, politik misalnya. Kiprah di bidang politik harus juga baik. Dalam pelaksanaan pemilihan umum haruslah jujur dan rahasia.

Berpegang kepada pengarahan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, setidaknya ada maksud (1) berdemokrasi dengan jujur yang bertambah baik disertai pemilihan umum damai dan (2) menimbulkan politik untuk kesatuan bangsa, yang matang. Demikian sambutan dan pengarahan Haedar Nashir pada Milad yang lalu di Yogyakarta.

Hendaknya humanisme atau peduli kemanusiaan diejawantahkan oleh warga Muhammadiyah dengan giat dan benar. Ia menjadi penting untuk Muhammadiyah masa yang akan datang. Berkembang dan berkemajuan!


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah era 1970-1990 KH Abdur Rozaq Fachruddin menyambut Maulid Nabi Muha....

Suara Muhammadiyah

19 September 2023

Wawasan

Ikhtiar Awal Menuju Keluarga Sakinah (27) Oleh: Mohammad Fakhrudin (warga Muhammadiyah tinggal di M....

Suara Muhammadiyah

8 March 2024

Wawasan

Oleh: Nabhan Mudrik Alyaum Muhammadiyah dikenal dengan gerakan pendidikan. Tercatat Muhammadiyah me....

Suara Muhammadiyah

3 June 2024

Wawasan

Oleh: Agus setiyono, Aktivis Persyarikatan Muhammadiyah dan pegiat dahwah online, Jambi “Nega....

Suara Muhammadiyah

3 June 2025

Wawasan

Ketika Boros Dianggap Kebaikan Oleh: Rusydi Umar, Dosen FTI UAD, Anggota MPI PP Muhammadiyah (2015-....

Suara Muhammadiyah

24 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah