Idul Adha, Rektor UMY Ingatkan Semangat Kurban dengan nilai persatuan umat islam

Suara Muhammadiyah

27 May 2026

193
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Dr. Achmad Nurmadi, M.Sc. mengingatkan bahwa esensi ibadah kurban bukan terletak pada hewan yang disembelih, melainkan pada ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang lahir darinya.

Ia menyerukan agar ibadah kurban dijadikan momentum nyata untuk mengikis sifat kikir dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Nurmadi saat menjadi khatib Sholat Idul Adha 1447 H yang digelar di Halaman Kampus UMY, Rabu (27/5) pagi. Sholat dimulai pukul 06.30 WIB dengan imam Nanda Ardika, Imam Masjid Kampus UMY, dan dihadiri oleh civitas academica serta masyarakat luas di sekitar kampus.

“Ibadah qurban yang kita lakukan bukan sebatas menyembelih hewan saja. Kurban mengandung pesan untuk mengikis sifat kikir dan cinta dunia, menumbuhkan kepedulian sosial karena daging kurban dibagikan kepada fakir miskin,” ujar Nurmadi dalam khutbahnya.

Nurmadi mendasarkan pernyataannya pada firman Allah dalam QS. Al-Hajj ayat 37, bahwa yang sampai kepada Allah bukan daging maupun darah hewan kurban, melainkan ketakwaan dari orang yang berkurban. Menurutnya, hal inilah yang menjadi inti dari seluruh ibadah kurban.

Dalam khutbahnya pula, Guru Besar UMY di bidang smart governance ini juga mengajak jamaah meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai landasan nilai. Ia menyebut tiga nilai utama yang harus dihidupkan dari kisah tersebut, yakni ketaatan mutlak kepada Allah, keikhlasan dan kesabaran, serta kesediaan berkorban.

Nurmadi mengaitkan semangat kurban dengan nilai persatuan umat Islam. Ia mengingatkan bahwa dalam ibadah haji, jutaan Muslim dari berbagai suku, bangsa, dan status sosial berdiri setara di hadapan Allah tanpa pembeda apapun. Semangat yang sama, menurutnya, harus terwujud dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

“Jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah melalui ketaatan, memperkuat hubungan dengan sesama melalui kepedulian, dan memperkuat hubungan dengan diri sendiri melalui keikhlasan dan kesabaran,” imbuhnya.

Di penghujung khutbahnya, Nurmadi juga mendorong jamaah untuk memperbaiki etika dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, serta menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam beribadah dan memberikan manfaat kepada orang lain. (ID)

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah – Bertempat di Aula Gedung Djakfar Murod, Universitas Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

17 January 2026

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - Kabar terkait hal tersebut disampaikan oleh kepala Sekolahnya bernama Ab....

Suara Muhammadiyah

18 September 2023

Berita

TURKIYE, Suara Muhammadiyah - Andi Azhar, dosen sekaligus Kepala Kantor Urusan Internasional Univers....

Suara Muhammadiyah

3 January 2025

Berita

Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY Gelar ToT Deep Learning ISMUBA YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majel....

Suara Muhammadiyah

1 September 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk m....

Suara Muhammadiyah

21 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah