Idul Fitri Mengantarkan Manusia Kembali ke Fitrah yang Sebenarnya

Suara Muhammadiyah

24 March 2026

521
Prof Dr Syafiq A Mughni, MA

Prof Dr Syafiq A Mughni, MA

SIDOARJO, Suara Muhammadiyah - Manusia diciptakan oleh Allah dengan paripurna. Konstruksinya sedemikian rupa, dalam maujud struktur yang terbaik, secara jasmaniah maupun ruhaniah.

Demikian ungkap Syafiq A Mughni, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (20/3) saat Khutbah Idul Fitri 1447 H di Lapangan Fasum Bunderan Perumtas 3, Grabagan, Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur.

Dasarnya sangat kentara sekali: Qs at-Tiin ayat 4. Secara redaksional, ayat ini menyingkap kalau Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya.

“Kita semua manusia ini dimuliakan oleh Allah SwT,” tegas Syafiq.

Di sinilah titik temu dari Idul Fitri. Pada momen ini, Syafiq mengajak untuk kembali ke fitrah manusia. Maknanya kembali kepada agama Allah SwT.

“Kita kembali kepada tauhid yang semurni-murninya. Kita kembali menjadi manusia sosial yang harus saling tolong menolong, saling mensupport di antara kita. Dan itulah sesungguhnya esensi fitrah manusia,” tekannya.

Fitrah manusia asal muasalnya bersih dari segala benih dosa dan sifat tercela.

Namun, dalam petualangan di belantara kehidupan, niscaya ada alai-belai (bujukan) dari luar untuk melakukan pelbagai tindakan subversif dari kefitrahan manusia.

“Banyak sekali hal-hal yang membuat kita silau dengan kehidupan dunia ini, sehingga kita melupakan Allah. Kita menyimpang dari tauhid karena hawa nafsu yang tidak bisa dikendalikan,” bebernya.

Dampaknya sudah sangat jelas. Manusia tidak bisa menampilkan keluhuran budi. Sifat-sifat luhur seperti kejujuran mulai tereliminasi hatta syahwat nafsu dunyawiyyah yang sangat menggoda.

“Kita ingin berhasil secara instan. Bahkan, dengan cara-cara yang tidak halal, dengan cara-cara yang melukai orang lain, dengan cara-cara yang membuat orang lain menderita. Ini adalah penyimpangan dari fitrah manusia,” jelasnya.

Karena itu Idul Fitri menemukan titik urgensinya. Mengantarkan kembali ke fitrah manusia sebagaimana awal penciptaannya; bersih tanpa tercemari oleh dosa yang mendestruksi esensi fitrah itu sendiri.

“Kita kembali menjadi manusia yang mulia apabila kita berpegang teguh pada fitrah yang diiberikan oleh Allah. Oleh karena kemuliaan dan martabat yang tinggi diberikan Allah sebagai fitrah manusia,” urai Syafiq. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JEPARA, Suara Muhammadiyah - Pengajian ahad pagi yang biasa dikenal oleh jamaahnya dengah istil....

Suara Muhammadiyah

14 January 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pengurus Korps Protokoler Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jaka....

Suara Muhammadiyah

23 January 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Koperasi Dosen dan Karyawan Matahari (KDK) Uhamka turut menyalurkan 1 ....

Suara Muhammadiyah

28 May 2026

Berita

Ajak Hamka Muda Isi Liburan dengan Aktif dan Produktif di Masyarakat JAKARTA, Suara Muhammadiyah - ....

Suara Muhammadiyah

9 January 2024

Berita

Ketua PP Muhammadiyah Berikan Arahan dalam DIKSUSPALA Region Sumatera 3 PEKANBARU, Suara Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

22 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah