Idul Fitri Mengantarkan Manusia Kembali ke Fitrah yang Sebenarnya

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
432
Prof Dr Syafiq A Mughni, MA

Prof Dr Syafiq A Mughni, MA

SIDOARJO, Suara Muhammadiyah - Manusia diciptakan oleh Allah dengan paripurna. Konstruksinya sedemikian rupa, dalam maujud struktur yang terbaik, secara jasmaniah maupun ruhaniah.

Demikian ungkap Syafiq A Mughni, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (20/3) saat Khutbah Idul Fitri 1447 H di Lapangan Fasum Bunderan Perumtas 3, Grabagan, Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur.

Dasarnya sangat kentara sekali: Qs at-Tiin ayat 4. Secara redaksional, ayat ini menyingkap kalau Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya.

“Kita semua manusia ini dimuliakan oleh Allah SwT,” tegas Syafiq.

Di sinilah titik temu dari Idul Fitri. Pada momen ini, Syafiq mengajak untuk kembali ke fitrah manusia. Maknanya kembali kepada agama Allah SwT.

“Kita kembali kepada tauhid yang semurni-murninya. Kita kembali menjadi manusia sosial yang harus saling tolong menolong, saling mensupport di antara kita. Dan itulah sesungguhnya esensi fitrah manusia,” tekannya.

Fitrah manusia asal muasalnya bersih dari segala benih dosa dan sifat tercela.

Namun, dalam petualangan di belantara kehidupan, niscaya ada alai-belai (bujukan) dari luar untuk melakukan pelbagai tindakan subversif dari kefitrahan manusia.

“Banyak sekali hal-hal yang membuat kita silau dengan kehidupan dunia ini, sehingga kita melupakan Allah. Kita menyimpang dari tauhid karena hawa nafsu yang tidak bisa dikendalikan,” bebernya.

Dampaknya sudah sangat jelas. Manusia tidak bisa menampilkan keluhuran budi. Sifat-sifat luhur seperti kejujuran mulai tereliminasi hatta syahwat nafsu dunyawiyyah yang sangat menggoda.

“Kita ingin berhasil secara instan. Bahkan, dengan cara-cara yang tidak halal, dengan cara-cara yang melukai orang lain, dengan cara-cara yang membuat orang lain menderita. Ini adalah penyimpangan dari fitrah manusia,” jelasnya.

Karena itu Idul Fitri menemukan titik urgensinya. Mengantarkan kembali ke fitrah manusia sebagaimana awal penciptaannya; bersih tanpa tercemari oleh dosa yang mendestruksi esensi fitrah itu sendiri.

“Kita kembali menjadi manusia yang mulia apabila kita berpegang teguh pada fitrah yang diiberikan oleh Allah. Oleh karena kemuliaan dan martabat yang tinggi diberikan Allah sebagai fitrah manusia,” urai Syafiq. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

29 January 2026

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menjadi tuan ....

Suara Muhammadiyah

18 September 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memberikan pendidikan dan pengalaman langsung kepada ....

Suara Muhammadiyah

10 April 2026

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Masjid IQRO PRM (Pimpinan Ranting Muhamma....

Suara Muhammadiyah

28 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat menjadi perha....

Suara Muhammadiyah

18 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah