Irwan Akib Buka Wadah Pembentuk Kader Pencerahan Masyarakat

Suara Muhammadiyah

22 January 2026

564
Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat

Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat

SLEMAN, Sekolah Muhammadiyah – Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) yang diselenggarakan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi dibuka pada Rabu (21/1).

Pembukaan dilakukan secara langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib di BBPPMPV Seni Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Irwan Akib mengapresiasi SEKAM jadi bagian pendidikan pencerahan.

Pendidikan bagi Muhammadiyah, tutur Irwan adalah upaya pencerahan kesadaran keTuhanan yang menghidupkan, mencerdaskan dan membebaskan. Maka SEKAM diharapkan menjadi bagian integratif dengan semangat pendidikan itu.

Ke depan para peserta SEKAM ke-23 ini bisa menjadi bagian gerakan pemberdayaan di kelompok-kelompok marjinal, seperti petani, nelayan, buruh termasuk buruh migran, serta masyarakat miskin kota.

Melalui pelatihan dari SEKAM, diharapkan kader pemberdaya yang akan terjun mendampingi masyarakat tidak sekadar datang, memberi, dan pergi. Sebab pemberdayaan bagi Muhammadiyah lebih dari itu.

Melalui agenda ini, pendamping masyarakat diharapkan memiliki semangat yang perubahan radikal di kelompok masyarakat. Terutama pada sisi tradisi, budaya atau kebiasaan boros yang maladaptif.

“Bahkan kalau kita amati, hal mendasar seperti kebiasaan harus diubah. Misalnya saja kelompok nelayan yang tidak memiliki literasi keuangan. Setelah melaut, dapat uang lalu habis,” ungkapnya.

Pendekatan setiap kelompok masyarakat menurutnya berbeda-beda, dibutuhkan keahlian khusus untuk bisa membangun komunikasi dengan mereka. Keahlian ini bisa didapatkan melalui pelatihan SEKAM ini.

Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin meminta peserta SEKAM jadi motor pemberdayaan masyarakat. Yamin menyebut pemberdayaan bertujuan untuk mendorong dari dalam masyarakat sehingga mereka berdaya.

“Itulah (pemberdayaan) mengangkat, mengungkit potensi masyarakat,” ungkap Nurul Yamin.

Selain daya dorong, pemberdayaan juga harus memiliki daya tarik sehingga bisa membuka wawasan masyarakat yang selama ini terkungkung perilaku maladaptif, dan pengetahuan yang selama ini tidak terbuka.

Namun demikian, gerakan pemberdayaan tidak semudah seperti yang dituliskan di atas kertas. Sebab fakta di lapangan kerap kali lebih kompleks. Maka berbagai pendekatan akan dikenalkan di SEKAM ini.

Yamin pada sambutannya menyinggung tentang pendekatan pendidikan Orang Dewasa. Namun, ketika bertemu dengan konteks pendekatan harus disesuaikan sehingga dakwah pemberdayaan dapat dilakukan secara maksimal.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Brebes dan Politekn....

Suara Muhammadiyah

31 May 2025

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM....

Suara Muhammadiyah

30 June 2025

Berita

Menjawab Tantangan Kedokteran Masa Depan dengan Meng  JOMBANG, Suara Muhammadiyah - Dalam mome....

Suara Muhammadiyah

20 June 2026

Berita

TULANG BAWANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tulang Bawang telah sukse....

Suara Muhammadiyah

21 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) serta Pendidikan Non....

Suara Muhammadiyah

26 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah