Irwan Akib Buka Wadah Pembentuk Kader Pencerahan Masyarakat

Publish

22 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
312
Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat

Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat

SLEMAN, Sekolah Muhammadiyah – Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) yang diselenggarakan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi dibuka pada Rabu (21/1).

Pembukaan dilakukan secara langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib di BBPPMPV Seni Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Irwan Akib mengapresiasi SEKAM jadi bagian pendidikan pencerahan.

Pendidikan bagi Muhammadiyah, tutur Irwan adalah upaya pencerahan kesadaran keTuhanan yang menghidupkan, mencerdaskan dan membebaskan. Maka SEKAM diharapkan menjadi bagian integratif dengan semangat pendidikan itu.

Ke depan para peserta SEKAM ke-23 ini bisa menjadi bagian gerakan pemberdayaan di kelompok-kelompok marjinal, seperti petani, nelayan, buruh termasuk buruh migran, serta masyarakat miskin kota.

Melalui pelatihan dari SEKAM, diharapkan kader pemberdaya yang akan terjun mendampingi masyarakat tidak sekadar datang, memberi, dan pergi. Sebab pemberdayaan bagi Muhammadiyah lebih dari itu.

Melalui agenda ini, pendamping masyarakat diharapkan memiliki semangat yang perubahan radikal di kelompok masyarakat. Terutama pada sisi tradisi, budaya atau kebiasaan boros yang maladaptif.

“Bahkan kalau kita amati, hal mendasar seperti kebiasaan harus diubah. Misalnya saja kelompok nelayan yang tidak memiliki literasi keuangan. Setelah melaut, dapat uang lalu habis,” ungkapnya.

Pendekatan setiap kelompok masyarakat menurutnya berbeda-beda, dibutuhkan keahlian khusus untuk bisa membangun komunikasi dengan mereka. Keahlian ini bisa didapatkan melalui pelatihan SEKAM ini.

Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin meminta peserta SEKAM jadi motor pemberdayaan masyarakat. Yamin menyebut pemberdayaan bertujuan untuk mendorong dari dalam masyarakat sehingga mereka berdaya.

“Itulah (pemberdayaan) mengangkat, mengungkit potensi masyarakat,” ungkap Nurul Yamin.

Selain daya dorong, pemberdayaan juga harus memiliki daya tarik sehingga bisa membuka wawasan masyarakat yang selama ini terkungkung perilaku maladaptif, dan pengetahuan yang selama ini tidak terbuka.

Namun demikian, gerakan pemberdayaan tidak semudah seperti yang dituliskan di atas kertas. Sebab fakta di lapangan kerap kali lebih kompleks. Maka berbagai pendekatan akan dikenalkan di SEKAM ini.

Yamin pada sambutannya menyinggung tentang pendekatan pendidikan Orang Dewasa. Namun, ketika bertemu dengan konteks pendekatan harus disesuaikan sehingga dakwah pemberdayaan dapat dilakukan secara maksimal.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dalam dunia yang dipenuhi data, mahasiswa dituntut untuk cerdas ....

Suara Muhammadiyah

17 July 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pi....

Suara Muhammadiyah

28 January 2025

Berita

BARSEL, Suara Muhammadiyah - Kompleks Masjid At-Taqwa, Buntok, Kalimantan Tengah, menjadi saksi....

Suara Muhammadiyah

16 November 2024

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah — Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, SMA Muhamm....

Suara Muhammadiyah

18 July 2025

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah - Saat mendarat dan menginjakkan kaki di ranah Minang (22/09), Wakil....

Suara Muhammadiyah

23 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah