LAMONGAN, Suara Muhammadiyah -Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan menggelar Rapat Kerja (Raker) dan Workshop Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) di Golden Tulip Holland Resort Kota Batu Malang pada 25–26 November 2025. Agenda dua hari ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola sekaligus merumuskan kurikulum yang sejalan dengan dinamika industri dan kebutuhan kompetensi masa depan.
Kegiatan dibuka dengan sesi evaluasi dan pemetaan arah kebijakan lembaga. Para pimpinan, Badan Pembina Harian, dekan, hingga perwakilan unit kerja hadir untuk memastikan setiap rencana dan kebijakan kampus berjalan dalam kerangka pengembangan institusi yang lebih adaptif.
Rektor ITBADLA, Dr. Hj. Mu’ah, M.M., M.Pd., menegaskan bahwa transformasi tata kelola dan pembaruan kurikulum merupakan keharusan bagi perguruan tinggi yang ingin tetap relevan. Menurutnya, perubahan di dunia kerja menuntut perguruan tinggi tidak hanya menyesuaikan diri, tetapi juga memimpin arah penguatan kompetensi lulusan.
“ITBADLA harus hadir sebagai institusi yang berdampak. Kita tidak bisa bertahan dengan pola yang sama ketika kebutuhan industri berubah cepat. Transformasi kurikulum dan tata kelola adalah langkah strategis yang harus kita jalankan bersama,” ujar Dr. Mu’ah.
Pembahasan program kerja tiap unit berlangsung sistematis dengan fokus pada integrasi sistem, penguatan layanan akademik, dan penyiapan ekosistem pembelajaran yang lebih fleksibel. Workshop kurikulum berbasis OBE menjadi titik perhatian utama. Peserta membahas pemetaan capaian pembelajaran, struktur kurikulum, hingga strategi penjaminan mutu agar implementasinya selaras dengan standar yang digunakan secara global.
Forum juga menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel dan terukur. Integrasi sistem administrasi akademik dan non-akademik diharapkan mampu memudahkan proses evaluasi, pengambilan keputusan, serta peningkatan kualitas layanan bagi mahasiswa.
Penguatan SDM sebagai Kunci Implementasi OBE
Anggota Badan Pembina Harian (BPH) ITB Ahmad Dahlan Lamongan, Drs. H. Na’im, M.M, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi langkah utama dalam memastikan implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) berjalan efektif. Pesan tersebut disampaikan dalam sesi khusus pembinaan SDM pada Rapat Kerja ITB Ahmad Dahlan.
Sesi pembinaan yang diikuti rektor, wakil rektor, dekan, ketua program studi, serta seluruh unit kerja ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan kapabilitas internal. Drs. H. Na’im, M.M menjelaskan bahwa transformasi tata kelola dan kurikulum tidak dapat dilepaskan dari kesiapan para pelaksana di tingkat fakultas dan program studi.
“Penguatan SDM adalah fondasi utama. Setiap dosen dan unit kerja harus memahami perannya dalam memastikan kebijakan berjalan sesuai arah pengembangan kampus,” ujar Drs. H. Na’im, M.M.
Ia menegaskan bahwa penerapan OBE membutuhkan konsistensi dalam menyusun capaian pembelajaran, mengembangkan metode pengajaran, serta merancang evaluasi yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat proses belajar. Menurutnya, kesiapan SDM akan menjadi pembeda dalam keberhasilan implementasi kurikulum.
“Kurikulum OBE tidak akan berdampak jika tidak dihidupkan dalam praktik. Ini menuntut kedisiplinan, kolaborasi, dan evaluasi yang terukur,” kata beliau.
Na’im juga menyoroti pentingnya tata kelola yang transparan dan berbasis data. Ia menilai bahwa kampus harus memiliki budaya kerja yang mampu merespon perubahan sekaligus menjaga akuntabilitas di setiap lini organisasi.
Pembinaan SDM ini menjadi salah satu agenda strategis dalam rangkaian Rapat Kerja yang diarahkan untuk memperkuat fondasi institusi dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi. Melalui penguatan SDM dan penerapan OBE, ITB Ahmad Dahlan didorong untuk memperkuat relevansi akademik dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Raker ditutup dengan penyelarasan rekomendasi dan peneguhan komitmen seluruh unit untuk menjalankan program secara terukur. Rumusan tersebut menjadi pedoman bagi ITBADLA dalam melangkah ke 2025 dengan tujuan memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan industri. (Yudi)


