JALAMU Jatim Dikukuhkan, Muhammadiyah Tegaskan Keberpihakan pada Nelayan

Suara Muhammadiyah

26 January 2026

661
JALAMU Jatim

JALAMU Jatim

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengukuhkan Jamaah Nelayan Muhammadiyah (JALAMU) se Jawa Timur (Jatim) pada Ahad (25/1) di Surabaya. Hadir dalam pengukuhan itu, Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas, Ketua MPM PP Muhammadiyah M. Nurul Yamin beserta jajaran, serta Ketua PDM Surabaya dan jajarannya.

Pengukuhan ini mengambil tema “Menguatkan Ukhuwah, Meneguhkan Dakwah Maritim Nelayan Muhammadiyah.” Melalui JALAMU Jatim diharapkan terbangun pemahaman bersama dan sinergi yang lebih kuat dalam mengembangkan dakwah dan pemberdayaan nelayan di wilayah pesisir.

Pengukuhan JALAMU se-Jatim ini mendapat apresiasi dari Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas. Keberadaan JALAMU diharapkan akan menjadi pembela nasib nelayan di Indonesia.

“Itu menjadi salah satu gambaran bahwa nelayan ini orang-orang – masayrakat yang hidupnya berjuang dengan sungguh-sungguh memanfaatkan rizki dari Allah,” katanya.

Pada kesempatan ini Busyro kembali menegaskan keberpihakan Muhammadiyah kepada kelompok-kelompok masyarakat yang tertindas. Tidak hanya kepada kelompok nelayan, tapi juga ke berbagai masyarakat dengan kluster mata pencarian lainnya.

Faktanya, tak sedikit masyarakat pinggiran – termasuk nelayan mengalami nasib buruk dari adanya pembangunan. Mereka tidak terlibat atau tidak dilibatkan dalam rencana pembangunan.

Busyro meminta, kelompok-kelompok masyarakat pinggiran harus menjadi concern utama dari sebuah pembangunan. Jangan sampai pembangunan yang dilakukan justru memperdalam ketimpangan kelas di Indonesia. Sementara itu, M. Nurul Yamin dalam sambutannya menyampaikan, dakwah ke kelompok nelayan merupakan amanah dari Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta tahun 2022 lalu, yakni penguatan dakwah bagi kelompok akar rumput.

“Oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat yang mendapat untuk melakukan pemberdayaan salah satunya adalah sektor nelayan di samping pertanian, juga difabel, kelompok buruh, daerah 3T, kelompok dhuafa dan mustadh’afin lainnya,” katanya.

Sementara pengucapan ikrar JALAMU dipimpin langsung oleh Ketua JALAMU Pusat, Muhammad Prima Putra. Salah satu poin menarik dari ikrar tersebut adalah gerakan kembali melaut bagi generasi nelayan masa depan (generasi muda).


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dr. H. Hamim Ilyas, MA, menyampaikan materi pada acara Baitul Arqom....

Suara Muhammadiyah

2 October 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Maka....

Suara Muhammadiyah

12 June 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

24 February 2026

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Hal menarik kembali terlaksana di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)....

Suara Muhammadiyah

3 April 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Jarak ribuan kilometer antara Kabupaten Sarmi, Papua, dan Kota B....

Suara Muhammadiyah

25 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah