Jangan Gundah Selamanya, Tak Sesuai Harapan Bukan Akhir Segalanya

Suara Muhammadiyah

20 August 2026

113
dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes

dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Hidup itu sarat dengan misteri. Tidak ada yang mengetahui secara pasti, hari esok akan seperti apa. Terkadang, harapan yang didamba, tidak sesuai dengan kenyataan.

"Biasanya harapan dan kenyataan tidak sama, tidak sesuai," ungkap Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Atas fakta yang sedemikian itu, muncul pertanyaan di permukaan; apakah keliru punya sebuah harapan? "Tidak," tegas Agus. Sekalipun tidak semua kumpulan harapan dalam kehidupan bisa terwujud. Lantas, di situasi seperti itu, muskil tak bersedih hati.

"Bersedih boleh, tapi menderita jangan. Sakit boleh tapi tidak menderita. Kalau kita menderita berarti menganggap itu masalah," tegas Agus, Rabu (12/8) saat Kajian Rabu Pagi Majelis Ta'lim Al-Hijrah di Masjid Agung Syuhada, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Sebuah sampel disajikan begini. Syahdan, seorang mendaftarkan diri di perguruan tinggi yang didamba. Ketika tidak diterima, niscaya sedih.

"Wajar, tapi jangan terus menderita seolah-olah dunia runtuh," tekannya.

Justru dibalik itu, kehendak Allah memberikan harapan yang jauh lebih baik. Tidak pernah disangka-sangka sebelumnya, bahkan dalam kerangka berpikir rasionalitasnya sekalipun.

"Banyak orang tidak diterima, ditempat lain karirnya terbaik. Banyak yang begitu," ungkapnya.

Tampaklah kentara jika kenyataan dari sebuah harapan tidaklah selalu buruk. Meski hal itu getir-pahit sekalipun. "Kenapa sering jadi masalah?" Tanya Agus.

Menurutnya, manusia sering tidak memiliki ilmu hikmah. Yang darinya kemudian, bisa berpikir rasional untuk mencerna substansi dari hal-hal yang terjadi di lapangan kehidupan.

"Kita memang dengan keterbatasan kadang tidak bisa menangkap hikmah di balik quote-unquote yang kita sebut musibah," bebernya.

Dalam sebuah riwayat Muslim, Nabi Muhammad Saw bersabda, "Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin." Kenapa menakjubkan? Disambung Nabi, "Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya."

"Di hadis itu, bahkan kondisi bahkan Nabi menyebut kondisi ini tidak terjadi kecuali pada orang beriman," ujarnya.

Berarti, kalau mengaku beriman, kuncinya dua, kalau kejadiannya sesuai ekspektasi perilakunya bersyukur. "Betul kata orang bijak, hari-hari yang mendatangkan kebahagiaan, adalah hari-hari di mana orang memulainya dengan bersyukur," terangnya.

"Jangan sampai kita ini menjadi syukur setelah dipaksa oleh Allah diambil sebagian kenikmatan itu," imbuhnya. Begitu pula sebaliknya, jika tidak sesuai harapan, maka letakkan ketegaran hati dengan bersabar. Dan tetap menomorsatukan syukur atas anugerah yang diberikan Allah.

“Tugas kita itu adalah ikhtiar terbaik. Kita tidak bisa menentukan hasilnya. Hasil bukan tanggung jawab kita. Maka kalau sudah berikhtiar terbaik, pasrahkan kepada Allah. Yakin bahwa Allah yang lebih mengetahui mana yang terbaik,” pungkas Agus. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Para atlet dari Pimpinan Cabang Tapak Suci Putera Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

27 February 2026

Berita

K3S SD/MI Muhammadiyah Surabaya Gelar Wisuda Akbar Tahfidzul Qur’an SURABAYA, Suara Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

31 May 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Grand Openi....

Suara Muhammadiyah

21 February 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Prof. Dr. Agussani,....

Suara Muhammadiyah

30 December 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pendiri Asian Muslim Charity Foundation (AMCF) dari Dubai, Uni Emirat....

Suara Muhammadiyah

25 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah