Juara 3 Nasional, Mahasiswa UM Bandung Angkat Bahaya "Curhat" ke AI

Suara Muhammadiyah

26 November 2025

850
mahasiswa program studi Psikologi UM bandung

mahasiswa program studi Psikologi UM bandung

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dua mahasiswa program studi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Najma Alya Salsabila dan Zahra Suci Apuza berhasil meraih juara tiga dalam lomba artikel ilmiah ”Muhammadiyah-Aisyiyah National Psychology 2025.”

Perlombaan yang digelar di Purwokerto ini digelar Asosiasi Psikologi Seluruh Indonesia Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (APSI PTMA). Banyak ragam perlombaan yang diperlombakan, mulai dari bidang akademik hingga kegiatan non-akademik.

Najma Alya Salsabila mengaku sangat bersyukur dan mengaku senang sekali dapat meraih penghargaan tersebut. ”Sebenarnya waktu itu ada project lain, cuma karena ini lombanya cakupan seluruh Indonesia, iya kita gas aja, kapan lagi gitu dapat kesempatan lomba kayak gini," ucap Alya di UM Bandung pada Selasa (25/11/2025).

Penyusunan artikel untuk perlombaan ini kata Najma berlangsung alot selama dua minggu. Dia dan rekan bekerja keras menyusunnya. "Tentu dengan arahan dari dosen pembimbing kita fokuskan betul pengerjaanya hingga memastikan semua isi ataupun teknis pengerjaan artikelnya tidak ada kesalahan," terang Alya.

Ia mengungkapkan bahwa ini merupakan kali kedua dirinya berpartisipasi dalam kompetisi pada bidang karya tulis ilmiah. ”Selain mencari pengalaman baru ataupun ajang pembelajaran, lomba ini juga menjadi jalan untuk bisa berdampak sebagai mahasiswa psikologi yang berperan sebagai agen perubahan," terang mahasiswa Psikologi UM Bandung angkatan 2024 ini.

Dalam perlombaan tersebut, dirinya bersama Zahra Suci Apuza menyusun artikel ilmiah berjudul ”Pengaruh Rasa Kesepian pada Penggunaan Artificial Intelligence terhadap Terjadinya Interaksi Parasosial.”

Ia menjelaskan bahwa rupanya curhat dengan Artificial Intelligence (AI) menjadi urgensi dan perhatian bagi dunia psikologi saat ini. ”Banyak di luar sana yang merasa adanya keterikatan perasaan manusia dengan AI karena merasa kesepian,” ungkap Alya.

Beberapa di antaranya memanfaatkan AI sebagai ruang bercerita untuk mendapatkan perhatian atau validasi emosional tanpa rasa dihakimi. ”Pengguna AI yang menjadikan AI sebagai teman curhat merasa tidak perlu memikirkan bagaimana pandangan dunia sosial dan juga budaya terkait cerita yang disampaikan,” ujar Alya.

Menurutnya, interaksi parasosial atau hubungan satu arah dengan kecerdasan buatan tersebut dapat berdampak negatif bagi kehidupan generasi muda. Terutama dalam hal kepercayaan terhadap sosok yang dijadikan tempat bercerita.

”Tentu melalui artikel ini kami menghimbau agar teman-teman dapat menggunakan AI dengan cara yang bijak. Sejatinya AI hanya sebagai alat pembantu, bukan sebagai pengganti kita dalam bersosial," tandasnya. (FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah - Di tengah langit biru yang membentang di atas Pusat Pendidikan dan Pelati....

Suara Muhammadiyah

16 December 2023

Berita

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Prodi Biokewirausahaan Fakultas Ilmu Fokal dan Ilmu Terapan (FIFIT) UMM....

Suara Muhammadiyah

8 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) mengadakan kegiatan ....

Suara Muhammadiyah

22 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta (Muchild) mengadakan kegiatan kunjung....

Suara Muhammadiyah

25 October 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 650 siswa mulai dari kelas 1ABCD hingga kelas 6ABCD SD Muh....

Suara Muhammadiyah

2 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah