Kader IMM Harus Junjung Moralitas dan Profesionalisme dalam Bernegara

Suara Muhammadiyah

28 June 2026

137
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bangunan moralitas dan profesionalisme dalam penyelenggaraan negara harus terus ditegakkan dan dirawat, terutama oleh para kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Demikian dikemukakan Abidin Fikri, Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI.

“Tantangan terbesar bagi kader-kader yang "berdiaspora" di ranah publik bukanlah sekadar bagaimana mendapatkan kekuasaan, melainkan bagaimana mempertanggungjawabkannya,” tegas Abidin.

Abidin memandang, IMM sebagai organisasi otonom yang berkemajuan dan pro-aktif dalam mengurus ihwal kebangsaan dan keindonesiaan.

Itulah poin dalam Dialog Kebangsaan Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (Fokal IMM DIY), Ahad (28/6) di Burza Hotel Yogyakarta.

“IMM itu adalah kader bangsa. Kader bangsa itu posisinya di mana saja boleh, baik di parlemen, birokrasi, komisi-komisi negara, hingga akademisi,” ujarnya.

Sehingga, kader IMM jangan sampai jengah untuk berdiaspora lebih membuana. Lebih-lebih berkecimpung di dunia perpolitikan.

“Kalau Anda mampu, tunjukkan kapasitas Anda," tegas Abidin.

Lain hal paling fundamental, ketika sudah masuk ke perpolitikan, perlu menjaga diri agar tidak terjeblos dalam ngarai korupsi hatta kekuasaan yang diemban. Sebab, sudah banyak kasus yang laik dijadikan kaca benggala, sehingga tidak terjebak pada hal demikian.

“Logika kekuasaan itu sederhana: semakin besar kuasanya, semakin besar kecenderungannya untuk zalim dan korup,” bebernya.

Apa yang kemudian bisa membatasi itu? Kata Abidin ada dua variabel utama; kejujuran dan kesalehan pada diri sendiri.

“Seorang penyelenggara negara tidak boleh menggunakan instrumen pemerintahan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau golongan,” terangnya.

Dalam pada itu, Abidin mengingatkan, mesin kekuasaan harus diejawantahkan sesuai dengan garis konstitusi yang telah dipakemkan, sehingga setiap kebijakan tetap berpokok pangkal pada Pancasila dan UUD 1945.

“Kalau waktunya selesai, ya nyatakan selesai. Jangan memberikan harapan-harapan palsu. Kita butuh pemimpin yang sadar batas kekuasaan," tegasnya lagi. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Karakteristik manusia bertakwa salah satunya senantiasa mendirik....

Suara Muhammadiyah

26 February 2026

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan tajinya sebag....

Suara Muhammadiyah

13 May 2026

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Surabaya (PC IMM K....

Suara Muhammadiyah

26 August 2024

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Darul Arqam Dasar (DAD) PK IMM STIKes Aisyiyah Palembang berjalan su....

Suara Muhammadiyah

1 April 2024

Berita

TANGSEL, Suara Muhammadiyah - Lazismu resmi meluncurkan program Ramadhan 1445 H. Acara ini juga dike....

Suara Muhammadiyah

4 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah