KAMASTU Bootcamp Asah Kemampuan Berpikir Kritis dan Menulis

Publish

27 October 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
830
Pelatihan Mastermind of Content AMM DIY

Pelatihan Mastermind of Content AMM DIY

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah— KAMASTU Bootcamp AMM DIY sukses mengadakan sesi pelatihan bertajuk Mastermind of Content, yang berlangsung pada Kamis malam, 24 Oktober 2024, di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jalan Gedongkuning, Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang yang antusias untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan menulis.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Muhammad Ridha Basri, dosen Universitas Ahmad Dahlan dan redaktur Suara Muhammadiyah, yang membawakan materi yang berfokus pada teknik berpikir kritis dan pelatihan menulis. Ridha Basri menekankan pentingnya membaca sebagai fondasi utama dalam pengembangan tulisan. Membaca menghubungkan penulis dengan dunia di luar dirinya, memberikan gambaran tentang berbagai gagasan, pengalaman, serta pendekatan yang berbeda dalam melihat dan memahami realitas.

“Membaca adalah fondasi utama bagi seorang penulis. Ibarat makanan bagi tubuh, membaca adalah asupan yang memberikan nutrisi bagi pikiran dan imajinasi. Bagi penulis, membaca tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga memperkaya cara berpikir, memperdalam pemahaman, dan menajamkan kemampuan untuk mengungkapkan gagasan secara efektif,” ujarnya di hadapan peserta yang merupakan Angkatan Muda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia mendorong peserta untuk terus mengasah rasa ingin tahu serta kepekaan terhadap berbagai permasalahan di sekitar sebagai inspirasi untuk menulis. “Rasa penasaran harus dipupuk, begitu juga dengan kritis dan skeptis. Tanpa rasa penasaran, penulis kesulitan menggali informasi penting. Penulis harus memiliki sikap kritis dan skeptis dengan cara mempertanyakan kembali alternatif jawaban-jawaban dari rasa penasaran. Jangan terjebak mengikuti omongan orang lain demi mendapatkan pujian atau validasi tanpa berpikir secara logis dan jernih,” ulasnya.

Ridha Basri memberikan contoh dari sosok-sosok penulis besar seperti Buya Hamka dan Quraish Shihab yang memiliki ketekunan dan kepiawaian dalam menuangkan gagasan kritis dalam tulisan mereka. “Menulis adalah kemampuan yang lahir dari kepekaan dalam mengamati dunia. Mengasah kemampuan berpikir kritis adalah kunci untuk menghasilkan tulisan yang relevan dan berpengaruh,” ungkapnya. Pada akhirnya, menulis bukan soal bakat, tetapi perpaduan antara latihan, menikmati proses, dan konsistensi diri.

Ketua panitia, Ella Yussy Dwi Astuti mengatakan bahwa program Mastermind of Content ini dirancang menjadi pembelajaran yang terstruktur, singkat, dan intensif, yang berfokus pada peningkatan keterampilan secara cepat dan efektif bagi para seserta. “Kami berharap pelaksanaan Boothcamp ini mampu menjadi budaya yang baik dalam upaya pengembangan Tim Pengelola KAMASTU dan peserta lainnya, baik secara kuantitaif dan kualitatif,” katanya. (NA)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PABELAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar acara khusus, ....

Suara Muhammadiyah

11 September 2023

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah Disaster Manag....

Suara Muhammadiyah

26 October 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Sejumlah 203 murid kelas II, III, dan V SD Muhammadiyah Program Khus....

Suara Muhammadiyah

19 February 2025

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 90 siswa SMP Muhammadiyah Plus atau SMP MPplus Gunungpr....

Suara Muhammadiyah

16 September 2025

Berita

Peminatan IT Class dan International Class Program, Banyak Diminati Murid Baru CILACAP, Suara Muham....

Suara Muhammadiyah

14 July 2025