FILIPINA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali memperkuat peran globalnya melalui program pengabdian kepada masyarakat internasional dengan menyelenggarakan One Day Workshop on Developing Islamic Scheme for Micro Finance di Mindanao State University Iligan Institute of Technology (MSU-IIT), Filipina pada hari Selasa 31 Maret 2026. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UMY serta berkolaborasi dengan MSU-IIT dan MSU-IIT National Multi-Purpose Cooperative.
Program ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi pengembangan keuangan syariah di wilayah Mindanao, yang memiliki sekitar 5 juta penduduk Muslim dari total 19 juta populasi. Meskipun Filipina telah memiliki institusi perbankan syariah sejak berdirinya Amanah Islami Bank pada tahun 1973, hingga saat ini belum terdapat koperasi yang beroperasi dengan skema syariah. Kondisi ini membuka peluang strategis bagi pengembangan model keuangan mikro syariah berbasis koperasi yang lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, UMY berupaya berbagi pengalaman Indonesia, khususnya dalam pengembangan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sebagai lembaga keuangan mikro syariah berbasis komunitas yang pernah mendapat penghargaan peringkat 2 kategori Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) dari Dinas Koperasi dan UMK Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengalaman pengelolaan BMT UMY pada periode 2021–2026 di bawah kepemimpinan Prof. Rizal Yaya menjadi salah satu best practice yang diangkat dalam workshop ini, terutama dalam aspek tata kelola, inovasi produk, serta integrasi nilai sosial dan ekonomi Islam.
Dalam sambutannya, Prof. Rizal Yaya sebagai Ketua Tim Pengabdian menegaskan bahwa keuangan mikro syariah memiliki peran strategis dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi umat. “Model koperasi syariah seperti BMT terbukti mampu menjangkau sektor mikro dengan pendekatan yang lebih adil, berbasis kemitraan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” ungkapnya.
Selain tiga sesi yang diisi oleh Prof Rizal Yaya, workshop ini juga menghadirkan narasumber strategis dari Filipina, yaitu Mr. Jalani M. Ramos, Branch Manager Amanah Islamic Bank Kota Iligan, yang memberikan pemaparan mengenai ekosistem dan praktik keuangan syariah di Filipina. Selain itu, turut berkontribusi Dr. Leonilo Go Paulin, seorang Sharia lawyer dan konsultan kepatuhan syariah asal Filipina, yang membahas aspek hukum dan skenario implementasi keuangan mikro syariah dalam kerangka regulasi nasional. Keterlibatan para praktisi ini memperkaya perspektif peserta dalam mengintegrasikan aspek teori, praktik, dan regulasi.
Workshop ini diikuti oleh akademisi, praktisi, dan pengelola koperasi, serta dirancang dalam lima modul utama yang mencakup pengenalan konsep dasar ekonomi dan keuangan Islam, pemahaman akad-akad syariah, pengalaman tata kelola keuangan mikro syariah di Indonesia, serta pembahasan ekosistem dan kerangka regulasi keuangan syariah di Filipina. Selain itu, peserta juga dilibatkan dalam diskusi interaktif mengenai skenario implementasi produk keuangan syariah dalam konteks hukum lokal.
Sebagai hasil konkret, kegiatan ini menghasilkan draft produk keuangan mikro syariah berbasis akad murฤbaแธฅah atau mushฤrakah, serta roadmap implementasi koperasi syariah di lingkungan MSU-IIT National Multi-Purpose Cooperative. Output ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan koperasi syariah pertama di wilayah tersebut.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi UMY sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam internasionalisasi pengabdian masyarakat, serta berkontribusi dalam pengembangan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam di tingkat global. Ke depan, UMY bersama mitra di Filipina berkomitmen untuk melanjutkan kolaborasi melalui program pendampingan teknis dan implementasi pilot project guna memastikan keberlanjutan dan dampak nyata dari inisiatif ini.
