"Keberpihakan" Langit dalam Gejolak Perang: Refleksi dari Ar-Rum hingga Gaza

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
110
Foto: Freepik

Foto: Freepik

Oleh: Roehan Usman (Pengasuh PP Ibnul Qoyyim/Anggota Muhammadiyah Patuk Gunungkidul)

Beberapa hari lalu, seorang sahabat menulis di media nasional dengan sebuah pertanyaan yang mengusik nalar sekaligus iman: apakah kemenangan dalam perang seperti antara Israel Amerika melawan Iran merupakan indikator keberpihakan Allah? Ataukah karena keberpihakan-Nya, maka Allah akan memenangkan salah satu pihak?

Pertanyaan ini membawa kita pada sebuah refleksi panjang. Jika kita melihat kondisi Gaza hari ini, sulit untuk tidak menarik garis paralel dengan sejarah umat Islam periode Makkah. Penduduk Gaza yang terkepung, dizalimi, dan diblokade selama bertahun-tahun seolah mengalami kembali apa yang dirasakan kaum Muslim awal di masa kenabian: penyiksaan, penyanderaan, dan isolasi total.

Secara geopolitik, situasinya pun mirip. Dahulu dunia terbelah antara Romawi dan Persia. Sekarang, dunia terpolarisasi oleh kekuatan Amerika dan Iran. Menariknya, kaum Muslim awal merasa memiliki ikatan psikologis dengan Romawi karena status mereka sebagai sesama Ahlul Kitab (monoteis), sementara kaum kafir Makkah lebih condong pada Persia yang berpaham pagan.

Belajar dari Surah Ar-Rum

Al-Qur’an mengabadikan ketegangan global masa itu dalam Surah Ar-Rum ayat 1–5. Saat itu, Romawi sempat kalah telak dari Persia. Namun, Al-Qur’an meramalkan bahwa dalam beberapa tahun lagi Romawi akan berbalik menang. Kemenangan Romawi atas Persia ditafsirkan para ulama bukan karena Romawi adalah bangsa yang sempurna, melainkan karena alasan teologis: kemenangan penganut monoteisme atas penyembah berhala. Ayat ke-4 menegaskan, “…Dan pada hari (kemenangan) itu bergembiralah orang-orang yang beriman.”

Ini memberikan kita perspektif bahwa kemenangan dalam sejarah sering kali merupakan instrumen Tuhan untuk tujuan yang lebih besar dalam konteks itu, untuk membesarkan hati kaum Muslimin yang sedang tertindas di Makkah.

Antara Strategi Manusia dan Takdir Tuhan

Namun, apakah “keberpihakan” itu bersifat instan? Jika kita menilik Perang Yamamah dan Perang Yarmuk, kita melihat adanya hukum sebab-akibat (kausalitas) yang sangat erat. Perang Yamamah adalah “pembersihan” internal untuk menstabilkan Semenanjung Arab. Tanpa ketangguhan mental dan taktik yang terasah di Yamamah, mustahil umat Islam mampu memenangkan Perang Yarmuk melawan adidaya Romawi. Di sini, keberpihakan Allah turun melalui proses kematangan umat-Nya. Yarmuk menjadi pintu pembuka bagi pembuktian nubuat Rasulullah saw. tentang jatuhnya dua imperium besar dunia.

Rahasia di Balik Kemenangan

Mungkin menganalogikan peristiwa masa lalu dengan konflik modern antara Palestina–Iran melawan Israel–Amerika tidaklah sepenuhnya presisi. Namun, sejarah sering kali merupakan pengulangan dengan aktor yang berbeda.

Pelajaran terpentingnya adalah bahwa kemenangan atau kekalahan bukanlah sekadar angka di atas kertas atau penguasaan wilayah. Ia adalah rahasia Tuhan yang mengandung hikmah. Kemenangan mungkin diberikan untuk membuktikan sebuah kebenaran (seperti dalam Surah Ar-Rum), sementara kekalahan atau penderitaan mungkin menjadi sarana pemurnian mental dan spiritual sebelum datangnya peristiwa dan kemenangan yang lebih besar.

Tanda-Tanda Akhir Zaman

Ada juga yang mencoba menghubungkan peristiwa saat ini dengan tanda-tanda akhir zaman yang, dalam eskatologi Islam, peperangan antara umat Islam dan kaum Yahudi memang sering disebut sebagai salah satu tanda-tanda kiamat (asyraṭ as-sā‘ah). Hal ini didasarkan pada beberapa hadis sahih, salah satunya diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang menyatakan bahwa kiamat tidak akan terjadi sampai umat Islam memerangi kaum Yahudi.

Peristiwa besar antara umat Islam dan Yahudi di akhir zaman diyakini akan terjadi di wilayah Syam, khususnya di sekitar Palestina dan Baitul Maqdis (Yerusalem). Berdasarkan beberapa hadis, lokasi spesifik yang sering disebutkan terkait puncak peristiwa ini adalah:

  1. Gharqad: hadis menyebutkan pepohonan ini akan menjadi tempat persembunyian, kecuali pohon Gharqad yang disebut sebagai “pohon Yahudi”.
  2. Gerbang Ludd (Bab Ludd): terletak di dekat Tel Aviv modern, tempat ini diyakini sebagai lokasi di mana Nabi Isa a.s. akan membunuh Dajjal, yang saat itu diikuti oleh kaum Yahudi.

Sikap umat Islam saat ini terhadap konflik tersebut sangat beragam, namun umumnya dapat dipetakan ke dalam beberapa perspektif utama berdasarkan literatur keagamaan dan realitas geopolitik:

Banyak umat Islam yang mengaitkan konflik di Palestina dengan nubuat (hadis) Nabi Muhammad saw. mengenai tanda-tanda kiamat, seperti munculnya Dajjal dan turunnya Nabi Isa a.s. Hal ini sering kali menumbuhkan keyakinan bahwa kemenangan akhir akan berada di tangan umat Islam, yang bagi sebagian orang menjadi sumber harapan dan keteguhan iman.

Di luar aspek teologis, mayoritas umat Islam melihat isu ini sebagai perjuangan melawan ketidakadilan dan penjajahan. Fokus utamanya adalah solidaritas terhadap warga Palestina melalui bantuan kemanusiaan, doa, serta advokasi politik di tingkat internasional.

Banyak ulama mengingatkan agar tidak sekadar menunggu keajaiban akhir zaman. Mereka menekankan pentingnya persatuan umat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kekuatan ekonomi sebagai bentuk ikhtiar nyata sebelum datangnya masa yang dijanjikan tersebut.

Secara keseluruhan, umat Islam saat ini berada di antara keyakinan spiritual terhadap nubuatan masa depan dan tanggung jawab moral untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan di masa kini.

Pada akhirnya, hidup dan mati, sengsara dan bahagia hanyalah sarana pembuktian bagi manusia dalam mencapai derajat kemuliaan di sisi-Nya.

 


Komentar

baru

Cara Membatalkan Pinjaman UiPinjam Hubungi Call Center Resmi Via WA☎️(08988184949) Untuk membatalkan pinjaman UiPinjam pastikan berkomunikasi dengan jelas tentang keinginan membatalkan pinjaman untuk menghindari kesalahpahaman dan proses yang tidak di inginkan.

baru

Cara membatalkan pinjaman UiPinjam Hubungi Call Center Resmi Via WA ☎️ (08988184949) Untuk membatalkan pinjaman UiPinjam pastikan berkomunikasi dengan jelas tentang keinginan membatalkan pinjaman untuk menghindari kesalahpahaman dan proses yang tidak di inginkan.

baru

Cara batalkan pinjaman Uipinjam Hubungi Call Center Resmi Via WA☎️ (08988184949) Untuk membatalkan pinjaman pastikan berkomunikasi dengan jelas tentang keinginan membatalkan pinjaman untuk menghindari kesalahpahaman dan proses yang tidak di inginkan.

baru

Cara Batalkan Pinjaman UiPinjam Hubungi Call Center Resmi Via WA ☎️ (08988184949) Untuk membatalkan pinjaman UiPinjam pastikan berkomunikasi dengan jelas tentang keinginan membatalkan pinjaman untuk menghindari kesalahpahaman dan proses yang tidak di inginkan.

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Puasa Bukan Hukuman, Tapi Jalan Kebahagiaan Menuju Tuhan Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu B....

Suara Muhammadiyah

11 March 2024

Wawasan

Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Kita sedang membahas pelajaran....

Suara Muhammadiyah

6 September 2024

Wawasan

Wakaf Hutan dan Keberlanjutan Lingkungan Oleh: Muhammad Zulfikar Yusuf, Ketua Divisi Dakwah Sekolah....

Suara Muhammadiyah

13 January 2026

Wawasan

Oleh: Prima Trisna Aji, Dosen prodi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang 1 Muh....

Suara Muhammadiyah

26 June 2025

Wawasan

Oleh: Donny Syofyan Pada tulisan sebelumnya saya sudah menyajikan penekanan Islam pada hak-hak oran....

Suara Muhammadiyah

6 October 2023