Kehadiran Islam Berorientasi Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua

Publish

10 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
99
Gita Danu Pranata, SE., MM., CRB., CRA., CRP

Gita Danu Pranata, SE., MM., CRB., CRA., CRP

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Islam harus bisa menghadirkan kemakmuran untuk semua. Demikian dikatakan Gita Danu Pranata, Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penekanan di sini terdapat pada diksi menghadirkan.

“Keadaan untuk berbuat sesuatu yang bermakna dan bermanfaat bagi orang lain,” katanya, saat Khutbah Jumat di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan Kampus 4, Jumat (9/1).

Dikemukakan Gita, kata menghadirkan terambil dari kata hadir. Jika dilongok dari bahasa Arab, mengandung arti “maujud”, yakni ada dan mengada atau mewujud di dunia nyata.

“Hadir dalam kaitan “hadlarah” artinya menghadirkan “peradaban”, yakni membangun “kebudayaan berkemajuan”,” jelasnya.

Sementara, kata kemakmuran terambil dari kata makmur. Secara leksikal Arab ialah "al-rakhā' atau "al-yumnu wa al-barakah yakni damai, sejahtera, dan berkah. Kalau dari tinjauan bahasa Indonesia, berarti banyak hasil; banyak penduduk dan sejahtera; serba kecukupan; tidak kekurangan.

’’Kemakmuran atau keadaan makmur adalah semua harta milik dan kekayaan potensi yang dimiliki negara untuk keperluan seluruh rakyat; keadaan kehidupan negara yang rakyatnya mendapat kebahagiaan jasmani dan rohani akibat terpenuhi kebutuhannya,” terangnya.

Di lain sisi, juga bermakna keadaan atau situasi di mana seseorang atau suatu negara mengalami kesejahteraan, kelimpahan, atau kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, dan budaya.

"Secara umum, kemakmuran menggambarkan kondisi yang serba cukup atau bahkan berlebih, baik dalam hal materi maupun kualitas hidup," tambah Gita.

Pada saat yang sama, kemakmuran sering kali menghasilkan kekayaan yang berlebih atau berlimpah, seperti kebahagiaan dan kesehatan. Pandangan lain merujuk pada konsep yang seimbang, bahwa kemakmuran adalah kesejahteraan lahir dan batin, materiel dan spiritual.

"Kemakmuran bukan kemajuan fisik, materi, dan ekonomi belaka. Indonesia makmur dalam khazanah sosio-historis sering disebut dan diidentikkan dengan cita-cita “Gemah Ripah Loh Jinawi”, yakni negeri yang tanahnya subur serta masyarakatnya tentram, damai, aman, adil, dan sejahtera, " tegasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah - Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unismuh Makassar kembali menggelar ke....

Suara Muhammadiyah

1 May 2025

Berita

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMP tahun ini kembali digelar di berb....

Suara Muhammadiyah

30 August 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Setelah pengukuhan anggota tiga majelis Pimpinan Cabang Muhammad....

Suara Muhammadiyah

13 October 2023

Berita

PADANGPANJANG, Suara Muhammadiyah - Dalam upaya penguatan pemahaman ilmu warisan bagi santri, Pondok....

Suara Muhammadiyah

12 January 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Kontingen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berha....

Suara Muhammadiyah

14 March 2025