BANTUL, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) yang dilaunching Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Sabtu (4/7), menjadi wajah baru pendidikan Muhammadiyah.
Muhammad Ikhwan Ahada menyebut, kehadiran MSUS ini menjadi sangat istimewa. Kenapa? Baginya ini sebagai manifestasi dalam mewujudkan impian pendidikan yang berkeunggulan.
“Termasuk, menterjemahkan putusan Muktamar dan 8 program prioritas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY,” terang Ketua PWM DIY itu, Ahad (5/7) saat Sarasehan Pendidikan bersama Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Kompleks MSUS.
Ikhwan mengemukakan, pembangunan MSUS ini terbilang sangat cepat. “Dibangun selama 272 hari. Jadi tidak sampai 1 tahun,” katanya, dengan biaya kurang lebih sekitar 38 miliar.
“Dan insyaallah tidak akan ada atau tidak ada hutang pada saatnya nanti,” beber Ikhwan.
Ikhwan mendorong agar pendidikan Muhammadiyah di DIY terus dikembangkan secara berkesinambungan. “Mari kita wujudkan transformasi pendidikan,” ajaknya.
Demikian jua halnya, mampu merespons pelbagai tantangan kontemporer. Pihaknya telah menyiapkan sekolah yang berpotensi untuk menjawab itu.
“Termasuk di dalamnya SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang saat ini menjadi SMA Unggul Garuda Transformasi,” terangnya.
Ikhwan yakin dan optimis, kehadiran sekolah tersebut berikut beberapa sekolah berikutnya nanti akan bisa memberikan jawaban untuk pendidikan ke depan.
“Kami berharap bimbingan agar DIY ini small beautiful but powerful (Kecil, cantik, namun perkasa),” tukasnya. (Cris)

