Keluar dari Zona Nyaman, Kunci Kepala Madrasah Muhammadiyah Lahirkan Perubahan

Suara Muhammadiyah

23 July 2026

382
Prof Dr Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

Prof Dr Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Keberadaan madrasah tidak bisa dipisahkan dan bahkan terpinggirkan. Sebab, posisinya sangat strategis dan sejajar.

"Tidak ada perbedaan. Seharusnya sekolah dan madrasah punya posisi yang sejajar," tegas Irwan Akib.

Disigi dari mata pelajarannya, serupa, yakni belajar agama dan pengetahuan umum. "Jadi kurang lebih hampir sama saja secara substansi. Hanya pengelolaannya," tutur Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Dalam tesmak orang tua, madrasah ekuivalen dengan penempaan pendidikan agama dengan wilayah ekosistem yang religius. 

"Dialah (orang tua) yang memilih madrasah di banding sekolah," bebernya, Kamis (23/7) saat membuka Rapat Kerja (Raker) Duta Madrasah Muhammadiyah di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Dadapan, Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Tapi, yang menjadi problematik, opsi yang dituju bukan di Muhammadiyah, tapi madrasah negeri. Di sinilah pentingnya pencandraan langkah-langkah penting untuk menarik minat masyarakat untuk memasukkan anak-anaknya ke madrasah Muhammadiyah.

"Teman-teman merumuskan kira-kira seperti apa motivasi yang diberikan kepada kepala madrasah, sehingga memang berani untuk melakukan perubahan," ujarnya.

Kepala madrasah jangan terjebak dalam pusaran zona nyaman. Mengapa begitu? Bongkar Irwan, zona nyaman membuat pergerakan menjadi stagnan. Tidak ada pacuan untuk melangkah ke depan.

"Bekerja jadi kepala sekolah itu memang untuk perjuangan dan bersedia untuk mengorbankan waktunya, mengorbankan tenaganya, pikirannya untuk membesarkan sekolah itu," tegasnya.

Yang pasti, semua berawal dari bawah. Dari susah payah, baru setelah itu, beranjak ke jalan yang mudah.

"Tidak akan ada perubahan itu, kalau kesulitannya ditunggu untuk selesai. Akhirnya tidak akan ada perubahan," tuturnya.

Perubahan akan terjadi bilamana dibarengi dengan usaha bertungkus lumus sedemikian rupa. Dari sinilah kemudian dapat keluar dari kesulitan yang melilit itu.

"Harus bersedia menerima konsekuensi sebagai seorang orang kepala sekolah," tekannya.

Lebih-lebih, dalam menghadapi aneka tantangan yang makin kompleks. "Ke depan itu tidak begitu gampang," tuturnya, menyoroti perubahan yang datang dengan begitu cepat dan masif.

"Maka sekolah madrasah kita juga harus berbenah," ajak Irwan. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

30 November 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas M....

Suara Muhammadiyah

18 June 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihala....

Suara Muhammadiyah

1 April 2026

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang memperk....

Suara Muhammadiyah

9 March 2026

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Pengajian selapanan yang sudah rutin dilaksanakan Pengurus Cabang Muh....

Suara Muhammadiyah

19 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah