Keluar dari Zona Nyaman, Kunci Kepala Madrasah Muhammadiyah Lahirkan Perubahan

Suara Muhammadiyah

23 July 2026

288
Prof Dr Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

Prof Dr Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Keberadaan madrasah tidak bisa dipisahkan dan bahkan terpinggirkan. Sebab, posisinya sangat strategis dan sejajar.

"Tidak ada perbedaan. Seharusnya sekolah dan madrasah punya posisi yang sejajar," tegas Irwan Akib.

Disigi dari mata pelajarannya, serupa, yakni belajar agama dan pengetahuan umum. "Jadi kurang lebih hampir sama saja secara substansi. Hanya pengelolaannya," tutur Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Dalam tesmak orang tua, madrasah ekuivalen dengan penempaan pendidikan agama dengan wilayah ekosistem yang religius. 

"Dialah (orang tua) yang memilih madrasah di banding sekolah," bebernya, Kamis (23/7) saat membuka Rapat Kerja (Raker) Duta Madrasah Muhammadiyah di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Dadapan, Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Tapi, yang menjadi problematik, opsi yang dituju bukan di Muhammadiyah, tapi madrasah negeri. Di sinilah pentingnya pencandraan langkah-langkah penting untuk menarik minat masyarakat untuk memasukkan anak-anaknya ke madrasah Muhammadiyah.

"Teman-teman merumuskan kira-kira seperti apa motivasi yang diberikan kepada kepala madrasah, sehingga memang berani untuk melakukan perubahan," ujarnya.

Kepala madrasah jangan terjebak dalam pusaran zona nyaman. Mengapa begitu? Bongkar Irwan, zona nyaman membuat pergerakan menjadi stagnan. Tidak ada pacuan untuk melangkah ke depan.

"Bekerja jadi kepala sekolah itu memang untuk perjuangan dan bersedia untuk mengorbankan waktunya, mengorbankan tenaganya, pikirannya untuk membesarkan sekolah itu," tegasnya.

Yang pasti, semua berawal dari bawah. Dari susah payah, baru setelah itu, beranjak ke jalan yang mudah.

"Tidak akan ada perubahan itu, kalau kesulitannya ditunggu untuk selesai. Akhirnya tidak akan ada perubahan," tuturnya.

Perubahan akan terjadi bilamana dibarengi dengan usaha bertungkus lumus sedemikian rupa. Dari sinilah kemudian dapat keluar dari kesulitan yang melilit itu.

"Harus bersedia menerima konsekuensi sebagai seorang orang kepala sekolah," tekannya.

Lebih-lebih, dalam menghadapi aneka tantangan yang makin kompleks. "Ke depan itu tidak begitu gampang," tuturnya, menyoroti perubahan yang datang dengan begitu cepat dan masif.

"Maka sekolah madrasah kita juga harus berbenah," ajak Irwan. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Tak hanya sukses menyedot animo ribuan warga dan simpatisan Mu....

Suara Muhammadiyah

2 December 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UAD menerima kunjungan dari Institu....

Suara Muhammadiyah

1 August 2023

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM)....

Suara Muhammadiyah

11 May 2025

Berita

SD Muhammadiyah Kutacane Teken MoU dengan SD Muhammadiyah Sapen Jogja YOGYAKARTA, Suara Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

13 February 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Lazismu Jawa Tengah saat ini tengah menjalani proses audit keua....

Suara Muhammadiyah

24 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah