Kepala Madrasah Muhammadiyah Harus Berani Melakukan Terobosan Sebelum Orang Lain Memikirkannya

Suara Muhammadiyah

24 July 2026

219
Prof Dr Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

Prof Dr Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah – Madrasah Muhammadiyah bukan sekadar lembaga transfer ilmu, melainkan pusat pembibitan kader bangsa dan Persyarikatan.

Di sinilah peran vital kepala madrasah Muhammadiyah sebagai garda terdepan membawa madrasah jauh lebih mentereng di tingkat nasional, dan bahkan global.

“Kepala sekolah harus punya impian bagaimana mengubah sesuatu yang saya sebut dari pasir menjadi mutiara,” ujar Irwan Akib, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Lebih substansial lagi, harus punya strategi untuk menjadikan madrasah Muhammadiyah diminati oleh masyarakat. “Itulah yang perlu kita diskusikan. Dan itu terkadang masing-masing pimpinan punya cara,” sebutnya.

Hal lain dari itu, terang Irwan, berpokok pangkal dari penampilan. Kepala madrasah Muhammadiyah harus bisa mendesain madrasah laik dipandang sebagai tempat mengenyam pendidikan generasi masa depan bangsa.

“Penampilan itu cukup menentukan. Penampilan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda,” tutur Irwan, Kamis (23/7) saat membuka Rapat Kerja (Raker) Duta Madrasah Muhammadiyah di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Dadapan, Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Sedemikian pentingnya kepala madrasah Muhammadiyah memikirkan kualitas madrasahnya. Karena itu, posisi kepala madrasah tidak main-main; berat, bahkan amat sangat.

“Kursi pimpinan itu bukan kursi empuk. Karena kursi empuk membuat duduk terlena bahkan tertidur sehingga tidak bisa berbuat. Tetapi kursi pimpinan itu adalah kursi panas. Kalau itu kursi panas maka kita tidak pernah betah tinggal di situ,” tegas Irwan.

Maujudnya, persona itu tidak bisa berdiam diri semata, tapi memikirkan jangka ke depan mau dan akan dibawa seperti apa madrasah itu. “Harus terus bergerak berinovasi melakukan sesuatu,” tekannya.

Paradigma kepala madrasah harus terkonstruksi seperti itu. Bukan berarti seharian penuh berada di lingkungan madrasah, tetapi mencurahkan tenaga dan pikiran untuk kemajuan madrasah di masa mendatang.

“Saya sering mengatakan mimpi-mimpi kita pun juga mimpi-mimpi tentang sekolah yang kita mimpikan. Ini harus kerja keras. Dan harus dimulai dengan niat yang ikhlas.” terangnya.

Jauh daripada itu, perlu memikirkan kesejahteraan guru. “Bukan kesejahteraan dirinya sendiri,” celetuknya. Baginya, ini sangat fundamental. “Maka guru harus diperhatikan betul,” tegas Irwan.

menekankan satu hal lagi: Tidak terjebak dalam rutinitas administratif. Kepala madrasah Muhammadiyah harus berani melakukan terobosan kurikulum dan tata kelola. “Yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital,” bebernya.

Kekuatan basic kepala madrasah Muhammadiyah harus mampu menampilkan wajah madrasah Muhammadiyah yang inklusif, berprestasi, dan berkarakter. Bersamaan dengan itu, mesti berkolaborasi antar-madrasah guna memotong ketimpangan kualitas pendidikan daerah.

“Ini yang penting menurut saya. Maka lakukan sesuatu sebelum orang lain sempat memikirkannya,” tandas Irwan. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melangsungkan program Ram....

Suara Muhammadiyah

22 March 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Empat mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendididkan Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

11 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, dan Gamping menyerahk....

Suara Muhammadiyah

10 September 2024

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani hadir d....

Suara Muhammadiyah

26 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perdebatan mengenai perlu atau tidaknya teknologi kecerdasan b....

Suara Muhammadiyah

13 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah