Kepala SD Muhammadiyah Jogokariyan Raih Gelar Doktor dan Juara 1 Kepala Sekolah Dedikasi Kota Yogyakarta

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Dedikasi dalam dunia pendidikan mengantarkan Kepala SD Muhammadiyah Jogokariyan Yogyakarta (Mujonta), Dr Fika Widiana Kuspratiwi, MPd, meraih dua capaian membanggakan dalam waktu berdekatan. Di tengah kesibukannya memimpin dan mengembangkan sekolah, ia berhasil menuntaskan pendidikan doktoral pada Program Studi S3 Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sekaligus meraih Juara 1 Kepala Sekolah Dedikasi Tingkat Kota Yogyakarta.

Juara 1 Kepala Sekolah Dedikasi merupakan penghargaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta pada 7 September 2026. Sementara itu, wisuda Doktoralnya dilaksanakan pada 29 Oktober 2026.

Pencapaian tersebut menjadi bukti komitmen Fika untuk terus bertumbuh, meningkatkan kapasitas diri, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan. Baginya, keberhasilan bukan sekadar tentang gelar akademik maupun penghargaan, melainkan amanah untuk terus belajar dan memberikan kontribusi nyata bagi generasi penerus bangsa.

Pendidikan magister dan doktoral yang ditempuhnya di UNY menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Kedua jenjang pendidikan tersebut berhasil ia selesaikan melalui beasiswa. Kesempatan ini tidak hanya dimaknai sebagai jalan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga sebagai amanah untuk mengembangkan diri dan mengembalikan manfaatnya kepada masyarakat.

“Pendidikan S2 dan S3 yang saya tempuh di UNY saya jalani melalui beasiswa. Bagi saya, kesempatan ini bukan sekadar bantuan untuk memperoleh gelar, tetapi amanah untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas, dan suatu saat mengembalikan manfaatnya kepada lebih banyak orang,” ungkap Fika kepada redaksi, Rabu (14/10).

Dalam perjalanan akademiknya, Fika dinyatakan lulus melalui mekanisme akademik yang berlaku di UNY tanpa sidang terbuka. Sementara itu, penghargaan Juara 1 Kepala Sekolah Dedikasi Tingkat Kota Yogyakarta menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kiprahnya dalam memimpin serta mengembangkan SD Muhammadiyah Jogokariyan.

Kembangkan Inovasi Pendidikan melalui MILES

Di bawah kepemimpinan Fika, SD Muhammadiyah Jogokariyan terus bertumbuh melalui penguatan pembelajaran, budaya sekolah, layanan pendidikan, serta pengembangan guru dan murid. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Mujonta Integrated Leadership and Education System (MILES), sebuah sistem pengembangan sekolah yang mengintegrasikan kepemimpinan, pembelajaran, pengembangan diri, pelayanan, dan keberlanjutan.

Melalui inovasi tersebut, pengembangan sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga pada pembangunan ekosistem pendidikan yang mendorong seluruh warga sekolah untuk terus berkembang.

Bagi Dr. Fika, gelar doktor dan penghargaan yang diraihnya bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi pengingat akan tanggung jawab yang semakin besar untuk menghadirkan perubahan positif dan memberikan dampak yang lebih luas bagi dunia pendidikan.

“Prestasi dan gelar akademik bukanlah tujuan akhir. Justru setelah mendapatkan keduanya, saya merasa memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk terus berdampak luas di dunia pendidikan,” tuturnya.

Perjuangkan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kependidikan

Ke depan, salah satu fokus utamanya adalah mendorong peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan. Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak semestinya hanya diukur dari pertambahan jumlah murid, pencapaian prestasi, kelengkapan fasilitas, maupun banyaknya program yang diselenggarakan.

Lebih dari itu, kemajuan sekolah juga perlu tercermin dalam peningkatan kualitas kehidupan para guru dan tenaga kependidikan yang menjadi penggerak utama proses pendidikan.

Ia meyakini bahwa dedikasi para pendidik harus diiringi dengan penghargaan, perhatian, dan upaya nyata untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka. Sebab, pendidikan bukan hanya tentang membangun gedung, sistem, dan kurikulum, melainkan juga tentang membangun manusia serta menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan setiap individu.

Bagi Fika, keberhasilan seorang kepala sekolah juga tidak berhenti pada capaian institusi yang dipimpinnya. Ia berharap dapat menyaksikan anak-anak dan murid-muridnya tumbuh menjadi pribadi yang mampu melampaui pencapaiannya.

Baginya, ketika murid-murid mampu berkembang, meraih cita-cita, dan memberikan manfaat bagi kehidupan, di situlah perjuangan seorang pendidik menemukan makna yang sesungguhnya.

Di balik pencapaian akademik dan penghargaan yang diraihnya, tersimpan makna personal yang mendalam. Fika mempersembahkan seluruh perjalanan dan perjuangannya untuk anak-anaknya serta seluruh murid yang ia cintai.

Melalui sebuah refleksi penuh syukur, ia memaknai perjalanan tersebut sebagai proses indah yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan terhadap janji Allah Swt.

“Proses yang indah dan saya percaya tebar-tuai itu riil, janji Allah itu pasti. Ini hadiah untuk murid-murid yang Bu Fika cintai dan untuk setiap perjuangan yang dijalani dengan hati. Terus bertumbuh, terus melangkah, dan lakukan semuanya dengan hati," pungkasnya.