Kepemimpinan Nasyiatul Aisyiyah Harus Satukan Promise, Policy, dan Practice

Suara Muhammadiyah

8 August 2026

84
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Moyo

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Moyo

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dinamika dakwah Nasyiatul Aisyiyah di segala bidang kehidupan sungguh begitu rupa. Para penggerak di dalamnya, sebut Abdul Mu'ti, merupakan perwujudan perempuan muda yang sangat hebat.

"Perempuan muda yang hebat, yang memiliki idealisme yang sangat tinggi, dan juga memiliki dedikasi yang luar biasa," tegas Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Demikian disampaikan saat ceramah umum di penutupan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, Sabtu (8/8) di Puri Nalendra Ballroom Hotel Lor In Syariah, Adi Sucipto, Surakarta, Jawa Tengah.

Secara khusus, Mu'ti melihat, berkecimpung di Nasyiatul Aisyiyah niscaya sarat kegembiraan dan kebahagiaan. Hal ini berkelindan dengan akar namanya, nasyith artinya sangat giat, bersemangat, bersuka cita, dan bergembira dalam melaksanakan kegiatan dakwahnya.

"Itu yang dipesankan Kiai Haji Ahmad Dahlan kepada para anggota 'Aisiyah muda pada waktu itu dan juga kepada Nasyiah di kemudian hari," tutur Mu'ti.

Dalam waktu yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu menekankan, kepemimpinan sebagai amanah. Merujuk Al-Qur'an, setidaknya ada empat pengertian. Pertama, kepercayaan (trust). "Kepercayaan itu menjadi sebuah modal untuk melaksanakan sesuatu dengan sebaik-baiknya," terangnya.

Kedua, amanah itu berarti profesionalisme. "Seorang itu mendapatkan amanah karena dia mampu mengerjakan, punya keahlian di bidangnya," jelasnya.

Ketiga, tanggung jawab. "Itu harus kita tunaikan dan kita pertanggungjawabkan," imbuhnya. Dan, yang keempat, amanah menjadi beban. "Ini saya kira cukup berat," ucapnya. Diakuinya, dalam menunaikan amanah, bisa menghadapi pelbagai kungkungan kesulitan dan kepelikan.

"Yang tidak selalu situasi dan realitas yang kita hadapi sama dengan yang kita pikirkan," bebernya. 

Namun, sekalipun begitu, amanah harus tetap ditunaikan sebagaimana mestinya. Betapapun besar kecilnya tantangan yang terjadi.

"Kita akan menjadi orang-orang yang sukses, akan menjadi orang yang menang, orang-orang yang berhasil," tegasnya sekali lagi.

Mu'ti berharap, kepemimpinan baru Nasyiatul Aisyiyah bisa menunaikan amanah dengan penuh pertanggungjawaban tinggi sebagai misi mewujudkan dakwah-dakwah di akar rumput yang berkelanjutan.

"Jadilah pemimpin yang memiliki komitmen yang tinggi dengan amanah itu," yang disebut Mu'ti variabel di dalamnya yakni, promise, "menyampaikan gagasan-gagasan dan pikirkan-pikiran yang hebat," ucapnya. Policy, mewujudkan dalam kebijakan.

"Jangan sampai antara yang dijanjikan dan kebijakan berbeda," ujarnya. Dan, kemudian, practice, melaksanakan dengan praktik nyata.

"Saya yakin, 4 tahun ke depan Nasyiatul Aisyiyah akan tampil menjadi perempuan-perempuan muda yang berkemajuan yang membangun peradaban Indonesia dan peradaban dunia yang berkelanjutan," tandas Mu'ti.(Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PADANGPANJANG, Suara Muhammadiyah - Berbagai jenis lomba digelar dalam kegiatan Festival Buya HAMKA ....

Suara Muhammadiyah

12 November 2023

Berita

SINJAI, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) Pimp....

Suara Muhammadiyah

12 November 2023

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Lazismu Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan ....

Suara Muhammadiyah

20 April 2024

Berita

Semarakkan Milad Muhammadiyah Ke 111 dan Milad UMKU ke-25 KUDUS, Suara Muhammadiyah - Ribuan warga ....

Suara Muhammadiyah

4 November 2023

Berita

LAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lampung mengge....

Suara Muhammadiyah

14 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah