Kegiatan outbound dirancang untuk membangun kerja sama, komunikasi, rasa percaya diri, serta jiwa kepemimpinan peserta didik melalui berbagai permainan edukatif. Sementara itu, kegiatan berkuda memberikan pengalaman belajar yang melatih keberanian, konsentrasi, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi MPLS Ramah, yang menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan tanpa perpeloncoan maupun praktik bullying.
Ketua Panitia MPLS, SC Arri Alfitri, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan disusun mengacu pada prinsip-prinsip MPLS Ramah, yakni menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan menggembirakan bagi peserta didik baru.
*"Kami ingin hari-hari pertama siswa di SMP Ahmad Dahlan Boarding School menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus berkesan. Melalui kegiatan outbound dan berkuda, siswa belajar membangun kepercayaan diri, kerja sama, serta keberanian dalam suasana yang positif dan penuh kebersamaan,"* ungkapnya.
Keceriaan juga dirasakan oleh salah seorang peserta didik baru, Mufazzal Faiq Aqhar, siswa asal Sorong, Papua. Ia mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan berkuda karena menjadi pengalaman pertamanya.
*"Ini pertama kalinya saya naik kuda. Awalnya sempat merasa gugup, tetapi setelah mencoba ternyata sangat menyenangkan. Alhamdulillah saya sudah bisa mengendalikan kudanya meskipun belum berlari. Saya jadi ingin belajar berkuda lagi,"* tutur Mufazzal dengan antusias.
Pelaksanaan MPLS Ramah di SMP Ahmad Dahlan Boarding School berlangsung selama enam hari. Selain outbound dan berkuda, peserta didik juga mengikuti berbagai kegiatan yang mendukung proses adaptasi di lingkungan sekolah, di antaranya pengenalan lingkungan sekolah, materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, asesmen diagnostik, materi pencegahan anti-bullying, materi pencegahan HIV & AIDS, serta pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas Nguter.

