Ketaatan dan Kebijaksanaan: Nilai Idul Adha yang Relevan dalam Kehidupan

Suara Muhammadiyah

20 June 2024

1536
Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1445 H di Lapangan Hotel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1445 H di Lapangan Hotel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Pada Senin pagi, 17 Juni 2024, umat Islam di Maguwoharjo, Sleman berbondong-bondong memenuhi Lapangan Hotel Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1445 H. Shalat Idul Adha kali ini bertindak sebagai imam yaitu Ustadz Ahmad Jubaidi dan khatib Dr H Taufik Mandailing, SAg., MA.

Dalam khutbahnya, Taufik menyampaikan Idul Adha memberikan banyak pelajaran yang dapat membawa kemaslahatan dan kebaikan. "Setiap peristiwa Idul Adha banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dan dapat membawa kemaslahatan dan kebaikan bagi kita semua," ucapnya.

Dr. Taufik juga menekankan pentingnya perintah melaksanakan kurban. Sejarahnya terlukiskan di dalam dalam Surat Ash-Shaffat ayat 102. Ayat tersebut menceritakan tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menunjukkan ketaatan dan kesabaran luar biasa. Di mana Allah memerintahkan Nabi Ibrahim lewat mimpi untuk menyembelih Ismail, putra terkasihnya.

“Ketika anak itu sampai umur (Nabi Ismail AS), ia sanggup bekerja bersamanya (Nabi Ibrahim AS). Ia berkata kepada anaknya, 'Wahai anakku, sesungguhnya aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu.' Dia Ismail menjawab, 'Wahai ayahku, lakukanlah apa yang Allah perintahkan kepadamu. Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar,'” katanya mengutip ayat tersebut.

Lebih lanjut, Dr. Taufik menjelaskan bahwa dari firman Allah dalam Surat Ash-Shaffat ayat 102, terdapat dua pelajaran berharga yang bisa dipetik, yaitu ketaatan dan kebijaksanaan. "Peristiwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ini dapat memberikan kita dua pelajaran yang sangat berharga. Pertama, ketaatan kepada Allah dan kebijaksanaan sebagai seorang ayah. Kedua, sikap patuh Nabi Ismail yang rela disembelih oleh ayahnya, Ibrahim, karena perintah Allah SWT," jelasnya.

Di akhir khutbahnya, Taufik berpesan kepada seluruh jamaah, terutama para orang tua, untuk selalu melibatkan anak-anak dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan mereka. "Ketaatan Nabi Ibrahim sebagai seorang ayah dan sikap patuh seorang anak terhadap orang tuanya ini perlu kita terapkan sehari-hari. Kita sebagai orang tua harus sesekali meminta pendapat anak, ajak bicara, dan biarkan mereka berbicara," tutupnya. (Allegra/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berhasil membawa....

Suara Muhammadiyah

11 September 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah— Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sekaligus Ketua Pani....

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

Berita

TANGERANG, Suara Muhammadiyah — Kemampuan membaca dan mengajarkan Al-Qur’an tidak cukup ....

Suara Muhammadiyah

6 September 2026

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Kementerian Riset dan Keilmuan bersama Divisi Pemberdayaan Ma....

Suara Muhammadiyah

9 December 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 3 Depok (Mugadeta) Sleman berupaya memberikan ru....

Suara Muhammadiyah

12 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah