Ketaatan dan Kebijaksanaan: Nilai Idul Adha yang Relevan dalam Kehidupan

Suara Muhammadiyah

20 June 2024

1426
Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1445 H di Lapangan Hotel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1445 H di Lapangan Hotel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Pada Senin pagi, 17 Juni 2024, umat Islam di Maguwoharjo, Sleman berbondong-bondong memenuhi Lapangan Hotel Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1445 H. Shalat Idul Adha kali ini bertindak sebagai imam yaitu Ustadz Ahmad Jubaidi dan khatib Dr H Taufik Mandailing, SAg., MA.

Dalam khutbahnya, Taufik menyampaikan Idul Adha memberikan banyak pelajaran yang dapat membawa kemaslahatan dan kebaikan. "Setiap peristiwa Idul Adha banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dan dapat membawa kemaslahatan dan kebaikan bagi kita semua," ucapnya.

Dr. Taufik juga menekankan pentingnya perintah melaksanakan kurban. Sejarahnya terlukiskan di dalam dalam Surat Ash-Shaffat ayat 102. Ayat tersebut menceritakan tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menunjukkan ketaatan dan kesabaran luar biasa. Di mana Allah memerintahkan Nabi Ibrahim lewat mimpi untuk menyembelih Ismail, putra terkasihnya.

“Ketika anak itu sampai umur (Nabi Ismail AS), ia sanggup bekerja bersamanya (Nabi Ibrahim AS). Ia berkata kepada anaknya, 'Wahai anakku, sesungguhnya aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu.' Dia Ismail menjawab, 'Wahai ayahku, lakukanlah apa yang Allah perintahkan kepadamu. Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar,'” katanya mengutip ayat tersebut.

Lebih lanjut, Dr. Taufik menjelaskan bahwa dari firman Allah dalam Surat Ash-Shaffat ayat 102, terdapat dua pelajaran berharga yang bisa dipetik, yaitu ketaatan dan kebijaksanaan. "Peristiwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ini dapat memberikan kita dua pelajaran yang sangat berharga. Pertama, ketaatan kepada Allah dan kebijaksanaan sebagai seorang ayah. Kedua, sikap patuh Nabi Ismail yang rela disembelih oleh ayahnya, Ibrahim, karena perintah Allah SWT," jelasnya.

Di akhir khutbahnya, Taufik berpesan kepada seluruh jamaah, terutama para orang tua, untuk selalu melibatkan anak-anak dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan mereka. "Ketaatan Nabi Ibrahim sebagai seorang ayah dan sikap patuh seorang anak terhadap orang tuanya ini perlu kita terapkan sehari-hari. Kita sebagai orang tua harus sesekali meminta pendapat anak, ajak bicara, dan biarkan mereka berbicara," tutupnya. (Allegra/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan kolaborasi untuk merin....

Suara Muhammadiyah

24 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fajar Ramadhan, desainer jersey sepakbola nasional dan internasiona....

Suara Muhammadiyah

14 February 2025

Berita

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Selama expo dan bazar dalam rangka Jambore Nasional 1 Jamaah Tani Muha....

Suara Muhammadiyah

21 September 2025

Berita

CILEUNGSI, Suara Muhammadiyah – SMK Muhammadiyah 4 Cileungsi kembali menunjukkan komitmennya d....

Suara Muhammadiyah

29 May 2025

Berita

JEPARA, Suara Muhammadiyah - Tim 3 Tarawih Keliling PDM Jepara yang diketuai H.Sadali kembali turun ....

Suara Muhammadiyah

28 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah