Ketua PDM Klaten Kupas Makna Ibadah Sebagai Jalan Hidup Dalam Rangkaian CRM Award VI

Suara Muhammadiyah

13 November 2025

742
Iskak Sulistiya, Ketua PDM Klaten

Iskak Sulistiya, Ketua PDM Klaten

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah — Suasana Masjid Al Jihad Banjarmasin terasa hangat dan khusyuk di pagi hari Kamis (13/11/2025). Usai shalat subuh, jamaah larut dalam renungan mendalam bersama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Iskak Sulistiya. Ia naik ke atas mimbar membawakan kajian bertajuk “Makna Ibadah”. 

Kajian ini menjadi bagian dari rangkaian Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM) Award VI 2025, yang digelar pada 13–16 November 2025 di Banjarmasin. Momentum tersebut menjadi ajang refleksi spiritual di tengah semangat dakwah dan penguatan gerakan cabang, ranting dan masjid Muhammadiyah. 

Dalam pembukaannya, Iskak mengajak jamaah untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat waktu dan kesempatan beribadah yang terus mengiringi kehidupan sehari-hari. 

“Kalau kita sadari, dari bangun tidur hingga kembali tidur, sesungguhnya hidup kita penuh dengan ibadah. Tinggal bagaimana kita memaknainya,” ujarnya penuh makna. 

Lebih jauh, ia menjelaskan konsep ibadah dari perspektif Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah halaman 276 tentang al-masaailul khamsah. Menurutnya, ibadah memiliki dua makna pokok: melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. 

Namun, Iskak menegaskan bahwa dalam pandangan Muhammadiyah, ibadah tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga mencakup seluruh aktivitas muamalah yang dilakukan dengan niat mencari ridha Allah SWT. 

“Segala amal, pekerjaan, dan pengabdian kita bisa bernilai ibadah bila diniatkan karena Allah. Bahkan bekerja, menolong orang lain, dan mengajar pun bisa menjadi ibadah,” terangnya. 

Dalam penjelasannya, ia juga mengutip *Buku Pedoman Pengkaderan* yang memuat prinsip-prinsip dasar kesempurnaan ibadah. Beberapa di antaranya adalah:  

1. Ibadah hanya ditujukan kepada Allah SWT.

2. Harus sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

3. Tidak memberatkan, dan memberi keringanan saat ada udzur syar’i.

4. Menjaga keseimbangan antara jasmani, rohani, dunia, dan akhirat. 

Iskak menutup kajian dengan ajakan reflektif agar umat Islam senantiasa mengangkat setiap amal menjadi bentuk penghambaan. 

Kajian yang berlangsung hangat dan inspiratif itu meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta CRM Award VI. Mereka diajak untuk melihat ibadah bukan hanya sebagai ritual, tetapi sebagai gaya hidup islami yang mencerahkan kehidupan. 

Kajian ini selengkapnya dapat anda tonton melalui kanal YouTube Masjid Al-Jihad Banjarmasin pada tautan berikut: https://www.youtube.com/live/fsIviJGJZsE

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KATINGAN, Suara Muhammadiyah - Sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian Lazismu dalam pen....

Suara Muhammadiyah

10 August 2024

Berita

Mahasiswa S3 PBI Uhamka Menjadi Narasumber Webminar Literasi Digital TEGAL, Suara Muhammadiyah - Ke....

Suara Muhammadiyah

4 April 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan ucapan selamat ke....

Suara Muhammadiyah

5 February 2024

Berita

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Ikatan Guru 'Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) memasuki Milad ke-28....

Suara Muhammadiyah

22 October 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Sebuah era baru yang penuh harapan telah dimulai di MI Muhammadiyah Man....

Suara Muhammadiyah

15 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah