Ketua PP Muhammadiyah Ingatkan Perlunya Akhlak dalam Birokrasi

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

202
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Penguatan Kepemimpinan Berintegritas dalam Menghadapi Tantangan Global: Perspektif Muhammadiyah

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 61 pejabat eselon II dari berbagai daerah di seluruh Indonesia berkumpul di University LAN RI, Jakarta Pusat, untuk mengikuti pelatihan bertajuk "Penguatan Kepemimpinan yang Berintegritas dalam Menghadapi Tantangan Global" pada Selasa (10/6). Dalam forum tersebut, Ketua Pimpinan Pusat Muhamamdiyah Prof Syafiq A Mughni sebagai pemapar materi utama menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan sebuah amanah dan anugerah yang disertai dengan berbagai ujian berat.

Merujuk pada Surat Al-An'am ayat 165, ia menjelaskan bahwa posisi pemimpin diperoleh melalui dedikasi dan prestasi, sehingga tidak sepatutnya dikejar secara ambisius demi kepentingan pribadi. Syafiq memperkenalkan konsep Prophetic Leadership atau kepemimpinan ala Nabi yang berfungsi sebagai pencerah masyarakat, di mana seorang pemimpin bertugas mendidik dan menggerakkan warga agar kuat secara moral, intelektual, dan material, alih-alih hanya mengikuti aspirasi massa yang merusak seperti perjudian atau politik uang.

"Dilema besar yang sering dihadapi dalam birokrasi adalah pertentangan antara integritas pribadi dan loyalitas kelompok. Banyak pemimpin merasa tertekan ketika integritas mereka membuat mereka tidak sejalan dengan kelompoknya," ungkapnya.

Namun ia mengingatkan pentingnya berpegang teguh pada prinsip moral sebagaimana pesan dalam QS Ali 'Imran ayat 103. Ia memberikan peringatan keras mengenai fenomena manipulasi aturan demi membenarkan tindakan yang secara moral salah, seperti taktik menghindar dari kewajiban zakat melalui celah teknis hukum.

Mengutip penyair ternama Ahmad Shawqi, Syafiq menegaskan sebuah peringatan fundamental bahwa runtuhnya akhlak adalah runtuhnya suatu bangsa. Baginya, mengelabui aturan demi membenarkan kesalahan tetap merupakan kejahatan moral dengan konsekuensi yang berlipat ganda.

Menghadapi tekanan kerja yang tidak etis dan normalisasi kesalahan yang sudah dianggap lumrah, Syafiq memberikan arahan praktis kepada para pejabat untuk selalu mendengarkan hati nurani mereka. Sesuai pesan Nabi Muhammad SAW, ia menekankan prinsip "Istafti Qalbak" atau bertanyalah pada hati nurani sendiri, karena hati yang bersih tidak dapat dibohongi oleh teknikalitas hukum atau normalisasi lingkungan yang keliru.

Ia juga memperingatkan bahaya sikap pragmatis dalam politik, seperti penggunaan politik uang dengan dalih mencegah orang jahat berkuasa, yang justru akan menjebak pemimpin dalam siklus korupsi untuk mengembalikan modal kepada investor. Mengenai posisi seorang moralis di birokrasi, Syafiq menyatakan ada dua pilihan utama, yakni keluar demi kenyamanan hidup, atau tetap bertahan di dalam sistem namun secara konsisten melakukan upaya perbaikan/perubahan sedikit demi sedikit.

Dalam perspektif Muhammadiyah, kepemimpinan berintegritas menjadi sangat krusial di abad ke-21 untuk menghadapi disrupsi teknologi seperti Kecerdasan Buatan (AI), krisis moral, hingga radikalisme. Melalui konsep Tauhid Transformatif dan Islam Berkemajuan, pemimpin diharapkan memiliki lima karakter utama: integritas yang menyelaraskan ucapan dan tindakan, semangat literasi IPTEK, persaudaraan universal, etos kerja yang mandiri, serta komitmen pada keadilan hukum.

Kepemimpinan yang jujur dan inklusif ini dipandang sebagai landasan kokoh untuk membawa umat dan bangsa keluar dari "kegelapan moral" menuju peradaban yang unggul dan berkeadaban. Dengan memperkuat nilai-nilai spiritual dan etika kenabian, para pejabat diharapkan mampu mewujudkan cita-cita bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Purwoker....

Suara Muhammadiyah

2 December 2023

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Syawalan dan Pamit Haji Keluarga Besar Muahammadiyah Berbah, Sleman, Ah....

Suara Muhammadiyah

7 April 2025

Berita

​PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pi....

Suara Muhammadiyah

11 July 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Aktivis dakwah yang juga intelektual Muhammadiyah Yusron Asrofie, m....

Suara Muhammadiyah

19 February 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (....

Suara Muhammadiyah

28 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah