KHGT, Ikhtiar Muhammadiyah Membangun Peradaban Maju Melalui Kesatuan Waktu

Suara Muhammadiyah

5 July 2026

169
Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., MA., MHum., PhD. Foto: Cris

Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., MA., MHum., PhD. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Meski sudah diejawantahkan, Muhammadiyah terus berupaya demikian rupa untuk menyosialisasikan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). 

Kenapa begitu pentingnya produk KHGT ini dihadirkan? Demikian tanya Aris Madani saat Muhasabah Muhammadiyah Silaturahmi Ulama dan Umaro’ di Masjid Harman Abdurrahman, Sosromeduran, Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Ahad (5/7).

“Ada peluang yang bisa menyatukan umat,” beber Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta tersebut.

Di situlah perlunya dipahami secara saksama dan utuh pemahaman dari KHGT. “Bisa menjadi terpecah kalau tidak memahami KHGT yang sesungguhnya,” ujarnya.

Sebab, KHGT bukan hanya bertautan ihwal kalender, tetapi kata Aris, bersangkutpaut dengan iman. Pokok pangkalnya tertera di Qs al-Anbiya 92; “Sesungguhnya ini (agama tauhid) adalah agamamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu. Maka, sembahlah Aku.”

“Ketika kita bicara KHGT kita sedang bicara soal menyembuhkan perpecahan umat. Ini ibadah ini soal persatuan,” terangnya.

Sisi lain, Rahmadi Wibowo Suwarno, menyebut, perlu adanya kesadaran bersama dalam penggunaan KHGT di lapangan. “KHGT itu sangat penting,” tekan Sekretaris Bidang Hisab dan Iptek Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Terutama, dalam konteks bulan-bulan krusial. “Ada ibadah-ibadah yang harus tahu kalender. Puasa apalagi Idul Adha, Idul Fitri, apalagi,” sebutnya. Dan itu, mesti menjadi basis utamanya. “Kita jawabnya harus Hijriahnya. Itu dulu mindset kita,” ujarnya.

Kalender hijriah, menurut Rahmadi, dimulai perhitungan tahunnya sejak Nabi Muhammad Saw berhijrah ke Madinah. Dan yang menginisiasinya yaitu Umar bin Khattab. “Dan sampai sekarang masih menggunakan hijriah,” tuturnya.

KHGT, lanjut Rahmadi, menawarkan kepastian dengan sifat universal. Konsepnya 1 hari 1 tanggal di seluruh dunia. “Konsep KHGT itu, global, pasti sama (tanggalnya),” terangnya. Artinya jatuhnya tanggal baru Hijriah adalah pada hari yang sama di seluruh muka bumi.

Sudah jamak diketahui, KHGT telah dilaunching di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Kampus Terpadu Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2025.

Menurut Rahmadi, dengan hadirnya produk KHGT ini menunjukkan adanya kesadaran Muhammadiyah dalam memajukan berperadaban.

“Peradaban maju itu kalau memiliki sistem sistem pengelolaan waktu yang baik. Maka di sinilah Muhammadiyah memutuskan ini (KHGT). Dan ini sudah tahun yang kedua menggunakan KHGT,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

 BANDARLAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah  Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Lampung ....

Suara Muhammadiyah

31 January 2024

Berita

KATINGAN, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak dan sedekah Muhammad Katingan (LAZISMU....

Suara Muhammadiyah

12 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Selasa (18/03) Masjid Islamic Center kembali menggelar Kajian Menje....

Suara Muhammadiyah

19 March 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Ruang sidang promosi doktor di Kampus II Universitas Islam Negeri (UIN)....

Suara Muhammadiyah

13 June 2025

Berita

Tingkatkan Kemampuan Menulis Kreatif Siswa BREBES, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah Larangan K....

Suara Muhammadiyah

4 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah