KHGT Tidak Hanya Milik Muhammadiyah, Tapi Milik Umat Islam secara Komprehensif

Suara Muhammadiyah

25 June 2025

1084
Haedar Nashir. Foto: Cris

Haedar Nashir. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah menghadirkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), terang Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, karena ingin menegaskan peran dan posisinya dalam kehidupan umat Islam dan umat manusia di tengah konstelasi global yang melahirkan globalisasi.

"Kita hidup dalam relasi interkoneksi yang niscaya dan tampak terhindarkan dari arus globalisasi. Yakni relasi yang mendunia, membuana, tanpa sekat-sekat bahkan yang bersifat administratif, kecuali hal-hal teknis-instrumental," katanya saat peluncuran KHGT, Rabu (25/6) di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Kampus Terpadu Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA).

Globalisasi dalam relasi yang membuana, bahkan sampai ke kehidupan individual, lanjut Haedar, menurut istilah Anthony Giddens—Juggernaut, yaitu seperti kereta raksasa yang menggilas apa pun yang dilewatinya di setiap penjuru negeri.

"Kereta raksasa ini jika kita mampu menghadapinya justru akan menjadi kendaraan penting dalam menjelajahi dunia," sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Haedar mengingatkan, Islam sebagai agama kosmopolit atau sering disebut dengan kosmopolitanisme Islam. "Kehadiran Islam sebagai agama mengandung nilai-nilai yang kosmopolit, yang universal. Risalah Islam diperuntukkan bagi semesta alam," terangnya.

Dalam relasi antarmanusia, bahkan kosmopolitanisme Islam menembus batas tanpa memandang perbedaan laki-laki maupun perempuan dan antarbangsa-bangsa. Demikian spirit dari Qs al-Hujurat (49): 13. "Mari kita letakkan ayat ini dalam perspektif global untuk kepentingan terwujudnya KHGT atau yang bersifat unifikasi," lanjutnya.

Maka dari itu, spirit kosmopolitanisme Islam inilah yang menjadi dasar penting dalam menyatukan umat Islam secara global melalui sistem penanggalan yang seragam.

“Dengan semangat Islam kosmopolit itu, kita memerlukan satu tanggal, satu hari yang sama untuk seluruh kawasan dunia, dan itulah yang disebut sebagai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)," sebutnya.

Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah  - Universitas Muhammadiyah Purwokerto  (UMP) berhasil memp....

Suara Muhammadiyah

22 December 2023

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Irwan Akib, mengajak selur....

Suara Muhammadiyah

9 July 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi membuka dua Pr....

Suara Muhammadiyah

10 February 2026

Berita

Dukung UMKM dan Pendataan Anggota Muhammadiyah  JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Badan Pembina Ha....

Suara Muhammadiyah

7 September 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Riau mengadakan Pelatihan Muba....

Suara Muhammadiyah

22 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah