KHGT Tidak Hanya Milik Muhammadiyah, Tapi Milik Umat Islam secara Komprehensif

Suara Muhammadiyah

25 June 2025

1155
Haedar Nashir. Foto: Cris

Haedar Nashir. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah menghadirkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), terang Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, karena ingin menegaskan peran dan posisinya dalam kehidupan umat Islam dan umat manusia di tengah konstelasi global yang melahirkan globalisasi.

"Kita hidup dalam relasi interkoneksi yang niscaya dan tampak terhindarkan dari arus globalisasi. Yakni relasi yang mendunia, membuana, tanpa sekat-sekat bahkan yang bersifat administratif, kecuali hal-hal teknis-instrumental," katanya saat peluncuran KHGT, Rabu (25/6) di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Kampus Terpadu Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA).

Globalisasi dalam relasi yang membuana, bahkan sampai ke kehidupan individual, lanjut Haedar, menurut istilah Anthony Giddens—Juggernaut, yaitu seperti kereta raksasa yang menggilas apa pun yang dilewatinya di setiap penjuru negeri.

"Kereta raksasa ini jika kita mampu menghadapinya justru akan menjadi kendaraan penting dalam menjelajahi dunia," sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Haedar mengingatkan, Islam sebagai agama kosmopolit atau sering disebut dengan kosmopolitanisme Islam. "Kehadiran Islam sebagai agama mengandung nilai-nilai yang kosmopolit, yang universal. Risalah Islam diperuntukkan bagi semesta alam," terangnya.

Dalam relasi antarmanusia, bahkan kosmopolitanisme Islam menembus batas tanpa memandang perbedaan laki-laki maupun perempuan dan antarbangsa-bangsa. Demikian spirit dari Qs al-Hujurat (49): 13. "Mari kita letakkan ayat ini dalam perspektif global untuk kepentingan terwujudnya KHGT atau yang bersifat unifikasi," lanjutnya.

Maka dari itu, spirit kosmopolitanisme Islam inilah yang menjadi dasar penting dalam menyatukan umat Islam secara global melalui sistem penanggalan yang seragam.

“Dengan semangat Islam kosmopolit itu, kita memerlukan satu tanggal, satu hari yang sama untuk seluruh kawasan dunia, dan itulah yang disebut sebagai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)," sebutnya.

Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah - Dunia bisnis saat ini tengah menghadapi tantangan yang sangat kru....

Suara Muhammadiyah

10 January 2026

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah – Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada umat, Dewan Kemakmuran ....

Suara Muhammadiyah

15 March 2026

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PW....

Suara Muhammadiyah

7 February 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Konferensi Islam (OKI) dan Liga Arab berhasil menyelenggarakan Ko....

Suara Muhammadiyah

13 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur kembali menyele....

Suara Muhammadiyah

10 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah