YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Momentum libur sekolah dimanfaatkan Lazismu Kotagede dengan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak melalui program Khitan Ceria Gratis bekerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah Kotagede, Sabtu (4/7).
Agenda rutin tahun ketiga ini sekaligus bagian dari semarak Milad ke-24 Lazismu serta menyemarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan menghadirkan layanan khitan gratis bagi keluarga kurang mampu.
Tahun ini, sebanyak 15 anak dikhitan gratis. Dari jumlah tersebut, 10 peserta merupakan warga Kotagede, sedangkan lima lainnya berasal dari luar wilayah Kotagede.
Seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun Lazismu, sementara tindakan medis ditangani tim RS PKU Muhammadiyah Kotagede.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Kotagede dr. Desita Dyah Mukti Adityaningrum, M.Sc. menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi antara rumah sakit, Lazismu, dan PCM Kotagede dalam memberikan pelayanan kesehatan sekaligus menjalankan misi sosial Muhammadiyah.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi seluruh peserta. Semoga kerja sama antara RS PKU Muhammadiyah Kotagede, Lazismu, dan PCM Kotagede terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan pelayanan kesehatan Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia menambahkan, RS PKU Muhammadiyah Kotagede siap mendukung berbagai program kemasyarakatan yang diinisiasi Muhammadiyah, terutama di bidang kesehatan. Bahkan, layanan khitan juga tetap tersedia setiap hari di rumah sakit bagi masyarakat yang membutuhkan.
Mewakili Ketua PCM Kotagede, Drs. H. Kurdi Dwinarto menambahkan, Khitan Ceria merupakan implementasi nyata nilai-nilai Al-Ma’un yang diajarkan KH Ahmad Dahlan.
Menurutnya, Muhammadiyah tidak hanya berdakwah melalui ceramah di mimbar-mimbar masjid, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Program ini merupakan wujud nyata dakwah Al-Ma’un. Muhammadiyah tidak hanya hadir melalui pengajian, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat dengan memberikan solusi dan pelayanan yang dibutuhkan,” katanya.
Ia menilai kolaborasi antara Lazismu sebagai lembaga filantropi dan RS PKU Muhammadiyah Kotagede sebagai amal usaha kesehatan menjadi kekuatan Muhammadiyah yang perlu terus dipelihara.
“Sinergi seperti ini perlu terus dirawat dan ditingkatkan karena menjadi kekuatan Muhammadiyah dalam memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya juga mengapresiasi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu sehingga program sosial dapat terus berjalan.
“Mudah-mudahan harta yang telah diinfakkan menjadi pembersih jiwa, menghapus dosa, dan Allah menggantinya dengan rezeki yang jauh lebih baik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ketua Badan Pembina Lazismu Kotagede, Priyo J. Salim menyebut, Khitan Ceria bukan sekadar program pelayanan kesehatan, melainkan bagian dari dakwah sosial Muhammadiyah yang diwujudkan melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan tepat sasaran.
Sebab, kata dia, setiap dana yang dititipkan para muzaki harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan.
“Program seperti ini menjadi bukti bahwa zakat tidak berhenti sebagai kewajiban ibadah, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi bagi umat. Anak-anak bisa menjalankan syariat khitan tanpa membebani orang tua, sementara para donatur dapat melihat secara langsung manfaat dari amanah yang telah mereka titipkan melalui Lazismu,” ujarnya.
Priyo berharap kolaborasi antara Lazismu, PCM Kotagede, dan RS PKU Muhammadiyah Kotagede terus diperkuat sehingga jangkauan penerima manfaat semakin luas setiap tahunnya.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu. Semakin besar dana yang terhimpun, semakin banyak pula program kemanusiaan dan pemberdayaan yang dapat dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

