Oleh: Safwannur, Alumnus Ponpes Ihyaaussunnah Lhokseumawe, Aceh dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Yogyakarta
إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرْهُ وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِي اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهدُ أَنْ لاَ إَلَهَ إِلاّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلآَهُ.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.
قَالَ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيمِ: وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Aktivitas dakwah merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang bertujuan untuk menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada umat. Sejak dahulu, misi dakwah telah dijalankan oleh para nabi dan rasul hingga ajaran Islam dapat tersebar ke seantero dunia. Kita yang hidup di era modern saat ini memikul amanah untuk melanjutkan perjuangan tersebut.
Tanggung jawab dakwah bukan hanya tugas para ulama atau tokoh agama semata, melainkan menjadi kewajiban setiap muslim sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya. Maka dari itu, dakwah tidak selalu identik dengan ceramah di mimbar, tetapi mencakup setiap upaya mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Allah SwT berfirman:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali Imran [3]: 110).
Hanya saja Allah menciptakan manusia dengan potensi yang beragam. Tidak seorang pun dianugerahi kesempurnaan mutlak. Setiap individu memiliki kelebihan untuk dikembangkan sekaligus kekurangan yang perlu diperbaiki. Dari sinilah kolaborasi menjadi kebutuhan, karena melalui kerja sama, berbagai potensi dapat disatukan untuk mendukung keberhasilan dakwah.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Kolaborasi melahirkan sinergi yang menumbuhkan kekuatan positif dalam menyebarkan ajaran agama. Ketika beragam kemampuan dipadukan dalam kerja sama yang harmonis, maka akan tercipta energi kolektif yang memudahkan umat menghadapi berbagai tantangan zaman. Prinsip kerja sama ini telah lama menjadi bagian dari metode dakwah para nabi dan rasul.
Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah membuka ruang baru bagi penyebaran pesan-pesan keagamaan melalui berbagai media digital. Kondisi ini menghadirkan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal.
Jika dahulu pesan dakwah hanya tersampaikan kepada jamaah yang hadir secara langsung, kini dapat menjangkau masyarakat luas tanpa batas ruang dan waktu. Dakwah lisan dapat disampaikan oleh mereka yang mahir berbicara, kemudian diperkuat oleh para penulis yang mampu merangkai pesan secara sistematis, serta dikemas secara menarik oleh para kreator visual yang menguasai teknologi multimedia.
Dokumentasi dakwah yang diolah secara baik dapat disebarluaskan melalui berbagai platform digital. Ketika konten tersebut dibagikan kembali oleh para warganet, nilai-nilai kebaikan pun menyebar semakin luas dan cepat.
Dakwah kolaboratif menjadi pendekatan yang efektif untuk mengintegrasikan kelebihan masing-masing individu. Kerja sama di media sosial, situs web, maupun kanal audio visual sejalan dengan dinamika dakwah kontemporer. Melalui sarana ini, pesan agama dapat disampaikan secara lebih masif dibandingkan metode konvensional.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Dakwah kolaboratif berbasis digital terbukti mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda yang akrab dengan dunia maya. Pesan-pesan dakwah memiliki peluang besar untuk dikemas secara kreatif dan inovatif sesuai perkembangan zaman. Meski demikian, ketelitian dalam menyajikan materi dan keakuratan referensi harus senantiasa dijaga agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah umat.
Marilah kita perkuat komitmen bersama untuk mengerahkan seluruh potensi yang kita miliki dalam aktivitas dakwah. Hendaknya kita saling mendukung dan melengkapi sesuai kemampuan masing-masing, demi menghadirkan dakwah yang menyejukkan, mencerahkan, dan membawa kemaslahatan bagi umat.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَاذَا وَمَا كُنَّ لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ أَشْهَدُ أَلَّآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ وَلَا رَسُوْلَ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, اَلْأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ فَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ, رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا التِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِاالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِيْذُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ. أَقِمِ الصَّلَاةَ
Sumber: Majalah SM Edisi 07/2025

