Konsisten 11 Tahun, ICCF UMY Jadi Magnet Puluhan Ribu Mahasiswa Asing Mendaftar

Publish

5 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
102
Peserta ICCF UMY ke-11 di Sportorium UMY

Peserta ICCF UMY ke-11 di Sportorium UMY

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tidak hanya sekadar perayaan budaya, International Cultural and Culinary Festival (ICCF) yang digelar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) selama sebelas tahun terakhir kini mencatatkan dampak yang terukur. Terdapat lebih dari 10.000 calon mahasiswa asing mendaftar ke UMY setiap tahunnya.

Angka itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan UMY, Prof. Ir. Slamet Riyadi, M.Sc., Ph.D., saat ditemui di sela pembukaan ICCF ke-11 di Sportorium UMY, Selasa (29/04).

Menurutnya, festival yang pertama kali digelar pada 2015 itu berperan langsung dalam membangun citra UMY sebagai kampus yang terbuka di mata komunitas internasional.

“Pendaftar mahasiswa asing itu tidak kurang dari sepuluh ribu untuk mendaftar ke UMY. Event ini menjadi satu pertanda bahwa kita sangat welcome dengan international mobility dan international exchange ,” ujar Slamet.

Dirinya menegaskan bahwa reputasi tersebut tidak terbentuk dari promosi formal semata. ICCF, menurutnya, berfungsi sebagai sinyal nyata bahwa UMY adalah institusi yang inklusif dan terbuka bagi seluruh bangsa.

“Kami adalah kampus yang universal. Dengan mengedepankan inklusifitas, kami menerima calon mahasiswa dari seluruh negara, termasuk kolaborasi para profesor dan peneliti dari seluruh negara juga,” tegasnya.

ICCF ke-11 tahun ini mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan target lebih dari 2.500 pengunjung, melampaui capaian 1.900 orang pada edisi 2025. Meski jumlah negara peserta tahun ini terkonsolidasi pada angka 30 negara, skalanya justru meluas karena melibatkan mahasiswa internasional dari berbagai kampus di Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Direktur Kemitraan Global dan Employability (DKGE) UMY, Prof. Rizal Yaya, M.Sc., Ph.D., Ak., CA, CRP menyebut perluasan jejaring ini sebagai bagian dari strategi internasionalisasi yang lebih besar. Interaksi antarmahasiswa asing lintas institusi, menurutnya, memperkuat ekosistem global yang terbentuk di sekitar UMY.

“Ini membuat jaringan sesama mahasiswa asing semakin kuat. Kesempatan mereka berinteraksi semakin banyak. Dan kemudian, mereka akan semakin mengenal tentang UMY dan ragam program internasionalisasi yang ada di sini,” jelasnya.

Festival ICCF UMY tahun ini akan berlangsung dua hari. Setelah rangkaian booth kuliner, penampilan budaya, dan kompetisi pada hari pertama, seluruh peserta akan mengikuti field trip ke situs-situs budaya Yogyakarta pada hari kedua, yang difasilitasi penuh oleh DKGE UMY.

Selain itu, UMY juga meluncurkan program Cultural Agent sebagai inovasi baru. Siswa SMA/SMK/MA ditempatkan sebagai pendamping aktif di setiap booth negara, berinteraksi langsung dengan mahasiswa internasional dari 30 negara peserta yang hadir membawa kuliner khas dan penampilan seni budaya masing-masing.

Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan UMY, Prof. Ir. Slamet Riyadi, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa pelibatan siswa SMA bukan sekadar pelengkap dekorasi festival. Pemahaman antarbudaya, menurutnya, adalah nilai yang paling efektif ditanamkan sejak usia belia.

“Budaya ini kan sesuatu hal yang memang harus kita tanamkan untuk cultural understanding sejak belia. Setiap booth ada cultural agent dari adik-adik SMA sehingga ini juga akan lebih menarik lagi bagi para adik-adik SMA yang lain, teman-temannya, untuk bisa ikut hadir dan menikmati event ini,” ujar Slamet.

Ia juga menambahkan bahwa program ini secara khusus dirancang untuk membuka akses generasi muda terhadap jaringan dan wawasan internasional yang selama ini lebih banyak dinikmati di level perguruan tinggi.

“Harapan kita adalah sedini mungkin siswa SMA memahami dan mengetahui tentang budaya di luar serta berinteraksi dengan mahasiswa asing,” imbuhnya lagi.

Slamet berharap bahwa ICCF UMY tahun ini akan menjadi daya tarik bagi siswa sekolah, untuk meningkatkan wawasan dan networking dalam agenda yang memiliki daya tarik untuk melakukan internasionalisasi.

Festival yang bertema ‘Beyond Taste, Beyond Borders’ ini tidak hanya menampilkan booth kuliner. Sepanjang hari, panggung utama diisi penampilan bergantian dari perwakilan berbagai negara, termasuk tari tradisional, nyanyian, hingga pembacaan puisi.

Empat kategori kompetisi turut diperlombakan: Most Popular Dish, Best Booth Decoration, Best Traditional Costume, dan Social Media Reels Competition.

Peserta ICCF tahun ini juga meluas. Tidak hanya dari mahasiswa internasional UMY, tetapi mencakup mahasiswa asing dari kampus-kampus lain di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ini sekaligus memperkuat jejaring antarmahasiswa asing lintas institusi yang selama ini belum pernah difasilitasi dalam satu forum yang sama. (ID)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ahad, 17 Nopember 2024, MPKS PP Muhammadiyah  berkunjung ke LK....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, di era digital perlu meng....

Suara Muhammadiyah

14 April 2025

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah - Sudah menjadi agenda rutin tahunan Pondok Pesantren Al-Mu’min....

Suara Muhammadiyah

24 February 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Seruan keras untuk menghentikan penindasan global menjadi sorotan uta....

Suara Muhammadiyah

21 March 2026

Berita

SAMARINDA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur resmi mem....

Suara Muhammadiyah

6 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah