BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP UMKM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LP UMKM PWM Jawa Barat Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Workshop Pengembangan Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) se-Jawa Barat. Kegiatan yang mengusung tema “Berjamaah Membangun Ekonomi Umat” ini berlangsung di Auditorium RS Muhammadiyah Bandung, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PWM Jawa Barat Prof. Dr. Ahmad Dahlan, M.Ag., Wakil Ketua PWM Jawa Barat H. Usep Sudrajat, S.H., M.H., Bendahara PWM Jawa Barat H. Acep Muharom T. Syamsudin, S.H., Wakil Ketua II LP UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafrudin Anhar, S.E., M.M., serta Ketua LP UMKM PWM Jawa Barat Ardi Fajar Gunawan.
Sebanyak kurang lebih 60 peserta yang berasal dari 21 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Barat mengikuti kegiatan ini. Rakerwil menjadi forum strategis untuk melakukan konsolidasi program, memperkuat jejaring ekonomi Muhammadiyah, serta mendorong pengembangan lembaga keuangan Muhammadiyah di tingkat daerah melalui BTM.
Dalam sambutannya, Ketua LP UMKM PWM Jawa Barat, Ardi Fajar Gunawan, menegaskan bahwa tantangan ekonomi saat ini semakin kompleks seiring ketatnya persaingan usaha dan pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kondisi tersebut menuntut para pelaku UMKM untuk mampu beradaptasi dan melakukan transformasi secara berkelanjutan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, LP UMKM PWM Jawa Barat mengusung visi besar “Daerah Berdaya, Wilayah Berjaya: Berjamaah Membangun Ekonomi Umat”, yang menekankan pentingnya membangun kekuatan ekonomi Muhammadiyah secara kolektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan sektor UMKM dan BTM merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi Persyarikatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat.
“LP UMKM Muhammadiyah Jawa Barat menetapkan satu arah besar gerakan ekonomi Muhammadiyah Jawa Barat, yaitu Daerah Berdaya, Wilayah Berjaya. Berjamaah membangun ekonomi umat berarti membangun ekosistem ekonomi Muhammadiyah Jawa Barat yang terintegrasi dan berkemajuan,” ujar Ardi.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Barat, H. Usep Sudrajat, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Muhammadiyah Jawa Barat perlu segera mengejar ketertinggalan di bidang ekonomi sebagai pilar penting yang melengkapi keberhasilan Persyarikatan di sektor pendidikan dan kesehatan.
Menurutnya, upaya tersebut harus dimulai dari perubahan pola pikir dan penguatan niat kader untuk terjun langsung dalam aktivitas ekonomi produktif, dimulai dari usaha mikro hingga pengembangan BTM di setiap daerah sebagai sarana penguatan ekonomi berjamaah.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PWM Jawa Barat, Prof. Dr. Ahmad Dahlan, M.Ag., menegaskan bahwa penguatan ekonomi melalui Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) merupakan kebutuhan yang bersifat mendesak dan strategis bagi seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM).
Beliau menekankan pentingnya transformasi tata kelola organisasi dari budaya yang berorientasi pada pengeluaran anggaran menuju sistem pengelolaan keuangan yang produktif dan berkelanjutan melalui investasi. Salah satu target yang dicanangkan adalah pembentukan Dana Abadi Muhammadiyah dengan nilai minimal Rp1 miliar pada setiap PDM sebagai fondasi kemandirian finansial organisasi.
“BTM harus menjadi instrumen strategis untuk membangun kemandirian ekonomi Persyarikatan. Kita perlu mengubah cara pandang dari sekadar menghabiskan anggaran menjadi membangun aset dan investasi yang produktif. Dengan demikian, Muhammadiyah Jawa Barat dapat mempercepat penguatan ekonomi organisasi dan meningkatkan kebermanfaatan bagi umat,” tegas Prof. Ahmad Dahlan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan akhir dari penguatan ekonomi Muhammadiyah adalah menghadirkan kemuliaan hidup bagi kader dan umat melalui pengelolaan amal usaha yang profesional, sistematis, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan semangat kolaborasi. Rakerwil dan Workshop Pengembangan BTM ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi Muhammadiyah di Jawa Barat, sekaligus mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi umat melalui gerakan yang terorganisasi, berjamaah, dan berkemajuan.

