KREASI Hadirkan Stand Edukasi di MTQ Kalimantan Barat 2026, Kampanyekan Literasi, Numerasi, Perlindungan Anak, dan Wajib Belajar 13 Tahun
KAYONG UTARA, Suara Muhammadiyah – Program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) menghadirkan Stand Edukasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat ke-34 yang berlangsung pada 1–9 Agustus 2026 di Kabupaten Kayong Utara. Kehadiran stand ini menjadi bagian dari komitmen KREASI dalam memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi, numerasi, perlindungan anak, pendidikan karakter, pendidikan inklusif, serta Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun.
Partisipasi KREASI dalam MTQ Kalimantan Barat menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan berbagai praktik baik yang telah dilaksanakan bersama pemerintah daerah, satuan pendidikan, pendidik, tokoh agama, dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui kegiatan ini, KREASI juga ingin memperluas kolaborasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Barat.
Selama penyelenggaraan MTQ, pengunjung dapat mengenal perjalanan Program KREASI, praktik-praktik baik yang telah dilaksanakan pada tahun pertama, serta capaian implementasi Quarter 1 Tahun Kedua di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang. Berbagai informasi mengenai pengembangan kapasitas guru dan kepala sekolah, inovasi pembelajaran, serta upaya memperkuat ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan berkualitas juga disajikan secara interaktif.
Selain menjadi media diseminasi program, stand ini mengangkat sejumlah isu strategis pendidikan, antara lain perlindungan anak, Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun, penguatan literasi dan numerasi, pendidikan karakter, serta pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang setiap anak.
Program KREASI didanai oleh Global Partnership for Education (GPE) dan dikembangkan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama melalui Save the Children Indonesia. Di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang, program ini diimplementasikan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendukung peningkatan keterampilan dasar peserta didik melalui penguatan literasi, numerasi, pendidikan karakter, serta peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah.
Sebagai organisasi yang berkomitmen memajukan pendidikan, Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus mengembangkan dan mendampingi ribuan satuan pendidikan Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Melalui implementasi Program KREASI, komitmen tersebut diperkuat melalui peningkatan kapasitas pendidik, penguatan budaya literasi dan numerasi, perlindungan anak, pendidikan karakter, serta pengembangan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata ikhtiar Muhammadiyah dalam memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang bermutu dan mampu tumbuh menjadi generasi yang beriman, berkarakter, cakap, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Rezky Farnanda, S.Kom., Project Manager Program KREASI Kabupaten Kayong Utara dari Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengatakan bahwa kehadiran Stand Edukasi pada MTQ Kalimantan Barat merupakan bagian dari upaya memperluas kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu bagi semua anak.
"Setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang bermutu. Melalui Stand Edukasi ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memperkuat literasi, numerasi, perlindungan anak, pendidikan karakter, dan Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun. Pendidikan yang berkualitas hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan" ujar Rezky. (Endah)

