BANGKOK, Suara Muhammadiyah - Mencari kuliner halal di Bangkok kerap menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian masyarakat. Namun, di balik dinamika kota ini, tersimpan beragam pilihan makanan halal yang tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan komunitas Muslim di Tailan.
Berangkat dari semangat Ramadhan 1447 H, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Tailan melalui Majelis Pendidikan, Kebudayaan, dan Kesehatan meluncurkan M&M Project (Masjid & Meal Project), sebuah inisiatif berbasis komunitas yang menghadirkan rekomendasi kuliner halal sekaligus eksplorasi masjid di Tailan.
Program ini merupakan inisiatif perdana yang digagas oleh PCIM Tailan bekerja sama dengan Ngajikhun serta sejumlah komunitas lainnya. Mengusung tema “Masjid dan Makanan Ramadhan”, kegiatan ini melibatkan diaspora Indonesia dan masyarakat Muslim di Tailan untuk berbagi pengalaman mereka.
Dari partisipasi tersebut, terkumpul berbagai cerita autentik yang kemudian dikurasi menjadi referensi yang relevan, kontekstual, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
๐๐ญ ๐ฅ๐ฒ๐ธ๐ผ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐๐ถ ๐๐๐น๐ถ๐ป๐ฒ๐ฟ ๐๐ฎ๐น๐ฎ๐น ๐ฑ๐ถ ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ธ๐ผ๐ธ
Berikut pilihan tempat makan halal yang direkomendasikan langsung oleh peserta dan komunitas:
1. Roti John & Friends (Airport Link Ramkhamhaeng)
2. Easy Corner (Kamphaeng Phet 7 Rd, Suan Luang)
3. Gimme the Farm Restaurant
4. Kawasan Muslim Bangkok (Soi 53 Ramkhamhaeng)
5. Haris’ Premium Buffet Ramintra (Pak Kret, Bangkok)
6. Area Islamic Center of Thailand (Bangkok)
7. Fada Coffee & Tea (Bangkok)
8. Al-Hussain Restaurant (Khlong Toei, Bangkok)
9. Jia Tai Tea House (Nong Chok, Bangkok)
10. Banyakaas Café (Soi 53 Ramkhamhaeng, Bangkok)
11. Bungaraya Restaurant (Ramkhamhaeng, Bangkok)
Selain menghadirkan rekomendasi makanan, M&M Project juga mengangkat keberadaan masjid sebagai pusat kehidupan spiritual dan sosial komunitas Muslim. Beberapa di antaranya seperti Jawa Mosque di Sathorn, Ansarisunnah Royal Mosque, hingga Chakaprong Mosque di Bangkok.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengalaman Muslim di Bangkok tidak hanya berkaitan dengan konsumsi, tetapi juga keterhubungan dengan ruang ibadah dan komunitas.
Perwakilan panitia menyampaikan bahwa M&M Project tidak hanya dimaksudkan sebagai katalog tempat, tetapi sebagai langkah awal dalam membangun koneksi antar komunitas.
“Yang kami kumpulkan bukan hanya lokasi, tetapi pengalaman dan cerita tentang bagaimana komunitas hidup dan saling terhubung,” ujarnya.
Ke depan, M&M Project dirancang untuk berkembang sebagai platform berbasis komunitas yang terbuka, sekaligus menjadi jembatan antara diaspora Indonesia dan masyarakat lokal Tailan.
Melalui M&M Project, Bangkok tidak hanya dipandang sebagai kota wisata, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang inklusif bagi komunitas Muslim.
Dari masjid ke meja makan, dari dokumentasi ke rekomendasi,
sebuah langkah sederhana yang kini menjadi panduan nyata.
*)Andi Subhan Husain adalah PhD Researcher dalam bidang Studi Pembangunan Internasional di Chulalongkorn University. Ia kini menjabat Ketua Umum Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Tailan.
