Lahirkan 80.000 Alumni, Rakernas KAUMY Perkuat Sinergi dan Kontribusi Nyata

Suara Muhammadiyah

24 October 2026

114
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) menggelar Simposium Nasional dan Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Sabtu (24/10/2026) di Amphitheater E6, Gedung KH Ibrahim, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi alumni dengan kampus sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan dan kewirausahaan.

Wakil Rektor UMY Bidang Pendidikan, Wirausaha, dan Alumni, Zuly Qodir, menyampaikan bahwa alumni memiliki peran penting dalam memberikan inspirasi kepada mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan alumni perlu menjadi bagian dari upaya kampus memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia kerja dan berbagai peluang pengabdian.

Zuly menegaskan, fakultas-fakultas di UMY perlu secara konsisten mengundang alumni untuk memberikan kuliah umum, berbagi pengalaman, atau menyampaikan inspirasi kepada mahasiswa. Ia menilai, kontribusi alumni tidak semata-mata diukur dari jabatan atau capaian materi yang dimiliki.

“Alumni itu tidak harus dianggap sukses karena kekayaannya luar biasa banyak atau memiliki jabatan. Sudah bisa memberikan inspirasi kepada mahasiswa saja, itu sudah menjadi sesuatu yang baik,” ujarnya.

Menurut Zuly, pengalaman alumni dari beragam profesi dapat membuka perspektif mahasiswa mengenai pilihan karier setelah lulus. Lulusan perguruan tinggi tidak harus terpaku pada satu jalur profesi sesuai dengan program studi yang ditempuh. Mahasiswa perlu memahami bahwa peluang berkontribusi di masyarakat terbuka di berbagai bidang.

Ia mencontohkan, lulusan ilmu sosial dan politik tidak harus menjadi politisi, sebagaimana lulusan teknik tidak selalu harus bekerja sebagai insinyur. Pengalaman alumni yang berkiprah sebagai pengusaha, tentara, politisi, maupun profesional di berbagai sektor dapat menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa.

“Kami sebagai pimpinan universitas ingin mengundang para alumni untuk bisa hadir minimal satu bulan sekali memberikan motivasi dan inspirasi kepada mahasiswa. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya berkutat pada hal-hal yang bersifat teoretis, tetapi juga mendapatkan gambaran tentang dunia nyata,” tuturnya.

Zuly juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang berkelanjutan antara kampus dan alumni. Menurutnya, kontribusi yang dilakukan secara konsisten, meskipun dalam skala kecil, dapat memberikan manfaat besar apabila terus dikembangkan bersama.

Ia menyebutkan, UMY telah melahirkan sekitar 80.000 alumni sejak berdiri pada 1981. Jumlah tersebut merupakan potensi besar yang perlu dikelola dan dikembangkan melalui kolaborasi antara universitas dan para lulusan.

Potensi alumni, lanjutnya, diharapkan tidak hanya memperkuat perkembangan kampus, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. Ia juga berharap para alumni dapat menyampaikan gagasan secara jernih dan konstruktif, sehingga kritik terhadap persoalan kebangsaan dapat disertai pemikiran yang menawarkan solusi.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat KAUMY, Nasarudin, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Rakernas di lingkungan kampus merupakan langkah untuk mempererat hubungan alumni dengan almamater. Menurutnya, perkembangan universitas juga tidak terlepas dari peran alumni yang tersebar di berbagai daerah.

Ia mencontohkan, alumni UMY di sejumlah wilayah turut berperan dalam memperkenalkan kampus kepada masyarakat. Keberadaan mereka menjadi salah satu kekuatan untuk memperluas jangkauan dan memperkuat reputasi UMY.

“Sehebat apa pun kami, kami ingin UMY semakin meningkat namanya di masyarakat. Alumni memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan kualitas lulusan dan mendukung mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan,” ungkapnya.

Nasarudin juga menyoroti pentingnya membangun budaya kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan alumni. Ia menilai, lulusan perguruan tinggi perlu memiliki pilihan karier yang lebih luas, tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui kegiatan usaha.

Menurutnya, sinergi dengan Kementerian Perindustrian dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan kewirausahaan. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka akses mahasiswa dan alumni terhadap pengalaman industri, kesempatan magang, serta pengembangan usaha.

Ia berharap UMY dapat memperkuat pembelajaran dan kegiatan akademik yang berkaitan dengan dunia industri dan kewirausahaan. Dengan demikian, mahasiswa memiliki bekal untuk memahami kebutuhan dunia usaha sekaligus mengenali peluang yang dapat dikembangkan setelah lulus.

Alumni Fakultas Hukum UMY angkatan 2009 itu turut menyoroti akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Ia berharap kebijakan pendidikan gratis yang diwacanakan pemerintah dapat menjangkau seluruh anak bangsa yang membutuhkan, termasuk mereka yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta.

Menurutnya, bantuan pendidikan semestinya mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga, sehingga mahasiswa yang membutuhkan dapat memperoleh kesempatan belajar tanpa dibatasi status negeri atau swasta dari lembaga pendidikan tempat mereka menempuh studi.

Ketua Harian PP KAUMY, Sobar M. Johari, dalam sambutannya turut menegaskan pentingnya peran alumni dalam perjalanan UMY. Ia mengingatkan bahwa UMY berdiri pada 1981 dengan cita-cita menjadi tempat pembentukan generasi yang memiliki kapasitas dan semangat pengabdian.

Ia mengapresiasi perkembangan UMY yang terus bertumbuh serta kiprah alumninya di berbagai wilayah. Menurutnya, keberadaan alumni menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kemajuan universitas.

Sobar berharap Rakernas KAUMY dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan langkah-langkah yang memperkuat hubungan alumni dengan kampus. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung cita-cita UMY untuk terus berkembang dan memperluas kontribusinya di tingkat nasional maupun internasional.

Rakernas KAUMY juga menghadirkan Simposium Nasional dengan berbagai tokoh, diantaranya pejabat Kementerian Perindustrian RI, Direktur Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Arif Jamali Muis, Wakil Ketua Umum Bidang Perlindungan UMKM Kadin RI/Ketua BPKN RI Muhammad Mufti Mubarok, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, hingga Gubernut NTB yang juga alumni UMY Lalu M Iqbal. (Riz)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 50 orang muballigh Muhammadiyah Gowa mengikuti Rihlah Ramadhan y....

Suara Muhammadiyah

16 March 2024

Berita

Ma'had Al Birr Unismuh Bakal Jadi Pilot Project Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab RIYADH, Suara Muha....

Suara Muhammadiyah

1 January 2025

Berita

Program "Berkah Kemuliaan Ramadhan" BOGOR, Suara Muhammadiyah – Dalam semangat berbagi di bul....

Suara Muhammadiyah

15 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muha....

Suara Muhammadiyah

28 August 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Universitas Mu....

Suara Muhammadiyah

3 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah