Lailatul Qadar, Bonus Tuhan yang Kerap Terlewatkan

Suara Muhammadiyah

17 March 2026

479
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Nadri

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Nadri

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ramadhan tinggal hitungan hari akan berakhir. Dengan waktu yang tersisa ini, niscaya umat Islam menggeliatkan malam-malam terakhrinya untuk memburu Lailatul Qadar.

Terkait konteks ini, Abdul Mu’ti mengibaratkan Lailatul Qadar seperti fenomena midnight sale atau obral tengah malam di pusat perbelanjaan. Menurutnya, Allah memberikan "bonus" pahala besar untuk memotivasi hamba-Nya agar tidak melewatkan sisa waktu Ramadhan.

"Dalam teori marketing, diskon dan bonus hanya bermakna bagi mereka yang membeli produknya. Begitu juga dengan Lailatul Qadar; semurah atau semulia apa pun bonus pahala yang ditawarkan, ia hanya akan didapatkan oleh mereka yang benar-benar 'berbelanja' dengan melakukan ibadah dan iktikaf," kata Mu’ti.

Secara khusus, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengartikan dari kata Lailatul Qadar yang merujuk pandangan Cendekiawan Quraish Shihab. Pertama, Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan.

Kedua takaran atau ukuran. “Adalah sebuah malam di mana Allah menurunkan aturan-aturan (Al-Qur'an) sebagai panduan hidup manusia,” tuturnya, saat Ceramah Tarawih di Masjid At-Tanwir, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (16/3).

Ditambahkan yang ketiga, sempit, yakni sempit. Karena waktunya yang terbatas hanya hingga fajar. “Sempit karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi sehingga berdesak-desakan,” jelasnya.

Pada saat yang sama, Mu’ti menyebut, kemuliaan hidup manusia sangat bergantung pada sejauh mana mereka mampu mengamalkan aturan-aturan Allah yang ada dalam Al-Qur'an dengan segenap kemampuan (qadar) yang dimiliki.

"Jika kita mengamalkan syariat Allah dengan sungguh-sungguh, maka kita akan mendapatkan kemuliaan dalam kehidupan," tegasnya.

Pada akhir ceramahnya, Mu'ti juga menyinggung tentang harapan agar seluruh umat Islam dapat merayakan Idul Fitri 1 Syawal secara bersama-sama. Beliau mengingatkan bahwa perbedaan pendapat di kalangan umat adalah sebuah rahmat yang harus disikapi dengan bijaksana. (Cris/Nadri)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melalui Bagian Penerimaan ....

Suara Muhammadiyah

7 January 2026

Berita

  MAJALENGKA, Suara Muhammadiyah - Dalam sebuah saresehan yang dihelat di Balai Desa Lengkong ....

Suara Muhammadiyah

12 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammad....

Suara Muhammadiyah

31 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta menghadirkan layanan PKU Jogja....

Suara Muhammadiyah

12 July 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah kembali menggelar forum budaya....

Suara Muhammadiyah

19 May 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah