Lembaga ZISWAF Dorong Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Publish

15 January 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
921
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SOLO, Suara Muhammadiyah – Pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah dalam dua dekade belakangan ini tumbuh sangat pesat. Selain dikategorikan pemula, Pesantren Muhammadiyah juga memiliki santri sedikit (di bawah 100 orang) serta kondisi keuangan yang belum mandiri. Dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah, telah dilaksanakan workshop dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Melalui ZISWAF, 24 Desember 2024. 

Kegiatan ini dilaksanakan 2 hari dan merupakan hasil kolaborasi Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) Universitas Muhamamadiyah Surakarta, program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Dakwah, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pesantren LPP PWM Jateng dan LazisMU PWM Jateng.

Acara ini dibuka oleh ketua LPP PWM Jawa tengah, Muhammad Irzal fadholi, MPd.I, dilanjutkan materi terkait kondisi terkini pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah oleh Ahmad Mardalis SE, MBA, lalu dilanjutkan materi Pembentukan Kantor Layanan LazisMU oleh ketua LazisMu PWM Jateng dan penjelasan terkait operasional LazisMu oleh direktur operasional LazisMU. Hari kedua para peserta workshop diberi pemaparan tentang best practice pengelolaan Ziswaf di pesantren Zam-zam Cilongok Purwokerto dan pesantren Trensain Sragen.

Dengan kegiatan ini diharapkan munculnya kesadaran pengelola pesantren tentang perlunya pengelolaan dana Ziswaf. Selain itu terbentuknya lembaga atau unit khusus yang bekerja sama dengan LazisMu di setiap pesantren untuk mengelola dana ZISWAF secara terintegrasi. Meningkatkan kapasitas manajerial pengurus pesantren dalam manajemen keuangan modern. Meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana ZISWAF. Memberdayakan ekonomi lokal melalui proyek-proyek pengembangan yang didanai oleh dana ZISWAF.

Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dana ZISWAF di pesantren serta memperkuat peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat.

Untuk pembukaan Kantor Layanan di Pesantren Muhammadiyah se-Jawa Tengah melalui beberapa tahap, yaitu: 

1. Pengajuan Surat Rekomendasi kepada Lazismu Pembentuk disertai dokumen pendukung.

2. Penerbitan Surat Keputusan Pendirian Kantor Layanan oleh Lazismu.

3. Pengajuan pembukaan rekening penghimpunan oleh pengelola Kantor Layanan.

4. Proses pembukaan rekening dan penunjukan rekening pentasharufan oleh Lazismu.

Melalui kolaborasi erat dengan pengurus pesantren, program ini akan memperkuat kapasitas lembaga ZISWAF dan mendukung pembangunan sosial di Jawa Tengah secara keseluruhan. Akhirnya terwujud pengelolaan dana ZISWAF yang lebih baik demi kemaslahatan umat.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Malam Bina Iman dan Taqwa yang disingkat menjadi MABIT adalah kegiata....

Suara Muhammadiyah

23 September 2024

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammad....

Suara Muhammadiyah

22 March 2024

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tahun 2025, SMP Muham....

Suara Muhammadiyah

23 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SM Tower Malioboro memasuki usia 1 tahun sejak awal berdirinya pada....

Suara Muhammadiyah

22 June 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) PCA Pekajangan menggelar kegia....

Suara Muhammadiyah

31 December 2025