SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Suasana khidmat menyelimuti Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) pada Senin malam (4/05). Sebanyak 141 jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 52 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Kota Surabaya berkumpul untuk memulai rangkaian perjalanan suci menuju Tanah Suci.
Kegiatan pelepasan ini diawali dengan sholat Maghrib berjamaah di Masjid Al-Khoory, menciptakan atmosfer religius yang kental sebagai bentuk kesiapan spiritual para tamu Allah sebelum menuju Asrama Haji Sukolilo.
Dalam sambutannya, Ketua KBIHU Muhammadiyah Surabaya, Ustadz Drs. H. Luqmanto, menitipkan pesan mendalam kepada seluruh jamaah. Ia mengingatkan bahwa kunci utama ibadah haji adalah ketulusan hati.
”Jagalah niat hanya karena Allah, tetap jaga kesehatan fisik, dan yang terpenting adalah menjaga kekompakan antar jamaah. Kita berangkat sebagai keluarga besar,” pesannya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UM Surabaya, Prof. Dr. H. Mundakir, turut memberikan motivasi dan doa restu. Ia berharap fasilitas kampus yang digunakan sebagai titik kumpul dapat memberikan kenyamanan bagi jamaah sebelum menempuh perjalanan jauh.
Kekhusyukan acara semakin memuncak saat Kyai Haji Abdul Wahid Syukur memimpin doa penutup. Lantunan doa yang dipanjatkan membawa harapan akan keselamatan, kelancaran, dan kemudahan bagi para jamaah selama berada di Arab Saudi.
Usai melaksanakan sholat Isya berjamaah sebagai penutup rangkaian kegiatan di kampus, tepat pada pukul 20.00 WIB, para jamaah mulai memasuki tiga bus yang telah disiapkan.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd., hadir langsung untuk memberikan pembekalan terakhir sekaligus melepas para tamu Allah tersebut.
Ridlwan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat, khususnya para jemaah, yang telah memilih KBIHU Muhammadiyah sebagai mitra perjalanan ibadah mereka. Beliau menegaskan bahwa PDM Surabaya telah menyiapkan fasilitas pendampingan yang optimal.
"Pertama, kami sampaikan terima kasih kepada jemaah yang telah mempercayakan KBIHU PDM Kota Surabaya untuk membimbing selama di Indonesia. Kami juga telah mengutus pembimbing khusus yang akan mendampingi jemaah hingga tiba di Makkah dan Madinah," ujarnya.
Mengingat ibadah haji merupakan ibadah fisik dan batin yang berat, Ridlwan menitipkan tiga pesan kunci agar para jemaah dapat menjalani rangkaian ibadah dengan lancar, diantaranya pertama, Meningkatkan Keikhlasan: Menata hati agar seluruh aktivitas di tanah suci murni dilakukan karena Allah SWT.
Kedua, Menjaga Kesabaran: Sabar dalam menghadapi kerumunan jemaah dari seluruh dunia serta dinamika selama perjalanan. Ketiga, Menjaga Kekompakan: Pentingnya soliditas antar jemaah dalam satu kloter agar saling membantu dan melindungi.
"Kami berharap para jemaah selalu meningkatkan keikhlasan, kesabaran, dan kekompakannya. Dengan begitu, jemaah bisa merasa tenang dan ibadahnya bisa lebih khusyuk," tambahnya.
Ridlwan berharap, sekembalinya dari tanah suci, para jemaah dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.
"Tujuan akhirnya adalah peningkatan kualitas ibadah. Semoga seluruh jemaah Kloter 52 ini benar-benar bisa menjadi haji yang mabrur," pungkasnya.
Iringan lambaian tangan dan doa dari sanak saudara yang mengantar melepas keberangkatan rombongan menuju Asrama Haji. Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual besar bagi 141 warga Surabaya untuk meraih derajat Haji Mabrur.
Semoga seluruh jamaah Kloter 52 diberikan kekuatan, kesehatan, dan kembali ke tanah air dengan membawa keberkahan bagi keluarga serta masyarakat. (Yuda)

