Mahasiswa UMM Ciptakan MarSafe Atasi Kecelakaan Laut Nelayan

Publish

15 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
572
UMM

UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan ribuan pulau, menjadikan profesi nelayan sebagai salah satu tulang punggung perekonomian negara. Namun, di balik peran vital tersebut, tersimpan risiko besar. Data mencatat, angka kecelakaan laut yang menimpa nelayan masih tergolong tinggi. Bahkan hingga tahun 2024, puluhan nelayan dilaporkan hilang di perairan Indonesia. Kondisi ini menggugah keprihatinan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menciptakan sebuah inovasi yang dapat menjadi solusi.

Dengan mengangkat tema pelestarian lingkungan dan mitigasi Bencana, sekelompok mahasiswa UMM yang dipimpin oleh Putri Nayla Sabri dari Program Studi Informatika bersama empat rekannya  menghadirkan sebuah karya bernama MarSafe (Marine Safe System). MarSafe merupakan alat smart tracking berbasis LoRaWAN secara real-time pada nelayan dengan prediksi arah angin menggunakan SARIMA untuk mitigasi nelayan hilang.

Putri menjelaskan bahwa MarSafe pada dasarnya adalah sistem pelacakan (tracking) yang dirancang khusus untuk nelayan. "Kami melihat adanya permasalahan banyaknya nelayan hilang di tengah laut. Jadi, kami mempunyai ide untuk membuat alat namanya MarSafe ini untuk memantau posisi nelayan dan juga kondisi yang ada di sekitar laut," ujar Putri.

Sistem ini terdiri dari sebuah kotak kompak berisi sensor yang diletakkan di kapal nelayan secara permanen. Sensor ini berfungsi mengumpulkan berbagai data penting, seperti kecepatan dan arah angin menggunakan anemometer dan wind vane. Tak lupa juga suhu, kelembapan, dan juga tekanan udara melalui sensor BME280. Data yang terkumpul kemudian dikirimkan ke stasiun darat (ground station) secara real-time. 

Keunikan sistem ini adalah kemampuannya beroperasi tanpa bergantung pada internet. MarSafe memanfaatkan teknologi LoRaWAN, sebuah protokol komunikasi yang dapat mengirimkan data jarak jauh. Cara kerja LoRaWAN memungkinkan sistem ini mengumpulkan data dari banyak kapal sekaligus dan mengirimkannya ke satu gateway yang terpusat.

 "Kalau pakai LoRaWAN ini bisa memantau banyak kapal, sedangkan kalau pakai LoRa saja itu cuma bisa satu saja," jelas Putri. Ini menjadi keunggulan utama MarSafe dibandingkan teknologi pelacakan lain yang biasanya berbiaya mahal dan menggunakan satelit. Sistemnya juga sudah dirancang otomatis sehingga nelayan bisa menggunakannya dengan sangat mudah.

Salah satu fitur paling inovatif dari MarSafe adalah implementasi algoritma kecerdasan buatan (AI) SARIMA (Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average). Model ini berfungsi untuk memprediksi perubahan arah dan kecepatan angin di masa depan, memberikan peringatan dini kepada nelayan. Ketika kondisi di laut mulai berbahaya, nelayan bisa melihat informasi tersebut di layar LCD yang ada pada perangkat.

"Semisal keadaan di laut ini mulai berbahaya bagi nelayan berdasarkan data-data tadi yang akan ditampilkan di LCD, nelayan bisa memencet tombol SOS itu, lalu nanti akan dikirimkan ke ground station. Pengembangan selanjutnya mungkin untuk keluarga juga. Keluarga bisa memantau dari website itu," kata Putri.

Saat ini, MarSafe telah mencapai tahap pengembangan 50%. Pengujian komponen modular telah berhasil dilakukan, meskipun integrasi ke website dan uji coba lapangan masih menunggu finalisasi. Ke depannya, tim UMM ini berharap MarSafe dapat segera terwujud dan diimplementasikan secara luas. Selain itu juga dapat mengurangi angka kecelakaan di laut dan memastikan profesi nelayan tetap lestari. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menilai tema yang....

Suara Muhammadiyah

13 December 2024

Berita

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universit....

Suara Muhammadiyah

17 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berhasil menempati p....

Suara Muhammadiyah

20 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah Universitas Muha....

Suara Muhammadiyah

4 December 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih rangking 1 ....

Suara Muhammadiyah

21 July 2024