SLEMAN, Suara Muhammadiyah — SD Muhammadiyah Ambarketawang 2 menggelar kegiatan manasik haji bagi peserta didik pada Sabtu (25/4/2025). Kegiatan ini diikuti sebanyak 130 siswa yang terdiri dari peserta didik KB/TK ABA Kalimanjung serta siswa kelas 1–2 SD Muhammadiyah Ambarketawang 2.
Kegiatan manasik haji tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang bertujuan mengenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman serta membiasakan peserta didik memahami rukun Islam kelima melalui praktik langsung.
Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pembukaan yang diawali doa bersama. Selanjutnya, panitia dan guru pendamping memberikan pengarahan terkait tata tertib serta alur pelaksanaan manasik. Para peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang didampingi oleh guru.
Dalam kegiatan ini, para siswa mengikuti rangkaian simulasi ibadah haji, mulai dari niat ihram di Miqat, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, lempar jumrah di Mina, tahallul, tawaf mengelilingi Ka'bah, hingga sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah. Seluruh rangkaian dilaksanakan dengan tertib di bawah bimbingan guru pendamping.
Kepala SD Muhammadiyah Ambarketawang 2, Rusmiyati, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa kegiatan manasik haji ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Melalui praktik langsung, anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata tentang rangkaian pelaksanaan ibadah haji secara utuh.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan dan meningkatkan keimanan siswa sejak dini. “Semoga melalui latihan manasik haji ini, anak-anak kelak memiliki kesiapan dan keinginan kuat untuk menunaikan ibadah haji yang sebenarnya di masa depan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat. Para peserta didik tampak antusias mengikuti setiap tahapan manasik, sekaligus menunjukkan sikap disiplin, kerja sama, dan keceriaan sepanjang kegiatan.
Manasik haji ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan sesi dokumentasi sebagai bentuk kenang-kenangan atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
