TANGERANG, Suara Muhammadiyah - Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tidak hanya berperan dalam perkembangan dunia digital, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan peluang usaha. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin (UNIMAR) mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan IPTEK secara bijak dan produktif dalam mendukung kesejahteraan berwirausaha.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Pengembangan IPTEK dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Berwirausaha” yang dilaksanakan di Perumahan Kamuning Permai, Desa Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Teknik UNIMAR sebagai bentuk kolaborasi lintas program studi dan fakultas.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Siti Aliyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), selaku Master of Ceremony (MC). Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Uswah, S.Sos., M.Pd., selaku Ketua Panitia Pengabdian kepada Masyarakat.
Sesi pertama diisi dengan materi Sosialisasi Pencegahan Berita Hoaks yang disampaikan oleh Sulthaanika Ferdy Syahwardi, M.Pd. Materi tersebut membahas pentingnya meningkatkan kewaspadaan dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya melalui media sosial seperti Instagram. Hoaks dijelaskan sebagai informasi palsu atau menyesatkan yang disebarkan seolah-olah benar dengan tujuan tertentu, seperti mencari perhatian, memperoleh keuntungan, memengaruhi opini, atau menimbulkan kepanikan.
Sulthaanika menjelaskan bahwa pengguna media sosial perlu lebih teliti dalam mengenali informasi yang berpotensi menjadi hoaks. Informasi dengan sumber yang tidak jelas, bahasa yang provokatif atau menakut-nakuti, serta foto atau video yang tidak sesuai dengan konteks peristiwa perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum dipercaya maupun dibagikan.
“Jangan langsung percaya dengan informasi yang kita terima. Berhenti sejenak, periksa sumber, tanggal, konteks, dan bandingkan dengan sumber yang terpercaya sebelum membagikannya,” ujar Sulthaanika.
Pesan tersebut sejalan dengan konsep “Pause-Check-Share” yang diperkenalkan dalam materi. Peserta diajak untuk berhenti sejenak sebelum mempercayai atau membagikan informasi, memeriksa sumber dan konteks, serta hanya membagikan informasi yang telah cukup terverifikasi.
Selain kemampuan memeriksa informasi, Sulthaanika juga menekankan pentingnya etika digital bagi remaja. Pengguna media sosial perlu menghormati privasi, tidak menyebarkan data pribadi, tidak mempermalukan atau menghakimi orang berdasarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mempertimbangkan dampak sebelum mengunggah atau membagikan suatu informasi.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif dan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama peserta. Melalui materi tersebut, peserta diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta memiliki kebiasaan untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum ikut menyebarkannya.
Setelah sesi materi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking yang dipandu oleh Syamsudin, M.T. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih santai sekaligus menjaga antusiasme peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Materi berikutnya membahas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang disampaikan oleh Syamsudin, M.T. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan dalam berbagai aktivitas, mulai dari mengenali potensi bahaya, mencegah terjadinya kecelakaan, hingga menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Syamsudin menjelaskan bahwa penerapan K3 tidak hanya berkaitan dengan lingkungan kerja maupun kegiatan berwirausaha, tetapi juga perlu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Potensi kecelakaan dapat terjadi di berbagai tempat, termasuk di rumah dan lingkungan sekitar. Karena itu, kesadaran terhadap keselamatan perlu dibangun dalam setiap aktivitas yang dilakukan.
“Kecelakaan tidak hanya dapat terjadi di tempat kerja, tetapi juga bisa terjadi di rumah maupun lingkungan sekitar. Karena itu, kesadaran terhadap keselamatan dan kesehatan perlu diterapkan dalam setiap aktivitas sehari-hari,” jelas Syamsudin.
Menurutnya, memahami potensi bahaya dan menerapkan langkah-langkah keselamatan sejak awal dapat membantu mencegah terjadinya kecelakaan. Pemahaman tersebut juga penting bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan usaha agar aktivitas dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Pembahasan K3 kemudian dikaitkan dengan kondisi yang dapat ditemui peserta dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan usaha. Peserta diberikan ruang untuk bertukar pendapat dan memahami penerapan keselamatan melalui contoh-contoh yang dekat dengan aktivitas mereka.
Tidak hanya memberikan pembekalan berupa materi, kegiatan PkM juga memberikan pengalaman praktik kepada peserta melalui pembuatan buket bunga dari kertas bekas. Praktik tersebut dipandu oleh Annisa Risqi, S.Kom., M.T.I.
Annisa mengajak peserta untuk melihat bahan bekas dari sudut pandang yang berbeda. Kertas yang sudah tidak digunakan dapat diolah kembali menjadi produk kreatif yang memiliki nilai estetika dan berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi.
“Bahan yang sederhana seperti kertas bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai jual apabila diolah dengan kreativitas,” ungkap Annisa.
Kegiatan praktik memberikan kesempatan kepada peserta untuk terlibat secara langsung dalam proses pembuatan buket. Peserta tidak hanya memperoleh pengalaman membuat produk kerajinan, tetapi juga belajar bahwa kreativitas dapat menjadi salah satu modal dalam mengembangkan peluang usaha.
Pemanfaatan kertas bekas menjadi buket bunga juga menjadi contoh bahwa peluang usaha dapat dikembangkan melalui kemampuan melihat potensi yang ada di lingkungan sekitar. Produk yang sederhana dapat memiliki nilai tambah apabila diolah dan dikembangkan dengan baik.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup oleh Sulthaanika Ferdy Syahwardi, M.Pd. Penutupan tersebut sekaligus menandai berakhirnya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Pengembangan IPTEK dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Berwirausaha.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UNIMAR dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kehadiran dosen dan mahasiswa dalam kegiatan PkM juga menjadi sarana untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan akademik agar dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

