Masjid Harus Bisa Menghidupkan Denyut Nadi Ekonomi Umat

Publish

28 December 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
624
H Aris Madani, SPdI., MSI. Foto: Cris

H Aris Madani, SPdI., MSI. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Masjid Jogokariyan sangat fenomenal. Masjid ini merupakan wakaf Muhammadiyah, demikian tutur Aris Madani, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta dalam Ruang Publik TvMu: Inspirasi Dari Jogokariyan, Sabtu (28/12).

“Masjid tidak pernah tidur. Full 24 jam melayani umat. Ini yang saya kira fenomenal,” ulas Aris.

Diperkuat Aris, keberadaan Masjid Jogokariyan meniscayakan pelopor dari pusat memberdayakan masjid. Ia mengetengahkan, banyak masjid Muhammadiyah belajar bersama pengelolaan masjid kepada masjid tersebut.

“Dari awal, masjid ini inklusif, sangat terbuka dan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk bersilaturahmi, maka begitu mengadakan kegiatan responsnya luar biasa,” bebernya.

Termasuk, saat bulan Ramadan datang. Setiap tahun, selalu ada Pasar Ramadan di sepanjang Masjid Jogokariyan. “Dari Barat ke Timur itu full dengan pedagang kaki lima,” ungkap Aris.

Bahkan, para pedagang itu mendapatkan bantuan dari masjid dan masyarakat setempat, “sehingga bisa berdikari dan bisa menghidupi keluarganya,” lanjutnya.

Termasuk, iftar (buka puasa) bersama. “3000 jamaah hadir,” ucapnya. Tidak hanya dari umat Islam, “Ada yang non-muslim juga, mungkin orang asing juga datang,” sambungnya.

Dengan tidak terjebak pada pengkultusan ketokohan, Aris menggarisbawahi sosok Muhammad Jazir yang telah berpulang pada Senin (22/12) RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, banyak secercah inspirasi yang laik dijadikan pembelajaran bagi masjid-masjid yang lain.

“Dikelola dengan manajemen modern,” sebut Aris. Yang berdampak pada pelaksanaannya di lapangan. “Terprogram dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya,” lanjutnya.

Pada saat yang sama, menggandeng anak muda. Lebih khusus lagi, menyediakan ruang bagi mereka. “Pengelolaannya dilakukan oleh anak-anak muda,” jelasnya.

Demikian halnya fokus utamanya masjid menjelma sebagai tempat ibadah yang menggembirakan. “Gembira, senang berada di masjid,” tambahnya. Bukan datang ke masjid, tidak ada lagi perasaan gamang dan berkecamuk yang membelenggu.

“Kalau ada jamaah yang kehilangan sandal akan diganti, handpone akan diganti, bahkan motor pun kalau kehilangan akan diganti oleh takmir masjid tersebut,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Press Release Direktorat Komunikasi Publik UMY YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kualitas....

Suara Muhammadiyah

1 November 2025

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah - Setelah dari Pekalongan, Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpi....

Suara Muhammadiyah

10 January 2026

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Sebanyak enam murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo b....

Suara Muhammadiyah

9 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, menjadi tema ya....

Suara Muhammadiyah

1 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kunci dari tabligh adalah sampainya pesan dari mubaligh ke jamaah. ....

Suara Muhammadiyah

9 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah