Masjid Makmur Bukan Hanya Ramai Jamaahnya, Harus Hadir Memberi Solusi kepada Umat

Suara Muhammadiyah

6 September 2026

191
dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes. Foto: Farrel Amrullah

dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes. Foto: Farrel Amrullah

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Dalam tilikan hostoritasnya, salah satu langkah pertama yang dilakukan Rasulullah Saw sesampainya di Madinah setelah hijrah ialah mendirikan masjid. Fungsi masjid di situ lekat dengan pusat pemberdayaan, selain dari sisi peribadatan.

“Masjid itu jangan hanya tempat salat saja,” tekan Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Karena itu, masjid Muhammadiyah jangan mengalami stagnasi fungsi dari sisi spiritualisasi, melainkan fungsinya lebih dari itu.

“Muhammadiyah harus berubah dari hanya untuk salat, tapi menjadi masjid, tempat, mengeluarkan, mengembangkan, memberdayakan umat,” sebutnya saat Pengajian Akbar, Ahad (6/9) di Masjid Halaman Masjid Ali Husenain, Kasihan, Tamantirto, Bantul.

Masjid Muhammadiyah saat ini, kata Agus, terus diorientasikan menjadi pusat memakmurkan umat dan jamaah. Dari sisi kulit luarnya (fasilitas), terbilang telah bagus, tapi terus ditingkatkan. Sisi kulit dalamnya (jamaah), perlu diperhatkan lagi secara saksama.

“Yang kurang sekarang adalah jamaahnya. Sebab banyak masjid bagus tetapi jamaahnya tinggal sepuh,” bebernya.

Di sini, Agus menyoroti fenomena kemrosotan jumlah jamaah masjid, lebih-lebih di kalangan kawula muda. “Dulu, masjid ini kecil-kecil, tetapi penuh. Sekarang masjid besar tetapi sepi jamaah,” singkapnya.

Tapi saat ini yang terjadi, banyak berlomba-lomba membangun masjid dengan sarat kemewahan, tetapi menenggelamkan sisi fundamentalnya: menarik orang datang ke masjid.

“Yang keliru yang membuat rencana masjid. Orang tahu jamaahnya sedikit kok masjid dibuat,” ujarnya. Sisi inilah kemudian, Agus meminta perlu adanya keseriusan para takmir untuk mendesain demikian rupa agar orang tertarik ke masjid.

Atas demikian itu, masjid harus diorientasikan menjadi makmur-memakmurkan. Hal itu kelindan dengan motto LPCRPM yang terus menggelorakan spirit, “Masjid Makmur-memakmurkan. Dari masjid kita bangkit. Apa pun masalahnya, masjid solusinya.”

“Kalau masjid itu memakmurkan, jangan sampai ada warga masjid yang sakit dia tidak bisa mengakses pengobatan. Ini berarti belum memakmurkan,” tegasnya.

Tarik sari patinya, keberadaan masjid tidak boleh hanya pamaer kemegahan bangunannya, pada saat yang sama mesti memberikan cipratan kemaslahatan untuk masyarakat dan umat di tempat tinggal sekitaran masjid tersebut.

“Masjid kita harus berdampak memberi kemanfaatan yang bagus untuk masyarakat,” beber Agus. Ia yakin dan optimi bisa mencapai pada titik yang dimaksudkan itu.

“Kita bikin jamaah masjid yang makmur. Harus makmur. Dan ukuran makmur masjid itu sekarang bukan sekadar jumlah jamaah. Tetapi seberapa besar dampak masjid itu terhadap lingkungannya,” tandas Agus. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Konsolidasi Lembaga Pengembangan Cabang Ranting & Pembinaan ....

Suara Muhammadiyah

4 August 2026

Berita

Pengabdian UNISA Yogyakarta di SMP Muhammadiyah 1 Minggir SLEMAN, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammad....

Suara Muhammadiyah

10 April 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Faculty of Economics & Muamalat Universiti Sains Islam Malay....

Suara Muhammadiyah

27 September 2023

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus(UMKU) berhasil borong 6 prestas....

Suara Muhammadiyah

28 February 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sejak kepergiannya lebih dari tiga dekade silam, namanya terus menggem....

Suara Muhammadiyah

10 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah