MDMC: Tabayyun Isu Gelombang Panas, Bangun Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem

Suara Muhammadiyah

9 May 2024

1411
Sumber Foto Unsplash

Sumber Foto Unsplash

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) ajak masyarakat ber-tabayyun dalam menanggapi isu gelombang panas (heatwaves) akibat kenaikan suhu bumi mencapai maksimal yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. 

Melalui webinar “Pencegahan dan Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Gelombang Panas di Indonesia” yang dilaksanakan pada siang ini (7/5), MDMC mengundang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan tenaga kesehatan untuk menjawab fenonema heatwaves secara ilmiah. 

Dr. Siswanto, M.Sc., Sub Koordinator Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, menyebutkan bahwa suhu panas yang terjadi di Indonesia saat ini tidak termasuk dalam fenomena heatwaves, akan tetapi sebagai akibat dari perubahan iklim.

Sebagaimana pernyataan resmi yang telah diinfokan oleh BMKG bahwa Indonesia tidak termasuk dalam wilayah gelombang panas karena geografi Indonesia berada pada titik evakuator dan terdiri dari lautan dan kepulauan. 

Adapun salah satu tanda untuk dapat dikatakan sebagai fenomena gelombang panas adalah terjadinya kenaikan suhu panas yang tidak normal dan terjadi selama 5 hari berturut-turut, sedangkan Indonesia tidak mengalami hal tersebut. 

Di sisi lain, cuaca ekstrem yang saat ini terjadi tetap harus dikaji penyebab dan dampaknya. Maka dari itu Budi Setiawa, Ketua MDMC menghimbau seluruh wilayah untuk menyiapkan diri hadapi perubahan iklim saat ini. 


“Fenomena ini mengajak kita (MDMC) untuk berpikir serta bersiap-siap, tentu kesiapan membutuhkan pemahaman yang serius tentang heatwaves. Jangan sampai kita mengabaikan peringatan dari lembaga resmi” ujarnya 

Menurut Budi, apapun kondisinya (fenomena iklim) jika berdampak pada keberlangsungan hidup seseorang maka antisipasi adalah kewajiban bagi MDMC dengan memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat. 

Jika dipandang secara kesehatan, fenomena cuaca ekstrem saat ini memang memiliki dampak cukup serius terutama bagi anak-anak, lansia dan penyandang komorbid. dr. Nurmila Sari, Sp.PD., dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar, menyampaikan bahwa tekanan panas yang berlebih dapat menimbulkan terjadinya penyakit heat stress. 

Maka dari itu, selain dengan pemahaman mengenai perubahan iklim yang baik, tindakan preventif untuk mengurangi risiko dampak kesehatan perlu dipersiapkan. Seperti pemenuhan kebutuhan air dalam tubuh, menghindari kontak langsung dengan matahari dan penggunaan bahan pakaian yang menyerap keringat.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah -  Kepala SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (DIMSA), Ustadz Wibowo....

Suara Muhammadiyah

15 October 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sejalan dengan Visi Besar Pemuda Muhammadiyah pasca Muktamar XVIII yan....

Suara Muhammadiyah

21 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melakukan soft launching TK AB....

Suara Muhammadiyah

19 May 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Persoalan Dam memiliki dinamika dalam penyelenggaran haji. Khususnya b....

Suara Muhammadiyah

13 May 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) menjadi tuan rumah ....

Suara Muhammadiyah

25 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah