Media Sosial Pengaruhi Pemenangan dalam Pemilu

Suara Muhammadiyah

11 January 2024

1520
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Media baru, seperti media sosial turut menjadi rujukan pemilih untuk mencari informasi terkait dengan pemilihan umum (pemilu). Selain itu, media sosial memiliki daya untuk mempengaruhi pilihan masyarakat di bilik suara yang bisa menentukan suatu pemenangan dalam pemilu.

Hal itu mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk Politik Media Baru Dalam Pemenangan Pemilu 2024 yang diselenggarakan oleh Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (MIKOM FISIP UMJ) di Auditorium Kasman Singodimedjo, Selasa (09/01/24).

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki penggunaan internet tertinggi. Fenomena yang terjadi di masyarakat bahwa informasi yang mereka dapatkan melalui media sosial bisa menjadi rujukan dalam menentukan pilihan, bahkan mengubah pilihan mereka.

Media sosial menjadi yang paling banyak diakses oleh masyarakat. Sehingga media sosial menyimpan dampak terhadap dunia politik, karena penggunanya juga merupakan pemilih dalam sebuah proses politik.

Ketua Program Studi (Kaprodi) MIKOM FISIP UMJ Dr. Aminah Swarnawati, M.Si.,  mengatakan saat ini media sosial menjadi komiditi utama bagi Gen-Z dan Milenial dalam berinteraksi sosial. Maka dari itu, media sosial banyak dijadikan alat kampanye bagi aktor politik untuk mendapatkan suara. "Fenomena itu, menjadi hal yang sangat penting untuk dibahas," kata Aminah.

Seminar ini mengundang akademisi hingga praktisi dalam dunia politik dan media yakni Wakil Dekan III FISIP UMJ Dr. Fal. Harmonis, M.Si., Direktur Pusat Pengkajian Komunikasi dan Media UIN Syarif Hidayatullah Dr. Deden Mauli, Kepala Divisi Sosial Media Republika Abdullah Sammy, dan Ketua Partai Demokrat Wilayah Bogor Dr. Friedrich M Rumintjap.

Harmonis memulai diskusi dengan mengatakan bahwa media memiliki kekuatan untuk membentuk opini, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap politik. Ia menyebut teori koltivasi effect untuk menggambarkan pengaruh media. Teori itu menjelaskan bahwa pikiran hingga relasi masyarakat akan dipengaruhi oleh media yang dibaca.

Maka dari itu, media sosial juga bisa menjadi pengaruh dalam menentukan pilihan. Di era digital ini, strategi kampanye dengan menggunakan media sosial berpotensi efektif menjangkau konstituen. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk meyakinkan pemilih yang belum menentukan pilihan.

"Ketika bermain media sosial kita tidak bisa netral, pasti ada keberpihakan. Maka, kita harus cerdas dalam menggunakannya," ungkap Harmonis

Kepala Divisi Media Sosial Republika Sammy, menjelaskan bagaimana media sosial berpengaruh terhadap pemilu. Ia mengaitkan dengan kasus di negara Filiphina yakni new media terbukti mempengaruhi kemenangan Bongbong Marcos.

"Dia menggunakan gimmick dan soft campaign untuk membangun citranya lewat media sosial," tutur Sammy.

Sementara itu, dua narasumber lainnya yaitu Dr. Deden Mauli dan Dr. Friedrich merespons bagaimana media sosial dapat membuat setiap orang berhak mendapatkan dan memproduksi informasi tanpa terkecuali.(ksu/riz)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Gading I, Desa Belangwetan, Keca....

Suara Muhammadiyah

22 December 2024

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Di hari kedua Workshop Ekonomi Cabang Ranting serta Masjid (CRM) yang di....

Suara Muhammadiyah

10 May 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dalam dunia yang dipenuhi data, mahasiswa dituntut untuk cerdas ....

Suara Muhammadiyah

17 July 2024

Berita

PADANGPANJANG, Suara Muhammadiyah - Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang terus mewujudkan ko....

Suara Muhammadiyah

23 March 2024

Berita

SULAWESI SELATAN, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya....

Suara Muhammadiyah

6 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah