Membaca Rencana AS di Indonesia

Suara Muhammadiyah

25 May 2026

389

Membaca Rencana AS di Indonesia 

Oleh: Buya Anwar Abbas 

Rencana Amerika Serikat (AS) untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (MRO) untuk pesawat angkut militer C-130 Hercules di kawasan Asia harus disikapi pemerintah Indonesia dengan hati-hati karena hal tersebut jelas akan menimbulkan banyak masalah baik di dalam maupun di luar negeri. 

Di dalam negeri tentu banyak pihak yang akan mempersoalkannya karena dilihat dari perspektif konstitusi kehadiran proyek tersebut jelas akan menyenggol prinsip dasar politik luar negeri bebas aktif seperti yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. Di samping itu melihat sikap dan perilaku politik AS selama ini maka tidak mustahil proyek ini dengan bermodalkan wewenang dan legalitas yang ada, lewat kekuatan ekonomi dan politik serta militer yang mereka miliki, bandara Kertajati bisa bertransformasi menjadi pangkalan militer. 

Bila itu yang terjadi maka akan sangat sulit bagi Indonesia untuk menghentikannya karena berbagai resiko dan konsekwensi akan membentang di depan kita apalagi jika mereka sudah berhasil pula menempatkan orang-orangnya di berbagai tempat dan pos penting di negeri ini. 

Begitu juga dalam pergaulan internasional, Indonesia tentu akan menghadapi banyak masalah karena citra dan jati diri kita sebagai negara yang menjunjung tinggi politik luar negeri bebas aktif tentu akan rusak sehingga Indonesia tidak lagi akan dipercaya sebagai penengah dalam berbagai konflik yang terjadi karena indonesia sudah dianggap sebagai perpanjangan tangan dari Amerika Serikat. 

Dan yang lebih parah lagi jika terjadi konflik antara Amerika Serikat dengan negara-negara tertentu maka tidak mustahil Indonesia akan menjadi target potensial bagi musuh-musuh negara Paman Sam tersebut sehingga negeri ini tidak lagi aman karena sudah terseret dan diseret oleh AS ke dalam kancah peperangan yang ada. 

Jadi kesimpulannya meskipun proyek ini secara ekonomi dan teknologi akan mendatangkan keuntungan bagi Indonesia tapi bila ditimbang-timbang antara maslahat dan mafsadatnya maka mafsadatnya jelas akan jauh lebih besar dari pada maslahatnya.

Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, Wakil Ketua Umum MUI


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Mengenal Cultural Violence dan Dampaknya  Oleh : Dr. Amalia Irfani, M.Si, Dosen IAIN Pontianak....

Suara Muhammadiyah

6 July 2024

Wawasan

Mimpi dalam Islam Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Bisakah Alla....

Suara Muhammadiyah

25 March 2024

Wawasan

Berhenti Menipu Calon, Hentikan Politik Uang: Suara Rakyat Bukan Barang Dagangan Oleh: Dr. Ijang Fa....

Suara Muhammadiyah

3 October 2025

Wawasan

Ikhlas sebagai Energi Tajdid Warga Muhammadiyah Oleh: Dr. Jaharuddin, Dosen FEB Universitas Muhamma....

Suara Muhammadiyah

3 June 2026

Wawasan

Mencerdaskan Kader Sebelum Mencerdaskan Bangsa Oleh: Amrizal Tema Muktamar Muhammadiyah ke 49 tah....

Suara Muhammadiyah

12 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah