Membangun Dialog Masa Depan Petani Tembakau

Publish

18 June 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
79
Dok Istimewa

Dok Istimewa

Paparkan Hasil Kajian, MTCC UNIMMA Bahas Masa Depan Petani Tembakau melalui Kolaborasi Multipihak

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mendorong penguatan kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan masa depan petani tembakau yang lebih sejahtera sekaligus mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam forum dialog dengan tema “Membangun Dialog tentang Masa Depan Petani Tembakau, Kesehatan Masyarakat, dan Kebijakan Pengendalian Tembakau” yang digelar di Hotel Atria Magelang pada Rabu (17/6).

Forum tersebut mempertemukan petani tembakau, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, akademisi, organisasi masyarakat, serta jaringan pengendalian tembakau untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi petani sekaligus peluang pengembangan alternatif penghidupan yang lebih berkelanjutan.

Ketua MTCC UNIMMA, Dr. Retno Rusdjijati, M.Kes., menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi bagian dari penyampaian hasil kajian MTCC UNIMMA tentang kondisi petani tembakau dan berbagai tantangan yang mereka hadapi. “Dialog ini sebagai titik akhir dari kegiatan kajian kami terkait dengan intervensi industri rokok terhadap para petani tembakau. Karena selama ini petani tembakau itu dijadikan sebagai tameng industri rokok untuk keuntungan mereka sendiri. Kenyataannya, banyak petani tembakau yang tidak sejahtera, pendapatan mereka juga terganggu akibat mereka budidaya tembakau,” ujarnya.

Menurut Retno, hasil kajian tersebut menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah yang dapat memperkuat posisi petani sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan. “Jadi tujuan kami melakukan kajian, kemudian dari kajian itu kami gunakan untuk menentukan strategi yang tepat dalam rangka menolak intervensi dari industri rokok itu terhadap petani tembakau,” tegasnya.

Berdasarkan hasil kajian MTCC UNIMMA, petani tembakau saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian harga hasil panen, meningkatnya biaya produksi, perubahan iklim, keterbatasan akses pasar, hingga ketergantungan pada komoditas tunggal yang rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi maupun lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani melalui diversifikasi usaha dan pengembangan komoditas alternatif yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Tuhar, perwakilan Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI) yang merupakan binaan MTCC UNIMMA, menyampaikan bahwa sejumlah petani di berbagai daerah mulai mengembangkan komoditas alternatif seperti sayuran, kopi, hortikultura, dan tanaman pangan lainnya sebagai sumber pendapatan tambahan maupun pengganti tembakau. “Alih tanam bukan sekadar mengganti jenis tanaman. Alih tanam adalah proses yang membutuhkan komitmen petani, pendampingan yang berkelanjutan, akses pasar, dukungan pemerintah, dan kerja sama semua pihak. Pengalaman kami menunjukkan bahwa petani mampu beradaptasi ketika diberikan kesempatan dan dukungan yang memadai,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut perlu diperluas agar semakin banyak petani memperoleh manfaat yang sama. “Kami membutuhkan pendampingan budidaya, akses permodalan, bantuan pemasaran, serta kepastian pasar. Dukungan tersebut sangat penting agar petani memiliki keberanian dan kemampuan untuk mengembangkan usaha tani yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.

Selain membahas kesejahteraan petani, forum juga menegaskan pentingnya perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak dan remaja. Para petani yang hadir menyatakan dukungannya terhadap berbagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui penyediaan informasi yang lebih jelas tentang dampak konsumsi rokok.

Melalui forum tersebut, MTCC UNIMMA juga memperkenalkan berbagai hasil kajian dan publikasi yang telah dikembangkan, antara lain policy paper, video dokumenter, podcast, dan infografis yang menggambarkan kondisi petani tembakau, tantangan yang dihadapi, pengalaman alih tanam, serta berbagai rekomendasi kebijakan bagi pemerintah pusat maupun daerah.

MTCC UNIMMA berharap dialog dan kolaborasi yang terbangun dapat menghasilkan kebijakan dan program yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperluas keberhasilan alih tanam, serta memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Raih Fasilitas Beasiswa 3 Tahun CILACAP, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah Majenang (MUMA) meny....

Suara Muhammadiyah

5 April 2026

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kec. Bayat Kab. Klaten melaksanakan ke....

Suara Muhammadiyah

15 March 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mendapatkan kehormatan sebagai ....

Suara Muhammadiyah

31 July 2024

Berita

PASAMAN BARAT, Suara Muhammadiyah – Lazismu Kantor Layanan (KL) Sungai Jernih, Kabupaten Pasam....

Suara Muhammadiyah

30 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta melaksanakan acara Toping O....

Suara Muhammadiyah

18 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah