Menakar Tata Kelola Organisasi Alumni Kampus Muhammadiyah

Publish

4 June 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
151
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Menakar Tata Kelola Organisasi Alumni Kampus Muhammadiyah

Oleh: Hani Adhani

Sebagai salah satu organisasi masyarakat terbesar di Indonesia, Muhammadiyah menjadi salah satu penggerak utama bagi negara khususnya dalam upaya untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui berbagai jenjang pendidikan yang bukan hanya berkualitas namun juga terjangkau dan egaliter. Gambaran tersebut terlihat secara nyata dalam novel dan juga film Laskar Pelangi yang memberikan gambaran secara utuh tentang bagaimana peran penting Muhammadiyah yang sudah lebih jauh melangkah untuk membantu masyarakat dalam upaya membantu dan meningkatkan kualitas kecerdasan yang hakiki.

Hak untuk mendapatkan pendidikan demi meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat sebagaimana diatur dalam Pasal 28C ayat (1) UUD 1945 yang seharusnya menjadi kewajiban negara dalam hal ini Pemerintah, dalam praktiknya justru telah diambil alih oleh Persyarikatan Muhammadiyah yang telah cukup lama mengambil peran sentral negara yakni membantu mewujudkan hak atas pendidikan bagi masyarakat Indonesia dengan membangun berbagai sekolah dan juga kampus di berbagai belahan pelosok negeri.  

Selain berperan serta membantu negara dalam hal mendirikan dan membangun berbagai sekolah pendidikan dasar, menengah dan juga atas, Muhammadiyah juga berperan aktif membangun berbagai macam kampus baik level diploma ataupun universitas yang didirikan di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Beberapa kampus Muhammadiyah malah justru masuk jajaran elit kampus asia berdasarkan QS Asia University Rankings (QS AUR), yang menilai kualitas universitas berdasarkan reputasi akademik, reputasi lulusan, rasio dosen-mahasiswa, hingga kinerja riset, seperti diantaranya Universitas Muhmmadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Muhmmadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhmmadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). 

Peran Organiasi Alumni Dalam Meningkatkan Ranking Kampus

Organisasi alumni (Ikatan Alumni/Keluarga Alumni) dalam praktiknya meskipun tidak dinilai secara langsung sebagai kriteria tersendiri dalam menilai instrumen akreditasi yang dilakukan oleh BAN-PT/Dikti, akan tetapi keberadaan dan keaktifan dari Ikatan Alumni/Keluarga Alumni menjadi faktor utama dalam mengumpulkan data yang akan dinilai oleh BAN-PT/Dikti. Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai kegiatan organisasi alumni yang dapat meningkatkan partisipasi tracer study sehingga dapat meningkatkan respons alumni guna mendapatkan data yang akurat terkait alumni.

Selain itu, ikatan/keluarga alumni juga harus memiliki bukti formal pengelolaan alumni yang secara legal telah disahkan melalui forum resmi seperti misalnya musyawarah nasional yang dilaksanakan berdasarkan atas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang telah dibahas secara komprehensif oleh peserta musyawarah yang dalam hal ini diwakili oleh seluruh alumni dan/atau perwakilan alumni yang hadir dan selanjutnya sebagai tindak lanjut legalitas formil organisasi alumni maka hasil-hasil musyawarah tersebut wajib didaftarkan sebagai sebuah perkumpulan di Kementerian Hukum.

Dalam hal ini, organisasi alumni kampus Muhammadiyah memiliki potensi strategis dalam upaya untuk memperkuat peran perguruan tinggi Muhammadiyah di masyarakat yang dalam hal ini dapat dimulai dari indikator penyerapan lulusan ke dunia kerja hingga berbagai kontribusi lain dalam upaya untuk pengembangan kurikulum kampus dan juga gerakan sosial berbasis nilai Muhammadiyah. Saat ini, berdasarkan data dari berbagai sumber jumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah (PTMA) sebanyak 163 perguruan tinggi, dengan 89 diantaranya adalah berbentuk universitas yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, berdasarkan data yang diambil dari berbagai sumber, data spesifik jumlah alumni Universitas Muhammadiyah terbesar yaitu diantaranya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebanyak lebih dari 80 ribu, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) sebanyak lebih dari 17 ribu, dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) lebih dari 6 ribu alumni. 

Profesionalisme Organisasi Alumni

Dengan  dengan jumlah total alumni yang mencapai puluhan ribu orang dan bahkan jutaan alumni, maka seharusnya organisasi alumni kampus Muhammadiyah dapat menjalankan roda organisasinya secara profesional dengan tanpa harus menjalankan roda organisasi yang hanya mengandalkan jaringan informal dan juga goodwill individu alumni tertentu. Dengan jumlah alumni yang mencapai puluhah ribu, maka harus ada upaya yang serius untuk mengubah standar dalam menjalankan roda organisasi yakni menjadi mitra strategis bukan hanya untuk kampus dan Muhammadiyah, namun lebih jauh lagi yakni dapat langsung membantu dan memberikan manfaat bagi Masyarakat Indonesia.

Dalam hal ini, organisasi alumni kampus Muhammadiyah harus dapat mengadopsi praktik manajerial organisasi modern yakni melalui perencanaan tahunan berbasis tujuan, pengelolaan program berbasis bukti, kapasitas administratif yang memadai, serta pengembangan unit layanan seperti jaringan karier, inkubasi usaha, dan fasilitasi riset yang kolaboratif. Adanya potensi alumni kampus Muhammadiyah yang memiliki tiga keunggulan yakni unggul dalam moral-spiritual, intelektual, dan peran sosial Masyarakat sudah seharusnya wajib untuk dioptimalkan melalui pola profesionalisme organisasi berjiwa kolektif agar kontribusi ratusan ribu alumni ini menjadi berkelanjutan dan terukur secara nyata. 

Transparansi, legitimasi dan Kepercayaan

Meskipun begitu, dalam praktik pengelolaan manajemen organisasi alumni kampus, sudah menjadi rahasia umum bahwa ada kecenderungan pola manajemen organisasi alumni kampus biasanya hanya dilakukan secara asal-asalan yang pada akhirnya menyebabkan hilangnya trust (kepercayaan) dari alumni dan juga publik. Sebagai contoh, dalam praktiknya seringkali kita melihat dan mendengar dana, program, dan pengambilan keputusan yang diambil oleh para pengurus organisasi alumni yang dilakukan secara tidak transparan yang pada akhirnya dapat menimbulkan kecurigaan dan melemahkan ikatan kepercayaan antar anggota alumni, kampus, dan juga masyarakat.

Padahal apabila praktik transparansi dalam pengelolaan organisasi alumni ini dilakukan secara baik yakni dengan minimal membuat laporan keuangan secara berkala, menyampaikan dan melakukan evaluasi program yang terpublikasikan, serta ada mekanisme pengaduan, pengawasan dan akuntabilitas maka hal tersebut akan membuka peluang bagi alumni untuk menarik dukungan lebih luas, termasuk  menjadi mitra strategis berbagai industri dan juga lembaga profesional.

Dalam hal ini, untuk menata organisasi alumni kampus Muhammadiyah, berdasarkan fakta yang ada, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak organisasi alumni kampus Muhammadiyah juga mengalami stagnasi. Hal ini terjadi khususnya apabila kepengurusan lama atau kepengurusan sebelumnya mendominasi struktur organisasi terlalu lama atau berupaya untuk melakukan hegemoni terhadap organisasi alumni dengan akar basic organisasi yang sebelumnya pernah ada pada saat para pengurus tersebut mengelola organisasi tertentu khususnya pada saat masih menjadi mahasiswa. Hal tersebut pada akhirnya melahirkan pola mekanisme regenerasi organisasi yang tidak sehat dan tidak jujur dan malah menutup ruang partisipasi bagi alumni lain untuk juga berpartisipasi dalam organisasi alumni kampus Muhammadiyah.

Dalam batas penalaran yang wajar, sudah seharusnya pola dan mekanisme regerenasi dan/atau suksesi organisasi alumni kampus Muhammadiyah bukan hanya sekadar pergantian figur individu alumni, namun lebih jauh lagi yakni melakukan transformasi budaya organisasi yang sehat dan jujur sehingga visi misi organisasi alumni kampus Muhammadiyah dapat hidup dalam berbagai lintas generasi yang sejalan dengan visi dan misi Muhammadiyah yakni memajukan pendidikan dengan mencetak kader yang berintegritas. 

Oleh karenanya, pola pemilihan pengurus organisasi alumni kampus Muhammadiyah sudah seharusnua wajib menggunakan pola pemilihan yang bukan hanya menjunjung nilai kejujuran, namun juga harus menggunakan pola pemilihan yang modern dan terpercaya yakni dengan menggunakan pola pemilihan “one man one vote” dengan menggunakan sistem e-voting yang juga sudah dilakukan oleh organisasi alumni kampus besar di Indonesia seperti halnya Universitas Indonesia melalui Iluni UI. Dengan pola pemilihan yang jujur dan adil serta berintergritas dengan melibatkan seluruh alumni untuk berpartisipasi maka pengurus organisasi alumni terpilih akan memiliki legitmiasi yang kuat dan dipastikan juga dapat benar-benar menjalankan roda organisasi alumni secara professional, transparan, akuntabel dan menjunjung tinggi nilai-nilai persyarikatan Muhammadiyah.

Sinergi Kampus–Muhammadiyah–Alumni

Dengan keterpilihan pengurus alumni yang memiliki legitimasi yang kuat, maka sudah dipastikan akan memiliki dampak terhadap pola mekanisme sinergi khususnya sinergitas antara kampus yang dalam hal ini diwakili oleh rektor, pimpinan Muhammadiyah, dan organisasi alumni, sehingga pola sinergitas tersebut akan dapat dengan mudah untuk diformalkan.

Dalam hal ini, bentuk sinergitas yang ideal harus juga mencakup diantaranya terbangunnya kemitraan kurikulum (alumni berperan dalam advisory board), terbangunnya program link-and-match untuk penempatan kerja dan juga magang para mahasiswa, adanya kolaborasi dalam riset terapan dengan memanfaatkan jejaring alumni serta dukungan kelembagaan dari Pimpinan Muhammadiyah khususnya untuk juga melakukan inisiasi dalam memajukan sosial-ekonomi para alumni yang berkolaborasi dengan masyarakat.

Oleh karenannya, sudah seharusnya di era saat ini, alumni  kampus Muhammadiyah harus menjadi panutan di tengah masyarakat khususnya  dalam memberikan dampak pada perkembangan cabang dan ranting Muhammadiyah oleh karena para alumni kampus Muhammadiyah merupakan agen of change terdidik yang keilmuannya dapat dimanfaatkan untuk membantu Masyarakat.

Transformasi Tata Kelola Organisasi Alumni 

Di tengah hingar bingar modernisasi, budaya sosmed dan Ai, maka ada tantangan besar bagi organisasi alumni kampus Muhammadiyah untuk mengatasi tantangan tata kelola organisasi yang  profesional, transparan, akuntabel dan menjunjung tinggi nilai-nilai persyarikatan Muhammadiyah. Menurut penulis, setidaknya ada 4 (empat) langkah transformasi yang dapat diadopsi oleh organisasi alumni kampus Muhammadiyah sebagai berikut:

Melakukan formalisasi tata kelola dan manajemen organisasi yang berpatokan pada AD/ART yang rigid, jelas dan terukur serta memiliki standarisasi AD/ART organisasi alumni tingkat nasional yang juga dibahas melalui mekanisme musyawarah nasional yang juga melibatkan seluruh stake holder alumni. AD/ART tersebut juga harus mengakomodir pola pemilihan pengurus yang jujur dan adil serta pola penyelesaian sengketa yang sesuai dengan prinsip-prinsipa persyarikatan Muhammadiyah agar apabila ada konflik internal dapat diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persyarikatan Muhammadiyah.

Melakukan transparansi program kerja secara digital melalui publikasi laporan yang dilakukan secara berkala dan dapat diakses secara online, dengan data alumni yang terintegrasi  dan dengan evaluasi program kerja yang juga dapat diakses oleh seluruh alumni dan masyarakat.

Melakukan pola mekanisme regenerasi dan/atau pola suksesi pengurus alumni yang modern dan terpercaya dengan menggunakan pola pemilihan “one man one vote” dengan menggunakan sistem e-voting melalui aplikasi yang terverifikasi dengan baik. Dengan pola pemilihan yang jujur dan adil serta berintergritas dengan melibatkan seluruh alumni untuk berpartisipasi, maka pengurus organisasi alumni terpilih akan memiliki legitmiasi yang kuat dan akan benar-benar menjalankan roda organisasi alumni secara professional, transparan, akuntabel dan akan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah.

Membangun forum Tri-Partit (Kampus–Muhammadiyah–Alumni) secara formal dengan program kerja yang terukur dengan MoU yang bukan hanya bersifat seremonial namun lebih jauh lagi yakni dapat menjalankan berbagai capaian dan rencana strategis serta sinergitas antara Kampus–Muhammadiyah–Alumni termasuk advisory board kurikulum dan program link-and-match sehingga alumni kampus Muhammadiyah benar-benar dapat memberikan manfaat bukan hanya untuk warga Muhammadiyah namun juga dapat membantu Masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Dengan jumlah alumni kampus Muhammadiyah yang mencapai ratusan ribu alumni dan bahkan jutaan, maka hal tersebut memiliki potensi besar untuk juga menggerakan potensi perubahan secara nyata, dimana alumni dapat menciptakan pekerjaan melalui inkubasi usaha dan jaringan industri, menggerakan ekonomi masyarakat melalui berbagai program kerja yang diadopsi oleh berbagai organisasi alumni, meningkatkan mutu pendidikan melalui mentoring dan pengembangan kurikulum, memberi solusi bagi masyarakat melalui program pengabdian dan riset terapan dan memperkuat dakwah berkemajuan melalui berbagai kegiatan yang bersifat konkret melalui berbagai kontribusi sosial dan ekonomi bagi warga Muhammadiyah dan juga masyarakat Indonesia.  

Lebih jauh lagi, alumni sebagai kaum intelektual juga memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya untuk terus memajukan persyarikatan Muhammadiyah, melalui pengembangan berbagai program kerja di tingkat cabang dan ranting Muhammadiyah yang secara langsung akan berdampak pada perkembangan sosial-ekonomi masyarakat di tingkat desa, kelurahan dan juga dusun.

Akhirnya, menakar tata kelola organisasi alumni kampus Muhammadiyah bukan hanya sekadar mengukur seberapa aktif acara reuni atau seberapa besar jumlah donasi dari alumni individu, tetapi menilai sejauh mana organisasi tersebut mampu menjadi instrumen pemberdayaan institusi Muhammadiyah, memperkuat mutu pendidikan, mendukung kemandirian ekonomi, dan menyebarkan nilai Islam Berkemajuan di ruang publik.

Dengan menerapkan 4 langkah transformasi tata kelola di atas, maka organisasi alumni Kampus Muhammadiyah dapat bertransformasi dari “perkumpulan alumni rebahan dan kenangan”, menjadi “perkumpulan alumni perubahan yang nyata dan berkelanjutan” serta dapat memberikan manfaat bukan hanya bagi alumninya dan warga Muhammadiyah namun lebih jauh lagi yakni bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Hani Adhani, Alumni Fakultas Hukum FH UMY Angkatan 1998, Mantan Ketua Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) DKI Jakarta periode 2013 – 2017, Mantan Pengurus PCIM Malaysia, Bekerja di Mahkamah Konstitusi sebagai Panitera Konstitusi


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Suko Wahyudi, Pegiat Literasi di Yogyakarta Melihat Indonesia hari ini, barangkali kita sedan....

Suara Muhammadiyah

11 April 2026

Wawasan

Oleh: Donny Syofyan Saat ini kita menyaksikan berkurangnya kesopanan, meningkatnya sikap diskrimina....

Suara Muhammadiyah

4 October 2023

Wawasan

Kurikulum Holistik: Pendidikan Masa Depan Berkelanjutan Rizal Arizaldy Ramly, Mahasiswa Univer....

Suara Muhammadiyah

13 December 2023

Wawasan

Ketika Rupiah Menguji Demokrasi Oleh: Suko Wahyudi, Pegiat Literasi Tinggal di Yogyakarta  Fl....

Suara Muhammadiyah

15 March 2026

Wawasan

Oleh: Melinda Ayu P, Kader Nasyiatul Aisyiyah Lamongan Ekofeminisme adalah sebuah istilah baru yang....

Suara Muhammadiyah

27 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah